Suara Siulan di Jamban

Assalamualaikum wr wb, sahabat KCH perkenalkan nama aku ongen, asli aku dari Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, sekarang saya lagi merantau ditanah orang “kota Jogja” *ups gak ada yang nanya ya? *hehe. Oh iya, semenjak aku baca KCH, aku jadi tertarik untuk berbagi cerita juga sama sahabat KCH. Ini cerita pertamaku dan ini kisah nyata sewaktu aku masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 5 kalau gak salah sih *hehe. Kisahku ini judulnya, suara siulan di jamban. Karena di kampung aku jambannya itu langsung kelaut gitu dan jamban itu tepat dibelakang rumah temanku sebut saja namanya si babul. Dari pada basa-basi kita langsung saja keceritanya.

loading...

Waktu itu aku bersama 2 temanku namanya si asbul dan babul. Kami bertiga sudah buat janji untuk memancing selepas shalat isya, dirumah si babul itu adalah rumah gantung kalau kami bilangnya disana (pasti sobat ada gambar gimana rumahnya) *hehe. Nah dan rumah temanku itu tepat diatas laut gitu, dan kami bertiga mancing dibelakang rumah tidak jauh dari jamban dan jamban itu disebelah kiri kami. Oh iya jambannya itu lumayan panjang karena ada jembatannya juga jadi jauh dari belakang rumahnya dan tempat kami mancing.

Awalnya sih kami mancing berjalan dengan lancar-lancar saja tidak ada gangguan gitu, sampai jam 10 malam. Nah tiba-tiba hawa disekitar kami tempat mancing mulai tidak enak, temanku yang si asbul itu mulai merasa merinding tetapi aku dan temanku si babul tidak merasakan apa-apa.

Namun tidak lama temanku si asbul itu ngomong mendengar suara langkah kaki disekitar jembatan. Di sekitar jamban dan pintu jamban seperti terbuka kata temanku si asbul itu, aku dan temanku itu awalnya tidak percaya karena kami berdua tahu kalau temanku si asbul itu orang penakut banget gitu. Jadi kami mikir mungkin dia cuma ngarang gitu.

Namun tiba-tiba, suara langkah kaki mulai terdengar lagi dan itu pun kami bertiga mendengar bunyi langkah kaki diatas jembatan jamban, sontak kami bertiga kaget karena suaranya itu keras banget bunyinya. Tidak lama dari suara jembatan di jamban itu berhenti berbunyi terus diikuti dengan suara siulan beberapa kali, suara siulan itu semakin pelan (kalau menurut orang di kampung kami, kalau mendengar suara siulan yang keras berarti dia jauh kalau pelan itu dekat banget sama kita).

Lantas suara itu makin pelan dan tidak berhenti, kami langsung masuk kedalam rumah, tapi kata bapaknya temanku itu bilang kalau ada suara siulan seperti itu bukan lah setan tetapi manusia yang belajar ilmu hitam (menurut di kampung kami seperti itu). Sampai bapaknya temanku itu ajak kami keluar untuk mengeceknya lagi tapi suara siulan itu sudah tidak terdengar lagi dan dari situ kami langsung stop mancingnya.

Itu saja ceritanya, maaf kalau kurang seram. Itu kisah nyataku, masih banyak yang pingin aku ceritakan tapi nanti kita sambung lagi kisah-kisahku yang sudah aku lewati selama ini. Maaf kalau tulisan agak amburadul gitu, maklum baru pertama, *hehe. Salam buat semua.

ongen bastian

All post by:

ongen bastian has write 2 posts