Ssttt!

Ssttt! Kalian dengar tidak, suara itu. Ya, suara aneh yang selalu mengikutiku kemana pun semenjak aku habis dari pemakaman Lana, teman kampusku. Ya, perkenalkan nama aku Thomas, panggil saja Tom. Aku temannya Lana dan Gina. Lana barusan meninggal akibat bunuh diri, sedangkan Gina sempat mengalami depresi berat dan harus di bawa ke psikolog. Ssttt! coba diam. Dengarkan suara itu baik-baik.

Suara itu seperti suara seseorang yang sedang meringis. Dia selalu ada dimana pun aku berada. Belakangan ini seperti ada sesuatu yang mengikuti aku ketika aku pulang dari pemakaman Lana. Awalnya aku tidak merasa curiga, tapi semenjak aku terus mendengar suara rintihan tangis yang meringis dan sesekali mengeluarkan jeritan, di situlah aku mulai curiga. Sudah beberapa hari ini aku selalu mendengar suara aneh itu.

Ssttt! dengar tidak. Barusan dia mengeluarkan suara tangisannya lagi yang pilu. Mendengarnya aku bergidik ngeri. Andai aku seperti Gina, aku pasti sudah bisa melihat suara itu berasal dari mana. Tapi, aku sama sekali gak bisa. Aku hanya bisa mendengarkannya saja.*Hiks, hiks, hiks suara yang amat sangat menyedihkan. Entah dari mana asal suara itu. Aku harus menjumpai Gina agar ia dapat menolongku.

Tapi, Gina belum bisa di temui karena batinnya sangat terganggu akibat kematian Lana, orang yang selalu berada di sampingnya. Gina selalu merancau memanggil nama Lana, Lana, temanku Lana. Aku harus minta tolong sama siapa? Tolong aku. Saat aku berada di ruang televisi, siapa disana? Tiba-tiba aku mendengar suara yang memanggil-manggil namaku “Tom, Thomas. Tom” ih,mengerikan banget.

Merinding aku mendengarkan dia menyebut namaku. Aku langsung berlari menuju tempat tidur, menutup seluruh tubuhku dengan selimut. Ssttt! Kalian dengar lagi, tidak. Suaranya itu “*hihi, hihi” suara kuntilanak. Gak salah aku. Memang kuntilanak. Tapi, kenapa dia terus menghantuiku dengan suara-suaranya itu? Gina. Ya, Gina. Aku harus bertemu dengannya. Walau orang tuanya gak memperbolehkan siapapun bertemu dengannya, tapi aku harus minta tolong untuk bertemu dengannya.

loading...

Mencari tau tujuan dari tangisan itu, apa. Sampai di rumah Gina dan memohon kepada orang tua Gina, akhirnya aku boleh masuk menemui Gina di kamarnya. Alangkah terkejutnya aku ketika sampai di kamar Gina dan ia berkata “Lana”. Sekian.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts