Sosok Hantu Berkepala Buntung Part 6

Sebelumnya sosok hantu berkepala buntung part 5.

“Ya sudah, sekarang kamu tenang ya, aku mau lihat kebelakang tebing dulu” ujar Naufal sambil menenangkan Winda.
“Jangan! Jangan! Aku gak mau kamu kenapa-kenapa” ujar Winda sambil melepaskan pelukannya.
“Nggak, Win, aku gak akan kenapa-kenapa. Kamu tunggu sini ya? nanti aku akan kembali kesini” jawab Naufal.
“Nggak fal, nggak boleh, kamu jangan kesana. Kamu disini saja, atau kita sekarang juga kembali ke Villa!” ujar Winda sambil menggenggam erat tangan Naufal dan dengan mata berkaca-kaca.

“Nggak, Win, aku akan tetap melihat yang ada dibalik tebing itu” ujar Naufal lemah lembut.
“Kamu tuh egois ya! aku bilang jangan ya jangan!” ujar Winda sambil kesal dan menangis.
“Gini deh, kamu duduk di batu dipinggir sungai, terus kamu tutup mata kamu, aku tinggal sebentar, aku janji, 10 menit lagi aku akan kembali ketempat kamu duduk” ujar Naufal sambil menghapus air mata Winda,

“*Ta, ta, ta” ujar patah-patah Winda yang mudah ditebak.
“Tapi? Tapi apa? gak ada yang harus kamu khawatirkan. Sekarang kamu duduk disini” ujar Naufal sambil mempersilahkan Winda duduk disebuah batu besar dipinggir sungai kecil.
“Sekarang kamu tutup mata kamu” lanjut Naufal.
“Nggak!” jawab Winda.

“Win, dengerin aku sekali saja. Aku janji akan kembali 10 menit lagi” ujar Naufal.
“Janji ya?” tanya Winda sambil meyakinkannya.
“Iya, aku janji” jawab Naufal.
“Sekarang kamu tutup mata ya” ujar Naufal.

Winda pun segera menutup matanya. Naufal pun pergi kebalik tebing.

“Mana? Nggak ada apa-apa kok disini? Tapi kok kata Winda ada hantu, mungkin Winda lagi lelah, jadi banyak halusinasi” ujar Naufal pelan.
“*Argh!” teriak Naufal ketika dia membalikkan badannya kearah pojok tebing, namun tiba-tiba suara itu terhenti.
“Naufal? Naufal mana? Ini sudah hampir 30 menit” ujar Winda dalam hati.
“Naufal! Naufal!” teriak Winda denga mata tertutup. Namun suasananya semakin hening. Winda pun semakin khawatir.

“Naufal! Naufal! Kembali!” teriak Winda lagi.
“Eh lihat deh, dan, Winda kok sendirian ya? Sambil nutup mata lagi. Naufal juga gak ada” tunjuk Bunga kepada Azidan.
“Iya tuh, mukanya juga seperti lagi panik, kita samperin yuk, sekaligus kita pulang ke Villa. Eh bentar lagi kabut akan turun” ujar Azidan sambil berjalan ke arah Winda.
“Win” sapa Bunga.

“Hantu! Hantu!” teriak Winda dengan masih mata terpejam.
“Win, ini kita Bunga dan Azidan, bukan hantu” ujar Bunga.
“Iya, Win, coba kamu buka mata kamu” perintah Azidan.
“Tapi benar kan kalian manusia?” tanya Winda.
“Iya Winda” jawab mereka berdua bersamaan, Winda pun membuka matanya perlahan-lahan.

loading...

“Jam, jam, jam mana jam?” ujar Winda panik sambil mencari-cari jam.
“Kamu kenapa sih?” tanya Azidan.
“Naufal, Naufal! Naufal!” teriak Winda menyebut nama Naufal.
“Hey, Win, kamu kenapa? Coba tenang ceritain kepada kita” ujar Bunga sambil menenangkan Winda.
“Tadi, aku tuh lihat hantu yang tadi pagi dibalik tebing, nah terus” ujar Winda sambil terpotong pembicaraannya oleh pertanyaan Azidan.

“Jadi gini, tadi pagi, aku datang pertama dilapangan, terus kedua Naufal. Saat aku lagi marahin dia karena dia bikin aku kaget, tiba-tiba ada hantu kepala buntung lewat didepan dia, terus aku refleks gitu, terus gak lama kemudian Naufal datang, dan Bunga juga menyusul datang” ujar Winda sambil menjelaskan secara detail.

“Jadi, yang mau diceritain Naufal kepadaku tapi belum jadi itu tentang ini” jawab Azidan mengerti.
“Terus sekarang Naufal mana?” tanya Bunga.
“Oh iya, tadi aku lihat hantu itu lagi dibalik tebing itu, terus Naufal suruh aku duduk dan memejamkan mata disini. Lalu dia kebelakang tebing itu, dia janji 10 menit akan kembali, tapi sampai sekarang sudah 50 menit belum juga kembali, kita harus cari dia sekarang!” ujar Winda sambil berjalan mendekati tebing itu.
“Aku harus berani kebelakang tebing itu” ujar Winda pelan.
“Win, tunggu!” teriak Bunga yang masih tertinggal jauh dibelakang Winda.

Winda pun sampai ditebing itu, dia langsung pergi kebelakang tebing untuk mencari Naufal. Alangkah terkejutnya, dia melihat Naufal pingsan dibelakang tebing yang paling ujung dengan luka cakaran dipipinya, didahinya, ditangan kirinya, dan dikakinya kanannya. Dengan histeris Winda pun kaget dan segera membangunkan Naufal.

“Naufal? Naufal! Bangun! Naufal bangun! Maafin aku, ini semua karena aku. Andai aku gak bilang kepada kamu kalau aku lihat hantu itu, pasti kamu gak akan ke tebing ini, dan kamu gak akan jadi seperti ini” ujar Winda sambil menangis dengan penuh penyesalan.

“Ya ampun Naufal!” ujar Bunga kaget saat melihat Naufal.
“Ayo kita segera bawa ke villa sebelum kabut yang turun semakin banyak” ujar Azidan sambil membawa Naufal berjalan menuju villa.

Bersambung ke sosok hantu berkepala buntung part 7.

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,…….
suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add
Fb: Adymas Art
Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 98 posts

Please vote Sosok Hantu Berkepala Buntung Part 6
Sosok Hantu Berkepala Buntung Part 6
Rate this post