Sosok Misterius di Kamar Kakak

Malam itu hujan lebat sekali, hanya ada aku, kakak dan ayahku, sedangkan ibuku sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Ayahku bekerja sebagai tukang jahit dan kakak ku baru saja pulang bekerja dari pabrik dan aku pun masih sibuk karena begitu banyak tugas dan pekerjaan rumah hari ini. Tiba-tiba saja lampu kamarku mati, aku terkejut dan langsung menghampiri ayahku yang masih sibuk dengan pekerjaanya.

Aku bertanya kenapa lampu dikamarku bisa mati? Ayahku menjawab bahwa hari ini sedang terjadi pemadaman di wilayah ini. Aku pun segera mencari lilin untuk menerangi kamarku karena PR yang aku kerjakan belum beres, ketika aku melewati kamar kakak ku. Tidak sengaja aku melihat seorang pria bertubuh tinggi kurus, badannya hitam, sedang membelakangiku dan mematung di kamar kakak ku.

Aku pun ketakutan sekaligus heran, siapa dia? Aku belum pernah melihatnya? Apa dia orang usil atau? Aku pun penasaran, perlahan aku mendekat dan masuk ke kamar kakak ku. Ketika sudah didalam kamar, pria itu langsung berbalik ke arahku dengan tatapan yang tajam, matanya merah, wajahnya hancur dan dia berkata “pergi” aku pun kaget sambil ketakutan dan badanku langsung lemas, aku berteriak sekencang-kencangnya.

Tak lama kemudian ayah dan kakak ku menghampiriku yang sedang terkulai lemas di pojok kamar, mereka bertanya padaku apa yang sedang terjadi, aku menjawab tadi aku melihat sosok misterius yang menyeramkan, tapi sekarang dia menghilang. Ayahku lalu bercerita bahwa dulu pernah ada kejadian seorang pria ditemukan tewas bunuh diri dengan menabrakan dirinya sendiri karena dia frustasi ditinggal pacarnya.

loading...

Pacarnya selingkuh dan memilih pria lain, lalu aku bertanya kenapa dia hanya menampakkan padaku sedang kakak ku tidak? Ayahku bilang karena kamu lebih sensitif dan lebih peka. Kamu sebenarnya mempunyai indra ke-6, hanya saja kamu tidak menyadarinya dan baru sekarang kamu mengalaminya. Aku bertanya lagi kenapa kita tidak pindah saja dan kenapa baru kali ini ayah menceritakannya. Ayahku menghela nafa dan menjawab karena rumah ini adalah rumah yang paling murah, ayah tidak punya uang lagi untuk mencari rumah baru. Aku pun terdiam dan hanya menangis, maaf ya kalo berantakan masih newbie nih.

Share This: