Sumi (Sumur Misteri)

Malam ini adalah malam jumat, seno pergi ke sumur tua yang berada tidak jauh dari pemukiman, dengan bekal sesajen dia menghampiri sumur itu, dia meletakkan sesajen dipinggir sumur.

“Sumi, aku datang membawa sesajen, aku punya satu permintaan yaitu kau harus membunuh sri karena dia menolak cintaku”, angin pun berhembus, tiba-tiba seno merasa ada yang menyentuh pundaknya. Dia pun menoleh, seorang gadis dengan jubah hitam mendorongnya kedalam sumur, gadis itu pun tertawa. “*Hihihi, sesuai perintah”.

*Tok, tok, tok, sumi mengetuk pintu rumah sri. “Siapa sih, malam-malam begini ketuk-ketuk pintu, jangan-jangan hantu” ucap sri ketakutan. Dia tak jadi membuka pintu, “tolong, tolong aku, buka pintunya” ucap sumi, akhirnya sri pun membuka pintunya, didepannya berdiri seorang gadis dengan jubah hitam membawa kapak, diayunkannya kapak itu kearah leher sri, kepala sri pun putus, darah bercucuran dari lehernya. Pagi itu semua berkumpul didepan rumah sri untuk melihat jasadnya, begitupun pak lurah.

“Pak lurah, ada tamu yang mau menemui bapak” ucap asisten pak lurah, pak lurah pun pulang menemui tamunya, ternyata tamunya itu adalah keponakannya sendiri.
“Ada apa riski, tumben kesini?” riski pun menyalami tangan pakdenya.
“Begini pakde, saya sama teman-teman mau kemping disini untuk beberapa hari, boleh kan pakde?”.

“Boleh, tapi kamu jangan dekat-dekat dengan sumur yang ada disana ya”.
“Ya pakde, tapi kenapa?” tanya riski.
“Sudah banyak warga yang menjadi korban dari sumur itu nak, sumur itu ada penunggunya”.

loading...

Riski hanya mangut-mangut mendengar perkataan pakdenya. Tak lama kemudian 3 temannya sudah datang, dua perempuan bernama Alia dan Tiara dan satu laki-laki bernama joni, mereka berempat pun membangun tenda ditempat yang tak jauh dari pemukiman warga, sepuluh meter dari tenda mereka terdapat sumur tua yang angker.

“Lo semua jangan dekat-dekat sama sumur itu, kata pakde tempat itu angker”.
“Sejak kapan lo percaya sama begituan ris?” ucap Joni, dia tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan Riski.
“Lo pikir aku percaya, aku cuma gak mau ada masalah saja, pokoknya kalian harus jaga sikap dan jaga omongan, kita bukan orang sini jadi gak boleh macam-macam, ngerti?”.
“Oke” jawab mereka singkat.

Malam pun tiba, Riski dan teman-temannya bernyanyi bersama didepan api unggun, setelah cukup malam, mereka lebih memilih tidur direrumputan dari pada tidur didalam tenda, angin malam yang dingin dan pemandangan bintang-bintang yang indah membuat mereka terlelap dengan cepat. Di tengah malam, Joni terbangun karena kebelet buang air, dia kebingungan mau buang air dimana, dia pun lari kearah sumur tua dan segera buang air disampingnya, dia pun mengambil air disumur menggunakan kerekan, saat joni melihat airnya yang berwarna merah darah, joni pun pingsan.

Pagi itu Riski dan teman-temannya mencari Joni, mereka meneriaki nama Joni namun tak ada sahutan, mereka pun mencari Joni didekat sumur dan mereka pun menemukannya tergeletak dipinggir sumur. Mereka pun membawanya ke tenda, setelah sadar mereka bertanya pada Joni, namun Joni malah diam, diwajahnya dia terlihat sangat ketakutan namun dia tak mau berkata sepatah katapun.

Hari pun berganti, malam ini Alia mengadakan uji nyali bersama didekat sumur misteri itu, Riski pun menolak, tapi Alia memaksanya dan mengatakan Riski penakut, akhirnya Riski pun setuju. Mereka berempat pun pergi ke sumur itu, mereka membentuk lingkaran dan bergandengan tangan mengelilingi sumur itu, setelah itu mereka pun menutup mata.

“Kami datang untuk uji nyali, jika kamu bersama kami, berikanlah tanda” ucap Alia, lalu ketiga temannya pun mengulang kalimat yang sama, tak lama kemudian agin berhembus kencang, daun-daun berguguran. Alia mulai merasa tidak nyaman, dia pun membuka matanya dan melongok kedalam sumur, dia melihat air sumur itu bergejolak, sesuatu keluar dari sumur itu, seperti rambut kemudian kepala lalu tangan, Alia ketakutan, dia melepaskan pegangan tangannya dan berteriak.

“Lari”, semua orang pun berlari menuju tenda mereka masing-masing, didalam tenda, Alia memeluk Tiara yang ketakutan setengah mati, Alia pun melihat siluet tubuh seorang gadis dengan kapak ditangannya. Dia semakin mendekat, dia pun mengayunkan kapaknya dan merobek tendanya, Alia dan Tiara berteriak histeris, tak lama kemudian hantu itu pun pergi. Pagi itu mereka berempat membereskan barang mereka, dan pergi menuju kerumah pakdenya riski, ditengah perjalanan, Alia melupakan sesuatu.

“Guys, ponselku ketinggalan disumur kemarin” ujar Alia panik.
“Aku bakal temanin lo kesana, ok” ucap joni, namun Alia menggeleng.
“Gak usah, aku ambil saja sendiri” Alia pun kembali ke sumur itu.

Sesampainya dia disana, dia langsung mengambil ponselnya dan bergegas untuk pergi. Namun saat dia menoleh, Sumi langsung menghujamkan kapaknya kearah kepala Alia dan membuat kepalanya terbelah dua, sementara itu Riski dan teman-temannya menunggu Alia yang tidak juga kembali. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke sumur, sesampainya disana, mereka shock sekaligus sedih atas tragisnya kematian Alia. Bersambung ke sumi (sumur misteri) part 2.

Facebook: Adymas Art
Instagram: @adymas_art

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,…….
suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add
Fb: Adymas Art
Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 98 posts

Please vote Sumi (Sumur Misteri)
Sumi (Sumur Misteri)
Rate this post