Suara Nyanyian Kuntilanak

Kejadian ini bermula pada saat aku kuliah semester 4 di perguruan tinggi negeri (PTN) dikawasan surabaya barat, waktu itu aku kost dirumah ibu markona, rumah kostnya dipojokan jalan dan tidak jauh dari lapak penjual nasi goreng dan kalau siang bu tina tetangga kost jualan gorengan dan lontong sayur. Waktu itu siang hari seusai pulang kuliah, perutku ini berbunyi nyaring ya maklumlah anak kost kalau ada kuliah pagi tidak sempat sarapan pagi dan waktu itu aku langsung order lontong sayur ke bu tina.

Bu tina langsung merespon dengan sigap, ya aku kan costumernya. Ia bertanya “pedas non?” aku menjawab “ya bu” secara spontan aku menjawabnya, tanpa aku sadari lontong sayur yang aku pesan sudah didepan kamar kostku, ini mbak lontongnya kata bu tina. Sambil aku terima dan kukasihkan uangnya. Dengan lahapnya aku santap lontong sayur bu tina, tanpa aku sadari lontong sayurnya super pedas, setelah habis aku langsung tertidur didepan laptop sampai jam 4 sore.

Saat aku terbanggun perutku mules dan sakit teramat sangat, aku langsung berlari kekamar mandi di depan kamar kost yang berhadapan dengan pohon buah sawo. Tanpa aku sadari pada saat itu dikost lagi sepi karena lagi pada kekampus semua, pada saat aku lagi asik buang air besar. Ada ketukan dipintu kamar mandi, spontan aku berteriak “belum” dan ketukan itu semakin lama semakin keras, cepat-cepat aja kubuka pintunya sambil ngomel gak karuan.

loading...

Apa yang kulihat diluar pintu ternyanta tidak ada siapa-siapa, aku masuk kembali ke toilet dan kulanjutkan lagi yang tadinya tertunda. Setelah selang satu jam aku rebahan di kamar tidurku sambil memegangi perutku yang panas karena makan lontong sayur yang super pedas itu. Tiba-tiba ada ketukan pintu dikamarku. Aku tersontak, lalu segera membukanya tapi lagi-lagi tidak ada orang yang kujumpai.

Aku semakin penasaran, aku panggil semua nama-nama penghuni kost tapi tidak ada jawaban. Setelah capek memanggil tiba-tiba ada sesosok bayangan yang masuk kamar mandi aku pun penasaran jangan-jangan ini yang ngerjain aku. Sesampanya di kamar mandi tidak ada siapa-siapa, hanya terdengar nyanyian merdu suara wanita dari kamarku, spontan aku berlari mendekati kamarku, dan ternyata kosong juga kamarku. Kejadian ini membuat aku penasaran dan makin ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, setelah adzan maghrib aku mandi dan berniat mau sholat.

Sebelum langkah kaki ini sampai dikamar mandi tiba-tiba ada sesosok bayangan putih melayang dan menembus tembok kamar mandi. Aku pun terdiam sosok apakah ini, kejadiannya pun berlanjut setelah sholat isya kira-kira pukul 19.30 WIB dan dikost hanya ada aku dan dina aja teman kost di sebelah kamarku, waktu itu ada suara beryanyi dikamar mandi dan aku kira sih itu dina jadi aku tidak seberapa takut.

Tapi setelah nyanyian nya berhenti dina datang didepan kamar aku sambil membawa semangkok bakso. Seketika itu aku bertanya “kamu darimana din barusan nyanyi dikamar mandi itu siapa?” tanya aku. Dina menjawab dengan entengnya aku dari depan ngobrol dengan penjual bakso dari tadi. Aku semakin ketakutan jika mendengar lagi suara wanita beryanyi dikamar mandi dan pada malam harinya. Aku sangat ketakutan jika sosok wanita itu datang didepan pintuku sambil bernyanyi.

Dugaanku benar suara nyanyian itu kembali terdengar didepan pintuku. Tapi rasa penasaran, aku mulai berpikir jangan-jangan dina ini ngerjai aku tapi dugaanku lain, ternyata yang datang adalah seorang “kuntilanak” yang mukanya hancur tak karuan lagi menyanyi didepan kamarku. Aku ketakutan sepanjang malam dan aku tidak bisa tidur malam itu. kejadian itu membuat bulu kuduk merinding semua, dan malam itu terasa panjang sepanjang hidup aku. Sesosok kuntilanak itu mondar-mandir didepan kamarku beberapa kali sepanjang malam itu membuat aku takut dan rasanya mau pingsan diri ini.

Keesokan harinya badan aku panas dan meriang, aku berusaha telepon orang tuaku yang berada dikota lamongan untuk jemput aku pulang karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk bangun dari tempat tidurku. Sampai sekarang kejadian itu sering terjadi dimalam-malam berikutnya dan kini menjadi terbiasa bila kuntilanak itu mondar-mandir didepan kamarku. Tapi kejadian ini belum pernah aku ceritakan pada siapa pun termasuk teman kostku dina, mungkin ini bisa jadi pengalaman berharga dan pelajaran bagi teman-teman yang saat ini lagi ngekost.

Share This: