Sosok Hantu Berkepala Buntung Part 8

Sebelumnya sosok hantu berkepala buntung part 7.

“Dan, Zidan! Apa kamu didalam? Dan! Buka pintunya!” teriak Winda dari luar gudang.
“Win! Bukain pintunya! Tolong” teriak Azidan dari dalam gudang.
“Win, awas, biar aku buka pintunya” ujar Naufal sambil menyuruh Winda mundur.
“Azidan, kamu jangan dibelakang pintu ya!” teriak Naufal.
“Iya” jawab Azidan sambil sedikit menjauhi pintu.
“1, 2, 3. *Brak!” pintu pun langsung terbuka.

loading...

Azidan pun langsung keluar dari gudang dan langsung memeluk sahabat-sahabatnya.

“Kamu gak kenapa-kenapa kan?” tanya Winda kepada Azidan.
“Aku gak apa-apa kok” jawab Azidan dengan senyum kecil.
“Dahimu kenapa? Kok berdarah?” tanya Winda.

“Berdarah?” tanya Azidan heran sambil memegang dahinya.
“*Hmm, ini gak apa-apa kok” lanjut Azidan.
“Iya, kamu kenapa? Aku obatin ya? Ayo ikut aku keruang tamu, biar aku obati” ujar Bunga sambil membawa Azidan menuju ruang tamu.

“Sebentar ya, aku ambil kapas dan obat merahnya” ujar Winda.
“Ini kapas dan obat merahnya” ujar Winda sambil memberikan itu kepada Bunga.
“Bunga, Zidan, kita tinggal dulu ya? Gak apa-apa kan?” tanya Naufal kepada Bunga dan Azidan.
“Iya boleh fal” jawab Azidan, Bunga pun mengangguk.
“Ayoo Win” ajak Naufal.

“Mau kemana?” tanya Winda.
“Sudah ikut aku saja dulu” lanjut Naufal sambil mengajak Winda segera pergi.
“Sebenarnya, luka di dahi kamu karena apa?” tanya Bunga sambil membersihkan luka Azidan menggunakan kapas dan air.

“Sebenarnya” jawab Azidan ragu.
“Kenapa?” tanya Bunga penasaran.
“Ada yang menarikku untuk masuk kedalam gudang, lalu aku terkunci. Dan tiba-tiba, barang-barang didalam gudang terbang melayang-layang kearahku. Beberapa benda bisa aku hindari, tapi ada juga yang nggak bisa aku hindari. Seperti beberapa garpu yang berterbangan” cerita Azidan.

“Maksud kamu yang?” pertanyaan Bunga yang belum tuntas.
“Iya. Yang melakukan ini sepertinya hantu kepala buntung itu” ujar Azidan.
“Ha? Hantu kepala buntung itu? jadi hantu itu beneran ada?” tanya Bunga sambil memberi obat merah dan menutup luka di dahi Azidan.

“Iya, hantu itu benaran ada. Kita harus selesaikan semua permasalahan ini” ujar Azidan.
“Maksudnya?” tanya Bunga.
“Ya, kita harus memusnahkan hantu itu. Tapi apabila ada sesuatu yang dirahasiakan dari hantu itu, harus kita ungkap bersama agar kita cepat menyelesaikan masalah ini” jawab Azidan jengan jelas.
“Ha? Serius? Terus caranya gimana?” tanya Bunga.

“Kalau menurutku sih kita malam ini pergi kedalam hutan lalu kita panggil dan temui hantu itu. Lalu kita tanya apa maunya, dan kita segera mengabulkan permintaannya. Dan apabila ada suatu amanah dari hantu itu untuk kita, harus kita laksanakan segera” jawab Azidan.

“Ha? Kamu yakin? Aku gak yakin! Kamu saja deh yang kedalam hutan. Aku di villa saja” ujar Bunga.
“Jangan gitu *dong, kita kan bareng-bareng. Ada aku, Naufal, dan Winda juga. Jadi gak ada yang harus kamu takutin” rayu Azidan.
“*Hmm” jawab Bunga mengangguk.

bersambung ke sosok hantu berkepala buntung part 9.

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,…….
suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add
Fb: Adymas Art
Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 98 posts

Please vote Sosok Hantu Berkepala Buntung Part 8
Sosok Hantu Berkepala Buntung Part 8
Rate this post