Suara Isak Tangis

Ini kisahku tentang mendengar suara isak tangis yang menyeramkan saat aku masih duduk di kelas 3 SMP disalah satu sekolah favorit di kota Bandung, saat itu hari jumat pelajaran berakhir pada pukul 11.15 siang, kami sedang belajar bahasa inggris. Ketika bu guru sedang menjelaskan beliau dipanggil untuk menghadap kepala sekolah kami pun diberikan tugas mengerjakan soal yang ada di buku paket.

loading...

Waktu menunjukan pukul 11.00 siang, bu guru pun tak kunjung datang, tugas yang diberikan sudah selesai suasana kelas menjadi ricuh ketua kelas sulit mengamankan. Karena dia pun malah ikutan jahilin murid lainnya. Tapi tiba-tiba dia berteriak “hey teman-teman diam sebentar, itu siapa sih yang menangis kalau mau bercanda jangan keterlaluan yah” kami pun sontak terdiam mencoba mendengarkan dan mencari suara isak tangis.

Semua saling memandang satu sama lain dan tak ada seorangpun yang menangis, karena penasaran ketua kelas kiki panggilannya berdiri di atas kursi celingukan mencari siapa yang menangis. Tapi tak seorangpun di kelas itu yang menangis sampai akhirnya dia menatap pada salah satu bangku di pojok belakang yang kosong.

Memang hari itu ada teman kami ada yang tidak masuk karena sakit, melihat ekspresi kiki yang terus menatap bangku itu kami sekelas pun ikutan tertuju ke arah sana. Kami terdiam dan tangisan itu semakin jelas terdengar tiba-tiba. “Tok, tok, tok”. Kami terkejut suara pintu terbuka, kemudian masuk guru fisika yang sedang mengajar di kelas sebelah “pelajaran apa? Kemana gurunya? itu yang nangis siapa? kencang sekali sampai terdengar ke sebelah, saya jadi tidak fokus ngajarnya”.

Mendengar itu kami semakin takut saling bertatapan dan berpegang tangan bersama teman sebangku, tak lama kemudian guru bahasa inggris pun datang “ada apa pak?” guru kami bertanya. “Oh pelajaran ibu? Saya lagi mengajar dikelas sebelah. Namun anak-anak tidak bisa konsentrasi karena di kelas ini ada yang menangis”.

“Maaf yah pak kalau kelas ini mengganggu pelajaran bapak, tadi saya dipanggil kepala sekolah jadi saya tinggalkan, nanti saya yang urus” ucap guru kami kepada guru fisika itu. “Makasih bu” lalu kami hanya terdiam tak berani berbicara apapun setelah guru fisika itu pergi. Guru bahasa inggris pun bertanya “memang siapa yang menangis? Menangis kenapa?” Kami diam dan menggelengkan kepala, kiki pun mulai berbicara “gak tau siapa yang nangis bu tapi dari tadi suaranya makin jelas, namun bukan kita yang nangis”.

“Oh, mungkin itu suara yang mengaji dari masjid, sebentar lagi kan solat jumat” ucap guru kami. “Tapi bu kalau yang ngaji di mesjid biasanya mulai jam setengah 12 ini kan masih jam 11” jawab kiki. “Ya sudah gak usah dipikirin, tugasnya sudah selesai belum! Ayo kumpul” saat kami sedang mengumpulkan tugas guru fisika pun kembali menegur kami. “Bu, siapa sih yang nangis kok makin kencang aja suaranya” bu guru pun celingukan “gak ada pak, di kelas sebelah lagi mungkin?”.

“Sudah saya periksa ke kelas sebelah tapi suaranya memang dari kelas ini” kami pun semakin panik. Teman-teman yang duduk di belakang mulai membereskan bukunya dan pindah ke bangku depan. berdesak-desakan “bu tinggal 5 menit lagi sudah yah bu kita gak enak hati” membujuk bu guru agar membubarkan kelas.

Karena suasana sudah tidak kondusif akhirnya kami pun berdoa dan pulang. Keesokan harinya saat pelajaran elektro gurunya bernama pak endang salah satu guru yang sudah lama mengajar di sana dan mempunyai kemampuan dalam hal yang berbau mistis. “Katanya kemarin di sini ada kejadian, memang ada apa?” ucap pak endang kepada kami. “Ada yang menangis pak, tapi gak tau siapa! Sampai terdengar ke kelas sebelah. Kita di tegur oleh guru fisika” jawab kiki mewakili.

“Dari mana suaranya?”. Kiki pun menunjuk bangku pojok paling belakang “kemarin di situ kosong suaranya terdengar dari situ” sontak temanku yang duduk di bangku itu kaget dan ketakutan. “Tenang kalau kita gak ganggu, dia juga gak bakalan ganggu, kalian mau lihat sosoknya?” Kami pun mengangguk karena penasaran.

Pak endang meminta kami untuk menutup mata dan beristighfar, lalu entah apalagi yang di baca oleh pak endang. Dalam hitungan ketiga kami diminta membuka mata, dan ketika aku membuka mata, astaghfirullah. Aku kaget, ada seorang wanita memakai baju putih dengan rambut panjang sedang berdiri di pojokan depan dekat tiang bendera.

Aku yang duduk dibangku depan melihat sosok itu dengan jelas perlahan sosok itu mulai membalikan badan. Aku langsung menutup mata karena tak ingin melihat wajahnya, tapi entah kenapa aku merasa sosok itu mulai mendekat dan semakin dekat, lalu aku meminta pak endang untuk menghentikan sosok hantu tersebut. Beberapa menit kemudian aku membuka mata dan sosok itu tak terlihat lagi, kebanyakan teman yang duduk di bangku depan yang melihatnya “kamu melihat?” Pak endang menunjukku “iya”.

“Dimana?”, aku pun menunjuk pojok kelas dekat tiang bendera (disetiap sudut kelas selalu ada bendera kecil setinggi papan tulis, tradisi di sini setiap jam masuk dan jam pulang selesai berdoa kami harus menghormat pada bendera).

Pak endang pun membenarkan sosok itu memang ada di sana dan memang selalu di sana “dia tak akan mengganggu jika kalian tak mengganggu, kemarin dia menangis karena merasa terganggu oleh kalian. Dia tak suka kelas ribut, makanya dia menangis, kenapa tadi bapak membuka mata batin kalian biar kalian tau bahwa di ruangan ini ada yang lain dan saling menghormatilah”. Semenjak kejadian itu kami semua tidak ribut lagi di kelas.

KCH

Leny

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Leny has write 2,694 posts