Suara Almarhum Kakak

Hai, nama saya ami. Saya sekarang tinggal di Melawi, Kalimantan Barat, tapi saya asli dari Solo, Jawa Tengah. Keluarga saya semuanya tinggal di Solo. Kisah ini merupakan kisah nyata yang saya alami sendiri tepatnya di awal tahun 2010. Sebelum memasuki tahun baru 2010 yakni tanggal 31 desember 2009 jam 11 malam, saya masih smsan dengan kakak saya (almarhum).

Dia sms “Am, malam tahun baru kemana?”. Saya “di rumah saja mbak, nonton tivi dengan Cahyo (suami saya)”. Kakak “kasian kamu tahun baruan cuma di rumah lha hidup di hutan sih *hehe”. (Waktu itu kakak dengan suami dan saudara sepupu saya di tambah temannya pergi ke Kaliurang, Jogja) balas saya “ya gak apa-apa, tahun baru keluar rumah pun paling cuma lihat orang tok”. Karena tidak ada balasan dari kakak lagi saya pun tidur.

Tiba-tiba pukul 4 pagi saya di kagetkan dengan bunyi hp yang kebetulan saya letakkan di samping bantal. Saya lihat hp saya rupanya bapak saya yang menelepon. Tumben, pikir saya, jam segini bapak telepon. Dan betapa terkejutnya saya, bapak memberi kabar kalau kakak saya sudah meninggal karena kecelakaan tunggal. Kata bapak sewaktu pulang dari Kaliurang menuju Solo, kakak saya berboncengan dengan suaminya menabrak bengkel di daerah Prambanan, Jogja.

(kakak saya di depan karena suaminya mengantuk) lalu terpental, kakak saya jatuh ke parit dan tertimpa rangka motor yang sudah tua. Kakak posisi masih bisa berdiri waktu itu dan bilang ke suaminya kalau dia tidak kenapa-napa cuma sesak napas. Setelah ambulans datang dan kakak di baringkan di atas tempat tidur tiba-tiba kakak menghembuskan napas terakhir, kakak meninggal dunia.

Rasanya saya benar-benar tidak percaya karena semalam kami masih smsan. Dalam kondisi kalut dan sedih luar biasa, akhirnya saya mandi. Di dalam kamar mandi saya berpikir, saya harus pulang ke Solo secepatnya dan bagaimanapun caranya. Saya menangis sejadi-jadinya sambil mengeluh pada Allah. Dalam hati saya berdoa “ya Allah, kalau benar kakakku sudah meninggal maka berikanlah bukti! Biar hati saya ikhlas!”.

loading...

Tiba-tiba saya baru bersabun (orang bersabun pasti diam kan?) doa saya di dengar oleh NYA, yaitu suara kakak saya memanggil “am, am, ami!” antara kaget dan takut luar biasa, saya cepat-cepat membersihkan diri. Dari situlah saya percaya bahwa benar, kakak saya telah meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Allah memang Maha Besar dan Maha Memberi Petunjuk. Semoga kakak tenang di sisi NYA, amin.

KCH

amie

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

amie has write 2,704 posts

Please vote Suara Almarhum Kakak
Suara Almarhum Kakak
Rate this post