Sosok Hantu Berkepala Buntung Part 10

Sebelumnya sosok hantu berkepala buntung part 9.

“Apa maumu?!” tanya Azidan.
“Kembalikan emas itu pada pemiliknya!” geram hantu kepala buntung.
“Emas? Emas apa? Kami tidak punya emas!” jawab Azidan.
“Bohong” ujar hantu itu dengan keras.

“Mungkin emas dan intan yang ada di villa itu, dan” ujar Bunga.
“Ya, kami menemukan emas dan intan itu di villa samping hutan ini” jawab Azidan.
“Lalu kemana kita harus kembalikan?” tanya Azidan.
“Kepada orang yang telah aku curi emas dan intannya” jawab hantu itu.
“Di mana dia?” tanya Bunga.

“Di alamat yang tertulis diselembar kertas” jawab hantu itu.
“Baiklah. Sekarang juga kami akan kembalikan emas itu pada alamatnya” jawab Azidan.
“Alamat? Memangnya kamu tahu?” tanya Bunga pada Azidan.
“Alamat yang ditemukan oleh Winda tadi pagi” jawab Azidan.
“Oh, iya” jawab Bunga.

“Lalu kenapa kamu meneror kami sejak kami belum sampai disini?” tanya Azidan.
“Karena aku hanya ingin ada yang mengembalikkan emas dan intan itu pada pemiliknya. Aku selalu mengikuti orang yang akan menginap di villa itu agar mereka dapat mengembalikkannya. Tapi, mereka semua tidak bisa mengembalikan itu”.

“Dulu, aku mencuri emas dan intan itu dari seorang wanita. Dia mencari-cari emas itu, namun aku sembunyikan didalam villa. Setelah aku sembunyikan, aku keluar dari villa menuju jalan raya. Lalu aku terlindas truk besar yang lewat dijalan itu. Tubuhku hancur dan hanya kepalaku yang tersisa. Tolong, bantu aku” jawab hantu itu dengan jelas.

loading...

“Baiklah. Kami akan kembalikan emas itu sekarang juga” jawab Bunga.
“Tapi kami harus kembali ke villa sekarang untuk mengambil emas itu” jawab Azidan.
“Cepat kembalikan!” perintah hantu itu.
“Iya” jawab Azidan dan Bunga.
“Fal, ayo bawa Winda ke villa sekarang” ajak Azidan.
“Iya” jawab Naufal sambil membawa Winda ke villa.

Sesampainya di villa, mereka segera mengambil kotak yang berisi emas dan intan untuk dikembalikan. Azidan dan Bunga pun langsung pergi ke alamat yang dituju. Naufal pun menidurkan Winda dikasur kamarnya.

“Fal, kamu disini jagain Winda ya, kita mau balikan kotak ini dulu” ujar Azidan.
“Iya, hati-hati ya kalian” jawab Naufal.
“Iya!” teriak Azidan dari luar villa.
“Winda, bangun *dong win” ujar Naufal sambil mengelus kepala Winda.
“Semoga kamu gak apa-apa ya win, aku khawatir banget kalau kamu belum sadar sampai sekarang” lanjut Naufal.

Naufal pun kelelahan dan akhirnya dia tertidur disamping Winda. Azidan dan Bunga pun sudah sampai di alamat yang mereka tuju. Mereka pun telah memberikan kotak itu pada pemiliknya. Pemiliknya pun berterima kasih pada Azidan dan Bunga. Lalu, Azidan dan Bunga pun segera langsung kembali ke villa. Ketika ditengah perjalanan, mereka bertemu dengan hantu kepala buntung. Hantu kepala buntung mengucapkan terima kasih pada mereka.

“Hantu!” teriak Bunga.
“Kamu ngapain disini? Kita kan sudah kembalikan emas itu” jawab Azidan.
“Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih. Sampaikan juga rasa terima kasihku pada kedua temanmu itu. Kini aku sudah dapat pergi dengan tenang. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi” ujar hantu kepala buntung.

Semuanya pun sangat senang bahwa mereka tidak akan diganggu lagi. Keesokan harinya, mereka dijemput oleh sopir pribadinya untuk kembali ke Jakarta. Ini kisah petualangan keempat sahabat yang menyenangkan. Tamat.

Cerpen karangan: Winda Widyasari
Sumber: cerpenmu.com
Facebook saya: Adymas Art
Follow Instagram saya: @adymas_art01

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 79 posts