Suara Pengganggu

Assalamualaikum, selamat pagi para pembaca KCH, dan kakak john. Dwi yang imut alias amit-amit datang lagi nih. Semoga tidak pada bosan melihat nama saya lagi disini. Hari rabu tanggal 15 februari kemarin dwi sedang sibuk. Itu sebabnya banyak pesan yang dwi abaikan, maaf ya. Kalau gak di maafin entar kangen lho sama dwi, *hihi. Oke curhatnya sekian aja, kalau kepanjangan nanti di kritik dan di marah oleh seseorang, *hehe.

Hari rabu kemarin dwi sibuk pindahan, ya walaupun cuma pindahan kamar saja. Pasti gak rempong-rempong amat kan? *Hehe. Sejak pagi mutar-mutar nyari barang baru alias perabotan kamar. Seharusnya sih sudah beres siang itu juga. Tapi ternyata barang di antar sore hari pukul 16:39. Belum acara pasang-pasang barang yang di rakit, jadi hampir maghrib baru mulai beres-beres seperti bongkar barang kamar dan menyapu.

Hingga azdan maghrib tiba belum selesai. Akhirnya saya dan keluarga berhenti untuk pergi shalat. Setelah usai, ibu pergi ke acara mengaji, adik dan kakak sibuk sendiri, suami dan anakku fadly mengantar ibu ke tempat acara. Alhasil saya beres-beres sendirian deh. Dan akhirnya selesai sudah, jam hampir 9 malam. Rasa lelah membuatku ingin lekas tidur di kamar yang baru. Tapi karena belum shalat isya, jadi harus ke belakang ambil air wudhu dan kemudian akan shalat, nah kejadian janggal mulai mengganggu.

Suasana malam itu sepi, gerimis rintik-rintik mulai turun. Ketika sedang asyik memakai mukena tiba-tiba ada suara barang jatuh di luar rumah. Ku lihat dari balik jendela kaca tidak ada apapun di luar sana. Ketika aku membalikan badan dan akan shalat, suara itu terdengar lagi, tapi kali ini seperti suara yang sedang beres-beres atau berkemas barang. Ku lihat lagi dari balik jendela, ku amati setiap sudut pun tidak aku temukan apapun.

loading...

“Heran, padahal suaranya jelas berada di jalan depan rumah sana” gumamku dalam hati. Tapi setiap ku lihat, suara itu berhenti, seolah tahu kalau saya mengawasi. Lalu saya cuekin lagi suara itu, dan kembali untuk segera shalat. Pas sudah takbiratull pertama, suara pengganggu itu kembali lagi. Dan ini benar-benar mengganggu konsentrasiku. Jadi saya shalat tidak khusyuk deh, hingga selesai shalat. Dan saya mencari sumber suara tadi tapi sudah menghilang.

Ketika saya akan tidur dan mulai terlelap ke mimpi indah. Suara pengganggu itu kembali lagi, dan kali ini saya mendengarnya dan mengamati suara itu. Eh ternyata kali ini adalah suara burung yang berada di kolam ikan depan tempat shalat. Ku berpikir ah mungkin itu burung yang usil menerpakan sayapnya. Lalu aku tertawa sendiri di kamar, *haha.