Suara Sesak Nafas

Suara sesak nafas itu sampai kini masih terbayang di dalam benak ku, begini kisahnya. Karena perceraian kedua orang tuaku, aku harus memilih tinggal dengan siapa. Setelah aku putuskan, akhirnya aku memilih untuk tinggal dengan ayah. Dan karena itu juga aku harus pindah dari kontrakan lamaku, karena ayah sudah menemukan kontrakan yang lebih kecil di daerah utara kota Bandung.

Baru saja seminggu tinggal di rumah itu, ayahku diharuskan untuk mengikuti pelatihan bisnis di Garut. Dan aku terpaksa harus tinggal di rumah baru ini sendirian. Dan lucunya pihak ibuku memaksaku untuk tinggal sementara di rumahnya. Tapi aku menolak dengan alasan aku akan mengunjungi beliau sewaktu waktu.

Malam haripun tiba dan ketika aku siap siap tidur aku mendengar suara seorang perempuan sesak nafas dari luar jendela kamarku, ketika aku melihat keluar jendela ternyata tidak ada apa-apa disana mungkin suara tetanggaku, Pikirku. Aku pun kembali ke tempat tidur, aku tersengak kaget ketika aku mendengar suara sesak nafas itu terdengar lagi.

Tapi kali ini suaranya berbeda, suaranya seperti berasal dari dalam kamarku. Aku mencari sumber suara itu, tapi tak ada apa-apa. Dan yang membuatku kaget adalah suara sesak nafas itu berubah menjadi suara cekikikan seorang wanita. Aku langsung menutup badan dengan selimut, suara itu seperti berputar mengelilingi kasurku, dari sebelah kiri, kanan dan belakang. Aku hanya bisa berdoa dan beberapa saat kemudian sepertinya suara itu semakin jauh dan menghilang.

Perlahan aku buka selimutku dan astaga ada seorang wanita dengan rambut yang terurai tidak beraturan, muka yang tidak proporsional, dengan menggunakan pakaian putih kecoklatan seperti tanah. Wanita itu pun membalikan kepalanya kearahku, dan kepalanya berputar 180 derajat kearahku.  Perlahan wanita itu berjalan mundur menjauhiku.

Lalu aku berlari keluar dan berteriak minta tolong dan aku menabrak seseorang yang berbadan besar setelah itu aku tak ingat apa-apa. Aku terbangun dari pingsanku. Aku melihat banyak orang yang mengelilingiku. Aku melihat ayah dan ketika aku menanyakan kenapa ayah sudah pulang lagi, dia bilang ibu yang menelepon nya agar dia cepat pulang karena ibu khawatir dengan keadaanku.

loading...

Kata warga sekitar, ketika aku berteriak meminta tolong wargapun langsung keluar untuk mencari tahu apa yang terjadi padaku. Tapi katanya aku seperti tidak melihat mereka, dan yang kutabrak malam itu adalah ayahku. Setelah kejadian itu ayahku langsung mencarikan kontrakan baru, dan rumah kontrakan itu di biarkan kosong begitu saja.

Share This: