Suara Tangis di Malam Ramadhan

Hai, saya bayu wibisono ini cerita kedua saya tentang suara tangis di malam ramadhan. Semoga cukup seram ya, cerita ini terjadi saat bulan ramadhan tahun kemarin 2015. Saya bekerja sebagai koki di salah satu hotel di daerah Banyuwangi, hotel tempat saya bekerja memang cukup besar dan lumayan menyeramkan saat malam hari. Di hotel ini memang sering terjadi hal-hal aneh begitu kata beberapa karyawan hotel ini.

Salah satunya saya sendiri, saat itu sedang bulan ramadhan dan saya bekerja shift malam di ditemani salah seorang anak PKL. Saat bekerja tidak terjadi hal aneh apapun, malam itupun kami bekerja seperti biasa, menyiapkan makan sahur dan sarapan untuk para tamu hotel. Waktu menunjukan pukul 04.50 semua pekerjaan telah selesai di kerjakan, kami berdua berinisiatif untuk tidur sebentar karena memang mata sudah sangat mengantuk.

Anak PKL mengajak untuk tidur di dapur yang berada di lantai 2 karena di sana ada ruangan khusus namanya “chocolate room” yang memiliki AC, oh iya hotel tempat saya bekerja memang memiliki 2 dapur, dapur di lantai 1 dan lantai 2. Sesampainya di ruangan tersebut kamipun berbaring di atas sebuah meja stainless steel yang cukup besar, baru berbaring sejenak saya terbangun karena ingin buang air kecil.

loading...

Akhirnya saya meminta anak PKL untuk menemani ke toilet. Karena toilet untuk karyawan jauh di lantai ujung, kamipun mencari toilet tamu yang berada di lantai 2. Saat hendak membuka pintu toilet, ternyata pintu toilet tersebut di kunci, karena tidak tahan akhirnya saya mencoba ke toilet wanita dan saat ingin membuka ternyata pintunya terkunci juga. Tapi setelah itu samar samar terdengar suara tangisan seorang wanita dari dalam toilet, bagaimana mungkin?.

Toilet dalam keadaan terkunci, tanpa pikir panjang saya balik badan dan berusaha berjalan santai kembali ke arah dapur di ikuti anak PKL dan sepanjang lorong menuju dapur suara tangisan itu tetap terdengar bahkan makin jelas tetapi saya hanya terdiam berfikir positive mungkin karena ngantuk saya berhalusinasi. Tetapi Pikiran positive itu hilang saat anak PKL berkata seperti ini “Bang, dengar gak bang, ada yang nangis bang, cewek, denger gak bang?”
Pikiran buyar ternyata gak cuma saya yang mendengarkan tangisan tersebut.

Berarti itu bukan halusinasi, berusaha tetap diam, tanpa menjawab pertanyaan tadi saya mempercepat langkah kaki melewati dapur dan langsung ke lift. Sepanjang kami berdua jalan suara tangisan itu mengikuti bahkan makin kencang dan makin dekat seolah “dia” yang menangis tersebut mengikuti kita di belakang, saat sudah ketakutan kami berdua masih harus menunggu lift turun dari lantai 5 dan tangisan itu makin mendekat dan mendekat terdengar sudah sampai lorong di samping lift yang sedang kami tunggu.

Akhirnya pintu liftpun terbuka, kami berdua berlari masuk lift dan cepat cepat menutup pintu lift, di dalam lift kami terdiam berusaha tenangkan diri. Setelah itu saya baru berani menjawab pertanyaan tadi “iya saya denger dek”. Padahal saat itu sudah termasuk pagi karena sudah akan memasuki adzan subuh, sampai saat ini penghuni di lantai 2 sudah banyak yang mengetahui, seorang cewek berbaju putih berambut panjang, karyawan hotel ini biasa memanggilnya “mbak cantik”.

Sekian cerita saya, sebenarnya masih banyak cerita lain dari hotel ini, seperti hantu yang terjun dari lantai 2, penghuni chocolate room, hantu anak kecil yang tertangkap cctv, tangga darurat yang ramai di malam hari, penghuni kolam renang, hantu di loket dan masih banyak lagi, mungkin di lain cerita saya ceritakan, terima kasih salam KCH.

Share This: