Suara Misterius Minta Tolong

Selamat beraktivitas para reader KCH. Assalamualaikum dan salam sejahtera bagi non muslim. Dwi kembali lagi di tulisan 64 ini, dengan kisah atau cerita dari sekitar desa dwi yang kali ini berjudul suara misterius minta tolong. Ini kejadian nyata yang di alami oleh beberapa warga di desa dwi. Entah di tahun berapa saya lupa, seingatku kejadian ini ketika dwi masih SD. Saat itu musim panen padi musim panas telah usai, dan akan berganti menanam padi musim rendeng (penghujan). Para petani yang punya lahan sawah sibuk membajak sawahnya.

Kebetulan di sawah masih banyak jerami/sisa tumpukan pohon padi yang sengaja tidak di bakar oleh pemiliknya. Sehingga kami si anak bolang (yang suka kelayapan/main) sering ke sawah walau gak punya lahan sawah. Aku dan kawan-kawan senang mencari jamur/supa dari jerami padi (kalau yang baca anak desa seperti saya pasti tahulah jamur apaan, *hehe). Nah sudah terlampau jauh kami berbolang ria, saat itu mendung hitam tanda akan turun hujan, suara petir dan cahaya kilat mulai menyambar-nyambar.

Aku dan teman-temanku langsung bergegas lari menuju arah pulang, sambil menunduk/jongkok jika ada kilat datang. Tidak lupa menyapa para petani yang kami lewati untuk memanggilnya segera pulang. Saat itu hanya ada kakek-kakek (entah namanya siapa) dan pakde gun (samaran). Mereka sedang mencangkul,tapi kakek itu sudah berhenti dan hendak pulang.

Karena melihat pakde gun, ia pun menegurnya untuk segera pulang karena akan turun hujan dan banyak petir, ujarnya. (Karena di desa kami di larang memegang cangkul atau besi atau beraktivitas jika ada kilat dan petir yang menyambar-nyambar). Hari itu sudah sore sekitar hampir jam 5, tepat dwi sampai di rumah. Ketika sudah selesai mandi dan akan makan jamur yang di masak ibu. Tiba-tiba suara gaduh di luar rumah terdengar, tepat jam 6 maghrib.

Lalu terdengarlah suara pengumuman dari masjid melalu speaker bahwa “innalillahi wainna illaihi raajiun”. Ternyata pakde gun meninggal dunia. Aku kaget dan berasa takut, akhirnya selera makanku berkurang. Jenazah pakde gun di inapkan, hanya bapak dan ibu yang melayat di malam dan keesokan harinya. Terdengarlah desas-desus dari tetangga, bahwa pas pakde gun di tegur untuk pulang oleh kakek itu, ternyata dia menjawab “nanti, tanggung mbah” dan akhirnya di tinggalah oleh kakek tersebut.

Dan saat itu memang ada 1 kilat dan suara petir yang dahsyat pas dwi sedang asyik membersihkan supa/jamur, ternyata petir itu menyambar pakde gun hingga gosong. Orang yang rumahnya dekat dengan sawah tidak mendengar suara minta tolong, akhirnya keluarga almarhum yang menunggunya pulang mencari-cari ke sawah dan ternyata ada suara minta tolong tapi sekujur tubuhnya gosong dan tergeletak di lumpur sawah kemudian menghembuskan nafas terakhir disana.

Setelah kejadian itu selama 7 hari bahkan 40 hari, banyak warga yang mendengar suara minta tolong. Malam itu entah malam apa, beberapa pemuda di desa kami yang sering menongkrong tengah malah mendengar suara itu. Setelah mereka mencari sumber suara yang di tuju sambil berlari, ternyata suara itu pindah ke tempat lain, begitu pun seterusnya.

Pernah ada bapak-bapak tukang ronda juga mengalaminya, mereka mendengar suara minta tolong, suaranya berawal di area persawahan seperti sebelumnya setelah pada lari menuju sana, suara itu pindah ke arah area rumah mbah mur yang angker itu (sekarang almarhumah), setelah di dekati tetap saja suara itu menghilang dan berpindah-pindah tempat. Sehingga mereka sadar bahwa suara misterius itu adalah suara arwah dari almarhum pakde gun.

loading...

Sejak maraknya kejadian ini, saat malam tiba desaku sangat sepi senyap dari jam 8 malam. Biasanya ada pemuda nongkrong, kali ini tidak ada. Sehingga ketika aku pulang mengaji berasa berada di desa mati hingga beberapa tahun. Sekian cerita dari dwi ya pembaca, dwi juga sempat merinding menulisnya, *hehe. Salam dari jauh buat semuanya dan kak john.

loading...
Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 116 posts