Sosok Hitam Penunggu Bendungan Air

Pada petang hari ada tiga orang nelayan yang sedang pulang dari mencari ikan di bendungan air sutami karangkates. Mereka melintas di pinggir sungai brantas dimana di samping sungai tsersebut terdapat pohon apak (sejenis beringin) yang sangat besar. Menurut warga setempat di pohon apak tersebut terdapat sebuah istana kerajaan makhluk halus yang dijaga oleh 2 ekor harimau putih siluman duduk di pintu gerbang. Selain itu, konon di pohon tersebut juga dihuni oleh berbagai macam makhluk halus.

Sekitar 300 meter di selatan pohon apak terdapat pasar makhluk halus, namun di lihat dengan kasat mata tempat itu merupakan wilayah perairan bendungan air sutami. Sejak digenangi oleh air waduk sutami, tempat itu telah memakan korban puluhan orang yang tenggelam di dalam air dengan berbagai macam sebab. Ada orang yang secara misterius, ada yang berenang lalu kakinya kram, ada yang memancing ikan lalu teroerosok ke dalam air dan tidak muncul lagi, dan sebagainya.

Ketika tiga orang nelayan melintas di wilayah angker tersebut, mereka melihat dari kejauhan sosok hitam tinggi besar berdiri tegak di atas air di depan mereka. Ketiga nelayan ini menganggap bahwa itu hanyalah bayangan pohon di dalam air yang menjadi fata morgana saja. Namun setelah semakin dekat sosok tinggi besar tersebut tidak hilang, tapi justru malah semakin jelas. Kemudian disertai bulu kuduk merinding di belakang ketiga nelayan tersebut.

Akhirnya ketiga nelayan tersebut berlari sekencang-kencangnya sambil membawa jaring ikan beserta ikan tangkapannya. Tapi sayang, salah seorang diantaranya terjatuh akibat kakinya tersandung sebuah lubang kecil sehingga ia tinggal seorang diri di pinggir sungai, sementara itu dua orang rekannya sudah berlari jauh. Akhirnya nelayan satu ini terpaksa terduduk di dekat hantu hitam tinggi besar di atas air.

Seperti diberitakan warga bahwa di tempat itu baru saja ada seorang perenang yang tenggelam seminggu yang lalu. Genap 7 hari ia menjadi hantu dan menampakkan diri kepada tiga orang nelayan yang lewat ini. Si nelayan satu ini menduga bahwa sosok hantu sungai ini mungkin jelmaan dari perenang yang tenggelam minggu lalu, maka ia membacakan doa untuknya.

Pada saat itu juga sosok hantu berwujud hitam tinggi besar seperti pohon kelapa tersebut langsung menghilang dengan meninggalkan sebuah isyarat atau pesan kepada si nelayan. Bersamaan dengan itu rasa merinding di bulu kuduk juga lenyap, serta seperti ada pesan bahwa makhluk halus tadi menyuruh agar nelayan ini segera menebarkan jaringnya ke sungai brantas di situ.

Nelayan itupun menuruti pesan si hantu sungai, ia menyelam ke air dan menebarkan jaringnya. Sejam kemudian nelayan tersebut kembali ke darat dengan jaring dalam kondisi rusak berat. Beberapa bagian jaring banyak yang jebol akibat terlalu banyak ikan yang tertangkap di jaring tersebut. Akhirnya si nelayan pulang agak larut malam dengan membawa sekarung besar ikan mujaer dan tombro yang ia tangkap di sungai yang ada hantunya tersebut.

loading...

Menurut kepercayaan warga setempat, barang siapa bertemu ular ketika hendak berangkat atau pulang dari mencari ikan, maka nanti atau besok ia tidak akan mendapatkan tangkapan ikan kecuali hanya sedikit saja. Tetapi jika barang siapa bertemu hantu ketika hendak berangkat atau pulang dari mencari ikan, maka nanti atau besok ia akan mendapat tangkapan ikan yang banyak. Percaya atau tidak, itulah kepercayaan warga yang berprofesi sebagai nelayan di sepanjang perairan sungai brantas di waduk sutami karangkates.

Share This: