Sumi (Sumur Misteri) Part 2

Sebelumnya sumi (sumur misteri). Pemakaman Alia berlangsung sekitar 3 jam, dikuburan, Riski dan kedua temannya merenung, tiba-tiba seseorang menepuk pundak Riski.

“Apa kau dan teman-temanmu pergi ke sumur itu?” ucap gadis itu, Riski pun mengangguk.
“Kau dan teman-temanmu akan mati, tak lama lagi, dia tak butuh waktu lebih dari 3 hari untuk menghabisi korbannya” ucap wanita itu, dia pun pergi meninggalkan pemakaman.

Riski masih bingung dengan perkataan gadis itu, sementara itu Joni mulai menangis, dia lari meninggalkan pemakaman. Dia menuju kejalan raya, Riski dan Tiara pun mengejarnya, namun mereka terlambat, sebuah truk roda enam melindas tubuh Joni dan meremukkan tulang-tulangnya, mulut Joni pun memuntahkan darah. Setelah pemakaman Joni, Riski melihat gadis itu dan memegang tangannya.

“Kenapa kau mengatakan itu tentangku dan teman-temanku, siapa kau?”.
“Namaku Putri, dulu ayahku juga mati karena dia”.

Riski melepaskan pegangan tangannya, Putri pun langsung pergi meninggalkannya. Malam itu Riski tidak bisa tidur, dia memutuskan untuk pergi keluar, menurutnya dengan berjalan-jalan sebentar, dia bisa menenangkan pikirannya. “Apakah aku akan mati?” gumamnya terus-menerus, tak lama kemudian Riski merasa ada yang membuntutinya.

Dia menoleh, ternyata benar, seorang gadis berjubah hitam dengan kapak ditangannya kini berada tepat didepan Riski, gadis itu mengangkat kapaknya, namun sebelum gadis itu membunuh Riski, dengan cepat Riski mengeluarkan pisau didalam sakunya dan melukai tangan gadis itu, gadis itu merintih kesakitan, dia pun berlari menjauh dari Riski.

“Hantu kan tidak bisa berdarah, siapa dia?”. Riski masih penasaran, dia memutuskan untuk mencari orang yang baru saja dia lukai tadi malam. Di jalan, Riski melihat Putri sedang berbelanja dipasar, tangan kanannya diperban, Riski pun segera menghampirinya.

“Ada apa sama tangan lo?” tanya Riski. Putri terlihat kebingungan mencari alasan, dia pun berbohong pada Riski dengan alasan digigit anjing, namun Riski tidak percaya, diam-diam dia pergi kerumah Putri dan masuk kedalam kamar Putri lewat jendela kamarnya.

“Aku yakin, Putri pasti nyembunyikan barangnya disekitar sini” gumam Riski sambil membongkar isi lemari Putri dan menemukan jubah hitam itu, dia juga mencari kekolong kamar tidur dan menemukan kapak disana, tiba-tiba ada yang memegang pundaknya.

“Apa yang kau lakukan didalam kamarku?!” marah Putri.
“Lo yang sudah bunuh teman-temanku kan!”.
“Tidak, itu bukan aku” jawabnya dengan nada datar dan singkat.

“Lalu ini milik siapa?” ucap Riski sambil memperlihatkan jubah merah dan kapak.
“Baiklah, karena kau sudah tahu, aku akan memberitahumu yang sebenarnya” Putri pun mempersilahkan Riski duduk dikasurnya dan mulai bercerita.

loading...

“Namanya Sumi, dia penunggu sumur itu, dulu ayahku dan 2 temannya melemparkannya kedalam sumur itu, ayahku tidak mau ada saksi yang melihatnya sedang merampok rumah Sumi, makanya dia melakukan itu, tapi setelah ayahku membunuh Sumi, teman-temannya mati satu persatu dengan cara yang tidak wajar. Di hari ketiga, ayahku menceritakan semuanya pada ibuku, dan dihari itu juga aku menemukan ayah mati didalam kamarnya, dia gantung diri” Putri berhenti bercerita dan mulai menangis.

“Tapi kenapa, lo simpan kapak sama jubah ini?” tanya Riski.
“Setelah kematian ayahku, Sumi datang padaku dan mengancam akan membunuh ibuku, dia berkata, karena dia tak bisa membunuh ayahku, dia akan membunuh ibuku, aku pun memohon padanya agar tidak membunuh ibuku, dia setuju, tapi dengan syarat aku harus menjadi budaknya, setiap kali dia ingin balas dendam, dia akan menggunakan tubuhku untuk melakukannya” dia menutupi wajahnya untuk menyembunyikan air matanya, Riski mencoba menenangkannya tapi Putri malah mendorongnya.

“Pergilah sebelum Sumi menyuruhku untuk membunuhmu!” marahnya, Riski pun pergi. Di rumah, Riski segera mengemasi barang-barangnya, begitu juga Tiara, mereka buru-buru pamit dan pulang ke kota, ditengah perjalanan, kabut tebal muncul, Putri berdiri ditengah jalan dengan kapaknya. Di samping kanannya ada Alia dengan kepala terbelah dua dan disamping kirinya Joni dengan badannya yang remuk dan mulut penuh darah.

Dia mulai mengangkat kapak itu, Riski pun kebingungan, dia langsung membelokkan mobilnya dan menabrakannya kearah pohon, kepalanya berdarah, begitu juga Tiara. Sementara itu senyum puas terukir diwajah cantik Putri. Selesai

Facebook: Adymas Art
Instagram: @adymas_art

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 79 posts