Suara Tangisan di Pabrik Roti

Assalamualaikum.Weni lagi disini. Ini cerita ke-3 ku tentang suara tangisan di pabrik roti, semoga tidak bosan yah. Kejadian ini bukan aku sendiri yang mengalami melainkan rekan ku, namun saat kejadian aku berada di TKP bersamanya. Saat itu aku masih bekerja di sebuah cabang pabrik roti “RMY” (sengaja disingkat untuk kepentingan privasi). Kebetulan waktu itu shift malam. Aku bersama ke-8 rekan ku bekerja seperti biasa sembari berbincang ngalor ngidul.

Kira-kira sekitar pukul 23.00 salah satu rekan ku sebut saja Dia (nama asli) merasa haus dan meminta air yang sengaja ku bawa dari rumah dam sebuah botol yang cukup besar. Namun ternyata air di botol yang aku bawa hanya tersisa sedikit, sehingga aku memutuskan untuk mengajaknya mengambil air di sebelah ruang produksi. Sekedar info bahwa di pabrik tempat aku bekerja cukup bebas, kita bisa bekerja sambil bercanda bahkan sambil memakai headset.

Aku bekerja di bagian bungkus, sedangkan ruang produksi berada di belakang dan hanya aktif di shift pagi, jadi kalau malam sangat sepi dan hanya diterangi cahaya lampu remang-remag. Aku bersama Dia berjalan berdua menyusuri lorong yang diapit oven dan kantor pengawas. Kami berjalan santai hingga akhirnya kami tiba di tempat pengambilan air minum yang berbentuk keran. Sesampainya disana aku segera mencuci botol dan mengisinya dengan air.

Disaat air belum mencapai setengah botol, rekan ku Dia yang sedari tadi mendengarkan mp3 menggunakan headset tiba-tiba terlihat ketakutan dan berkata kepadaku.

Dia: As..!! Cepetan!!
Aku: Sek ta.. lapo seh gopoh? (Bentar dong.. ngapain sih buru-buru).
Dia: Aku low krungu suarane wong nangis ndek mesin pia basah. (Aku low denger suara orang nangis di mesin pia basah).
Aku: Mosok? Aku gak krungu iii..(Masak? Aku gak denger tuh).
Dia: Aku low krungu padahal headset ku muni,tak gae pisan!! (Aku low denger padahal headset ku bunyi, aku pake pula).
Aku: Sek.. (Bentar).

loading...

Akhirnya aku bergegas dan segera kembali bergabung dengan rekan yang lain. Memang di ruang mesin bungkus pia basah yang berjarak kira-kira 10 meter dari tempat kami mengambil air banyak yang menyebutnya angker. Bahkan tak jarang yang melihat penampakan. Begitu lah cerita ku kali ini. Semoga menghibur. Wassalamualaikum.

Share This: