Sosok Hantu Berkepala Buntung Part 7

Sebelumnya sosok hantu berkepala buntung part 6. Mereka memaksa kembali ke villa walaupun ditengah hutan mereka sudah tidak melihat jalanan lagi karena semua sudah tertutup oleh kabut yang cukup tebal dan dingin. Akhirnya mereka sampai di villa pukul 17.30 dengan napas terengah-engah. Naufal pun segera ditidurkan di sofa ruang tamu.

Sampai saat itu, Naufal pun belum sempat sadar. Winda pun segera mengambil 2 bak yang berisi air hangat dan lap bersih untuk membersihkan luka-luka pada tubuh Naufal dan yang satunya untuk mengompres tubuh Naufal yang menggigil. Sedangkan Azidan dan Bunga sedang menutup-nutup beberapa jendela, pintu, dan ventilasi agar kabut tidak masuk ke dalam villa. Awal-awalnya Winda pun mengompres bagian dahi dan leher Naufal agar menggigilnya hilang dan dia sadar 3 kali Winda mengompres Naufal, akhirnya Naufal pun bangun dengan rasa sakit yang dia tahan akibat beberapa luka yang dialaminya.

“*Aw!” rintih Naufal.
“Naufal, kamu sudah bangun? Kamu minum dulu nih yang banyak, habis itu baru aku bersihkan luka-lukamu” ujar Winda.
“Iya” jawab Naufal sambil meminum air yang diberikan Winda.
“Win, aku bawain obat merah, kapas, dan lem untuk mengobati Naufal” ujar Azidan kepada Winda.
“Iya makasih banget ya” ujar Winda.
“Iya sama-sama, oh iya, aku sama Bunga kedapur ya buat nyiapin makan malam. Kamu obatin ya Naufalnya” ujar Azidan.

“Iya” jawab Winda sambil memulai membersihkan luka Naufal dengan menggunakan lap dan air hangat tersebut.
“*Aw!” teriak kecil Naufal saat Winda membersihkan luka pada dahinya.
“Ya elah tahan, fal” ujar Winda.
“Tahan, tahan. Memangnya gak sakit apa? *Aw!” jawab Naufal.
“*Hmm” ujar Winda dengan kedua bibir dirapatkan.

“*Aw, pelan-pelan *dong, Win!” ujar Naufal kesakitan saat Winda membersihkan luka cakaran dipipinya.
“Ini sudah pelan-pelan, Naufal” jawab Winda lemah lembut.
“*Aw, sakit win! Pelan-pelan! Kamu kira gak sakit apa?!” refleks marah Naufal ke Winda.
“Kalau gitu kamu bersihin dan obatin luka kamu sendiri! Biar gak sakit!” jawab Winda marah sambil pergi.
“Win, win, maksud aku” kata-kata patah yang keluar dari mulut Naufal.

Mau atau tidak, Naufal pun akhirnya membersihkan dan mengobati lukanya sendiri. Sedangkan Winda pergi meninggalkan Naufal menuju taman kecil yang ada dihalaman belakang villa.

“Ih kenapa sih Naufal marah-marah kepadaku?!” tanya Winda kepada diri sendiri.
“Padahal aku gak salah, kalau tahu gitu aku gak usah bersihin dan obatin luka dia. Biarin saja dia sakit!” lanjut Winda bicara sendiri ditaman belakang.
“*Ehm!” batuk Naufal yang ternyata sudah ada dibelakangnya.
“*Argh, kamu ngapain disini?!” tanya Winda dengan *jutek.
“Lah? Kamu sendiri ngapain?” tanya Naufal balik.
“Aku cuma duduk saja disini!” jawab Winda.

“Bohong! Tadi kamu bilang lebih baik kamu gak ngobatin luka aku?” tanya Naufal.
“Iya, lagian kamunya marah-marah terus! Aku kan gak salah!” jawab Winda.
“Ya elah maaf, maaf” ujar Naufal.
“Maaf, maaf *doang bisanya” jawab Winda *jutek.
“Lihat nih aku bersihin dan ngobatin luka aku sendiri” ujar Naufal.

“*Hmm, aku maafin” jawab Winda singkat.
“Nah, gitu *dong, makasih” ujar Naufal dengan senang.
“Ya” jawab Winda singkat.
“Eh kalian ada disini, aku cariin kalian dari tadi tahu” ujar Bunga sambil menemukan Naufal dan Winda.
“*Hehe, maaf ya” jawab Naufal.

“Iya gak apa-apa, ngomong-ngomong, Azidan kemana?” tanya Bunga.
“Ha? Zidan? Zidan kan sama kamu dari tadi” jawab Winda kaget.
“Iya sih, tadi dia sama aku. Tapi dia bilang dia mau nyari kamu duluan” jawab Bunga.
“Aduh, Zidan dimana ya? Aduh! Kita cari yuk!” ujar Winda panik.
“Ya elah, paling dia juga nanti nemuin kita disini” cetus Naufal.

“Sok tahu kamu! Belum tentu dia nemuin kita ditaman sini” ujar Winda panik bercampur emosi.
“Sudah, sudah, lebih baik sekarang kita cari dia” henti Bunga sambil melerai Naufal dan Winda.
“Ayo!” ujar Winda sambil menarik tangan Bunga dan Naufal.
“Iya, iya” jawab Naufal.

Mereka pun mencari Azidan kearah sekitar villa fairy, namun mereka tidak menemukannya.

loading...

“Azidan dimana? Kita kan sudah cari disekeliling villa, tapi gak menemukan dia” ujar Winda panik sambil berwajah panik.
“Ya sudah tenang, kita coba cari diluar villa yaa” ujar Naufal sambil menenangkan Winda.
“Tolong!” terdengar teriakan dari gudang belakang villa.
“Itu suara Azidan! Terdengar dari gudang! Ayo segera kesana” ujar Winda sambil langsung berlari kearah gudang.
“Tunggu win” panggil Bunga saat Winda berlari, tetapi Winda menghiraukannya.

Bersambung ke sosok hantu berkepala buntung part 8.

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,…….
suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add
Fb: Adymas Art
Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 98 posts

Please vote Sosok Hantu Berkepala Buntung Part 7
Sosok Hantu Berkepala Buntung Part 7
Rate this post