Sosok Anak Kecil yang Mengikuti Bapak

Assalamualaikum rakyat KCH. Weni hadir kembali dengan cerita baru, ya memang baru, masih hangat-hangat kuku. Apakah kalian percaya bahwa alam lain itu ada? Apakah kalian percaya bahwa makhluk gaib memiliki kehidupan yang sama seperti manusia, hanya saja tidak terlihat? Apa kalian percaya bahwa makhluk alam lain juga memiliki teknologi seperti kita? Untuk pertanyaan terakhir awalnya aku percaya gak percaya.

Tapi apa yang dialami oleh bapak membuatku sekarang percaya bahwa makhluk gaib juga mengerti teknologi. Hal ini berawal ketika keluargaku mengalami masalah yang membuat pertengkaran demi pertengkaran terjadi diantara orang tuaku. Tiada hari tanpa cek-cok. Hingga pada suatu hari, saat bapak dan ibu tidak saling bertegur sapa. Sekitar pukul 11.00 bapak pergi dari rumah entah kemana, hanya berbekal tas kecil, kopeah, dan sarung tanpa membawa baju.

Bapak pergi tanpa pamit, ibu yang berusaha mengejar kalah cepat karena motor bapak sudah melaju jauh. Siang berganti sore namun bapak tak kunjung pulang, hingga hari menjadi malam bapak masih tak terlihat pulang. Ibu terus menunggu hingga tengah malam. Akhirnya ibu mencari kerumah pak lek, namun rumah pak lek terlihat gelap tanda penghuni rumah sudah tidur. Ibu bertanya pada beberapa orang yang berada diwarung depan rumah pak lek yang masih buka.

Mereka bilang tak melihat bapak berkunjung atau berada dirumah pak lek. (Sekedar info bahwa jarak rumahku ke rumah pak lek sekitar 150 meter). Ibu mulai gelisah dan tidak bisa tidur hingga pagi menjelang. Saat itu aku sedang tidak berada dirumah karena suami mengajak berkunjung kerumah saudaranya dan menginap. Pagi hari sekitar pukul 08.00 ibu mengirim pesan padaku agar tidak pulang terlalu siang. Sesampainya aku dirumah pukul 10.30, rumah terlihat sepi. Saat aku bertanya pada saudara disekitar rumah, mereka hanya berkata bahwa ibu sedang keluar dengan menggunakan jasa ojek.

Aku terus menunggu, menjelang dhuhur ibu pulang dan aku bertanya dari manakah beliau. Akhirnya ibu menceritakan semuanya, bahwa dia baru pulang mencari bapak dirumah teman-temannya, namun nihil. Ibu tidak bisa menghubungi bapak karena beberapa hari sebelumnya saat bertengkar ibu membanting ponsel bapak hingga pecah berkeping-keping. Siang berganti sore, ba’da maghrib bapak pulang, saat itu ibu tidak berada dirumah, ibu pergi mencari bapak.

loading...

Saat aku tanya bapak jawab baru pulang dari Kediri. Saat bapak bertanya soal ibu aku jawab ibu sedang keluar membeli jamu diantar oleh sepupu. Malam itu berjalan tenang, hingga 2 hari kemudian pertengkaran kembali pecah. Ibu berdebat dengan bapak diruang tamu. Pukul 22.00 aku mendengar suara isak tangis dari kamar ibu, ingin kulihat tapi aku ragu. Tak lama terlihat bapak mengeluarkan motor dan pergi. Lalu ibu melihatku dikamar dan berkata agar aku tak memikirkan masalah bapak, apalagi dalam kondisiku yang sedang hamil.

Setelah ibu berlalu aku menangis didalam kamar. Setelah suami pulang dia bertanya apakah aku menangis? Dan aku menceritakan semuanya. Terlihat suamiku juga bingung, namun sesaat kemudian bapak pulang. Keesokan harinya ibu bercerita bahwa semalam bapak menangis dan meminta maaf, bapak juga berjanji akan berubah dan bertaubat. Aku berpikir, aneh sekali sikap bapak, apa dia benar-benar menyesali perbuatannya? Apa yang membuatnya menjadi demikian? Bersambung di sosok anak kecil yang mengikuti bapak part 2.

astri mustika weni

All post by:

astri mustika weni has write 25 posts

Please vote Sosok Anak Kecil yang Mengikuti Bapak
Sosok Anak Kecil yang Mengikuti Bapak
Rate this post