Suara Tangisan di Kost

Siapa sih yang tahan? jika tiba-tiba saja di tempat kost yang kamu huni sekarang ini terdengar suara tangisan misterius setiap malam hari. Panggil saja aku Sinta, aku kini baru saja kuliah di sumatera dan aku berasal dari madura yang dimana merupakan tempat kelahiranku. Sebenarnya aku mempunyai keluarga di sumatera, tapi aku tidak mau merepotkannya sehingga aku memilih untuk ngekost saja. Aku juga mempunyai teman yang sama baru masuk kuliah juga namanya Ayu, dia mengajak aku untuk menetap di kost nya biar ada teman.

Lalu aku pun memutuskan untuk ngekost ditempatnya, hari pertama tinggal disana aku langsung berkenalan dengan penghuni kost yang lain. Karena sudah sejak satu minggu yang lalu ayu tinggal di kost dan sudah akrab dengan penghuni kost yang lain. Kami pun saling bertukar cerita sampai akhirnya topik pembicaraan berganti menjadi cerita hantu. Katanya di kost ini ada penunggunya, ada yang pernah beberapa kali melihat penampakan misterius didepan gerbang.

Dan ada beberapa kali yang ketindihan dan yang paling parah ada yang diganggu dengan suara seperti orang merangkak di dinding kamar. Mendengar hal itu aku langsung ketakutan, katanya dulu di kost ini ada mahasiswi yang mengakhiri hidupnya, dia melakukan itu karena hamil diluar nikah dan menurut mereka kamar yang aku tempati sekarang adalah bekas kamar mahasiswi itu. Aku percaya dengan makhluk gaib, tapi mereka tidak akan ganggu kataku kepada mereka.

Aku sebenarnya orang yang penakut, tapi aku sengaja bilang begitu agar mereka tidak menakut-nakuti. Namun kataku itu tidak terbukti aku mengalaminya sendiri. Saat itu malam hari aku mengerjakan tugas dari seniorku, ayu juga baru mengerjakannya malam hari. Tugas ospeknya sangat banyak, sehingga kami mengerjakannya sampai larut malam. Sebenarnya aku dari tadi sudah ingin buang air kecil hanya aku takut ke dalam toilet.

Padahal toilet berada didalam kamarku, karena mendengar cerita anak kost. Aku jadi merinding sendiri, tapi karena sudah tidak tahan lagi aku pun pergi ke dalam toilet. Di dalam toilet aku seperti mendengar suara tangisan, aku kira penghuni kamar sebelah yang menangis tapi ketika aku dengar lebih jelas suaranya berasal dari depan pintu toilet.

Aku langsung berlari keluar karena ketakutan, aku disambut dengan wajah ayu yang keheranan juga dan dia bertanya apakah aku mendengar suara itu. Ternyata ayu juga mendengarnya, kita berdua saling berbagi pandangan dalam diam. Tapi perlahan-lahan suara tangisan itu menghilang, aku dan ayu menghela nafas. Aku mengajak ayu untuk pindah mengerjakan tugas dikamarnya, dia setuju.

Kami langsung membereskan alat tulis dan segera pindah ke kamar ayu. Aku berusaha melupakan suara tangisan tadi, dan fokus mengerjakan tugas. Akhirnya aku menginap di kamar ayu karena tidak berani tinggal sendirian. Kami berdua tidur dengan lelap, tidak ada kejadian apa-apa saat kami tidur. Lalu aku kembali ke kamar pada pagi harinya dan tidak ada sesuatu yang aneh.

Aku dan ayu hendak menceritakan kejadian itu pada teman-teman di kost tapi mereka masih belum pada bangun. Sedangkan aku dan ayu berangkat ke kampus untuk ospek dan mau tidak mau cerita kami pun harus ditunda. Aku tiba di kost jam 9 malam, aku langsung masuk kamar dan berbaring di kasur karena sangat lelah setelah seharian melakukan ospek. Namun, kejadian kemarin kembali terulang saat tengah malam suara tangisan itu muncul lagi.

Waktu itu aku sedang tidur, aku terbangun dengan kaget dan seluruh bulu kuduk langsung berdiri. Aku hanya bisa diam di tempat tidur, karena sangat ketakutan. Suara tangisan itu tiba-tiba berubah menjadi suara orang cekikikan. Aku menutup rapat mataku, aku tidak berani membukanya. Mendengar cekikikannya langsung terbayang dikepalaku adegan bunuh diri. Aku merasakan air mata membasahi kedua pipiku dan tiba-tiba seperti ada suara garukan dibantal.

Aku merasa ada hawa yang aneh di atas kepalaku, seperti ada udara dingin yang berputar di pundak aku. Tiba-tiba pipiku tersentuh dengan benda tumpul, rasanya seperti jari-jari tangan manusia. Jari-jari itu, membelai pipiku perlahan. Aku memejamkan mata sambil terus berdoa, kemudian persis di sebelah telingaku. Aku mendengar suara bisikan, suara itu seperti sedang menenangkan bayi yang menangis.

loading...

Aku penasaran, aku membuka mata dan melihat ke kanan. Ya ampun, disebelahku ada seorang wanita yang sedang berbaring. Wajahnya persis di sebelahku, rambutnya panjang, wajahnya putih pucat dan matanya hitam semuanya. Aku langsung melompat dari ranjang dan terjatuh dilantai. Wanita itu merangkak ke pinggir dan mengintipku dari atas ranjang. Aku sudah tidak kuat lagi menghadapinya, aku langsung keluar kamar dan membanting pintu.

Aku berlari melewati lorong hingga sampai ke depan kamar ayu, aku mengetuk pintu kamarnya dengan keras. Ayu membuka pintu dengan tampak keheranan, aku mendorongnya masuk dan bercerita. Ayu sepertinya tidak paham dengan apa yang ku alami, lalu ayu mengajak aku untuk membangunkan penghuni kost yang lain dan akhirnya kami semua pergi ke kamarku untuk memeriksa apakah hantu itu masih ada dikamarku. Dan ketika sampai di kamar, hantu itu sudah menghilang.

Sekarang aku tidak tidur di kamar itu lagi, dan kamar itu dibiarkan kosong oleh yang punya kost tersebut. Namun kalo aku sedang terjaga dimalam hari, terkadang suara tangisan itu sayup-sayup masih terdengar.

Share This: