Sosok Hantu Berkepala Buntung

Satu bulan setelah mereka mendapatkan hukuman, mereka memiliki acara untuk pergi berlibur menginap di puncak. Hari itu adalah hari kamis. Mereka mendapat jadwal libur dihari jumat, sabtu, dan minggu. Mereka akan pergi hari jumat pagi. Setelah pulang sekolah, mereka membahas tentang liburan yang akan mereka laksanakan besok pagi.

“*Bro, besok kita jadi pergi kan?” tanya Naufal kepada ketiga sahabatnya.
“Bra, *bro, bra, *bro saja, *sokap” sahut Winda.
“Iya *dong” jawab Naufal dengan santai.
“*Huh gaya banget sih!” balas Winda dengan nada kesal.
“Sudah, sudah, kalian berdua ini bertengkar terus” sambung Azidan.

“*Ehm” kata Bunga.
“Apaan sih?!” jawab Naufal dan Winda bersamaan.
“Sudah jangan diteruskan lagi, besok kita jadi pergi. Besok kita kumpul dilapangan yang didekat rumah kita ya” info Azidan.

“Jam berapa, dan?” tanya Bunga.
“Jam 05.00” jawab Azidan.
“Hah? Pagi banget?” ujar Winda serentak dengan rasa kaget.
“Lebay dah lebay!” canda Naufal pada Winda.
“Ih. Apaan sih?! Serius tahu, itu terlalu pagi!” balas canda Naufal dengan kesal.

“Ya *elah, maaf, maaf” ujar Naufal.
“*Hmm” balas Winda tanpa membuka bibirnya.
“Ya sudah kalau memang menurutmu terlalu pagi, besok kita kumpul jam 05.15, tidak ada tawar menawar lagi! Karena takut kita terkena alternatif jalan atau buka tutup jalan” jelas Azidan.
“Iya” jawab ketiga sahabat itu.

Setelah memperbincangkan itu, mereka pun segera kembali kerumah masing-masing. Mereka pun segera menyiapkan barang-barang yang akan mereka bawa untuk pergi esok hari. Mereka pun cepat-cepat tidur selesai shalat isya. Pagi-paginya mereka bangun pukul 04.00 subuh walaupun berbeda rumah. Setelah mereka selesai melaksanakan shalat subuh, mereka segera berkumpul dilapangan yang ada didekat rumah mereka. Winda dan Naufal datang pukul 04.50 subuh.

“Aduh, kok baru aku sih yang sampai disini? Sudah seram, gelap lagi” ujar Winda ketakutan.
“*Dor!” teriak Naufal sambil mengagetkan Winda dari belakang.
“Argh! Hantu! Hantu! Tolong! Tolong!” teriak Winda histeris saat dikagetkan.
“*Haha!” Naufal tertawa.

“Ih, apaan sih! Ngagetin saja! Nanti kalau aku jantungan gimana? Mau tanggung jawab?!” tanya Winda sambil marah-marah.
“*Haha! maaf, maaf” kata Naufal.
“Maaf, maaf! Memangnya maaf saja cukup?!” ujar Winda dengan nada yang sangat kesal.

“*Haha, ya sudah, ya sudah maaf. Aku benaran minta maaf” ujar Naufal sambil merayu Winda.
“Tahu ah, aku pulang saja kalau gitu!” ujar Winda sambil pergi.
“Win” ujar Naufal sambil menarik koper yang dibawa Winda.
“Apaan sih?!” balas kata-kata Naufal dengan kesal.

“Maaf ya, aku kan sudah minta maaf, maafin aku ya?” rayu Naufal agar dimaafkan oleh Winda.
“Gak!” jawab Winda singkat.
“Win, tatap mata aku! Lihat, aku minta maaf sama kamu itu tulus, aku janji, gak akan ulangi itu lagi kepada kamu” ujar Naufal.

loading...

Naufal pun mengarahkan Winda untuk menatap matanya. Sekarang, mereka saling berhadapan. Winda pun menatap mata Naufal, beberapa detik ketika dia menatap mata Naufal, dia histeris berteriak karena melihat hantu yang lewat dibelakang Naufal, dia juga terlalu refleks sehingga memeluk Naufal.

“*Argh!” teriak Winda sambil refleks memeluk Naufal.
“Kamu kenapa?” tanya Naufal kepada Winda.

Naufal melihat Winda bergemetar, namun Winda memejamkan matanya dan tidak melepas pelukan yang tidak disengaja olehnya. Bersambung ke sosok hantu berkepala buntung part 2.

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 79 posts