Suara Dari Atap Dapur

Tinggal dikomplek perumahan memang banyak uniknya yang terkadang ada seramnya juga. Namanya saja komplek perumahan, rumah-rumah berdempetan dengan berbagi tembok bersama tetangga kiri, kanan dan belakang. Yang gak dempetan yang beruntung dapat lokasi dipojokan.

Bagi yang sudah biasa tinggal dikomplek perumahan seperti yang aku tinggali pasti akan merasa mawas diri karena harus hati-hati dalam beraktivitas didalam rumah jangan sampai mengganggu tetangga. Suara memasak, suara orang berbincang, suara lagi nyuci piring bahkan suara-suara aktivitas lainnya bisa terdengar sampai ketetangga. Nah kebagian seramnya, dikomplek perumahan itu pencurian sering terjadi kalau tidak waspada.

Pencurinya tidak masuk dari pintu depan karena akan cepat ketahuan mereka biasanya akan masuk melalui atap rumah karena diatas selain sulit ketahuan, mereka juga leluasa bergerak karena atapnya rata-rata menyatu antar tetangga. Kejadian seram selanjutnya adalah jika rumah tetangga tidak ada yang menempati, seperti disamping rumahku. Sebenarnya itu adalah tempat kost tapi entah karena apa lebih dari 1 tahun tidak ada yang kost disana.

Terkadang aku mendengar suara-suara benda jatuh diatapnya, atau sekilas seperti suara orang ngobrol, tetapi setelah aku periksa rumah kost itu sepi, gelap dan tentunya masih kosong. Kembali kerumahku. Bagian belakang rumah adalah dapur yang atapnya dari asbes. Di atas sering terdengar suara gaduh awalnya sih aku gak terlalu perduli, tetapi semenjak sering baca-baca cerita di cerita-hantu.com lama-lama mikir juga apalagi pernah baca cerita yang ternyata suara gaduh diatap rumah bisa jadi karena ada “penghuninya” entah itu tikus, kucing atau makhluk gaib. Nah yang terakhir ini bikin parno, benar gak.

Kejadian yang aku alami ini terjadi kalau gak salah ingat 3 bulan yang lalu. Hari itu tepat malam jumat, setelah selesai shalat maghrib dan membaca surah yasin aku kemudian keruang tengah untuk menonton televisi sambil menunggu waktu isya. Tiba-tiba dari arah dapur terdengar suara seperti bayi yang menangis. Kemudian aku mengeceknya dan benar suara itu berasal dari sebelah atas rumah kost kosong.

Aku segera keluar membawa senter maksudnya mau mengecek rumah itu, sesampai disana suasananya gelap dan yang menyala cuma lampu penerangan depan rumah. Aku berjalan kearah samping rumah kost itu tapi tidak menemukan atau melihat apapun. Akhirnya aku kembali masuk kedalam rumah. Tidak berapa lama kemudian kembali terdengar suara dari tepat diatas dapur yang membuatku kembali kesana untuk mengeceknya, kemudian aku berteriak (asal tebak saja sih) “hai kucing s**l*n *shuuh, shuuh pergi sana”.

loading...

Kemudian terdengar suara kucing kayaknya lebih dari 2 ekor berlari menjauh dari atap dapurku. Lega juga rasanya ternyata tebakanku benar itu cuma kucing. Tak berselang lama kembali terdengar suara gaduh dari atap dapur dan sekarang terdengar jelas sekali kalau itu suara kucing sedang berkelahi, kembali aku harus berteriak-teriak mengusir kucing itu agar segera menyingkir dari atap dapur.

Sampai tetangga sebelah rumah keluar sambil berkata “makanya jangan pelihara tikus dalam rumah biar kucingnya gak rebutan” dan aku cuma berkata “itu bukan tikus punya saya, tikusnya bapak kali yang main kerumahku” dan aku tersenyum mendengar tetanggaku berkata “asem”. Malam itu tepat jam 9, kembali aku mendengar suara-suara berisik dari atas dapur rumah dan tentunya aku kembali mengeceknya kembali sambil berteriak “*shuuh, shuuuh. Kucing diam *shuuuh”, ajaib suaranya langsung hilang.

Aku pikir nih kucing ngerti juga disuruh diam. Tapi tidak lama kemudian kembali terdengar suara tapi sekarang suaranya berbeda seperti orang sedang berjalan diatas asbes dapurku. Sejenak aku terdiam kemudian berkata “oi siapa diatas rumah”. Suara langkah itu terhenti dan suasanya kembali sunyi. Selang lima menit kemudian kembali terdengar suara langkah kaki dari atas dapurku yang membuatku cukup emosi dan sambil berteriak lantang aku berkata “woi kamu itu setan atau manusia pergi dari atas rumahku”.

Tiba-tiba terdengar suara “gubrak” dari arah atap tetangga belakang rumah yang adalah rumah pak RT kemudian terdengar suara menyahut “saya manusia pak bukan setan, lagi perbaiki jaringan televisi kabel yang putus disuruh sama pak RT”. Aku menyahut sambil tersenyum dan berkata “makanya kalau ditanya jawab, ok dah mas hati-hati ya, salam sama pak RT”, sambil meringis kesakitan dia berkata “ih aduh, aduh. Iya pak, iya pak, maaf sudah ganggu”. Sekian.

loading...