Sumpah

Hai hallo guys sobat reader setia KCH. Gina akan selalu membagikan kejadian seram atau lucu yang aku alami sendiri, keluarga dan kawan seperjuangan hidup dan mati *hihi. Kali ini aku akan membagikan kejadian yang di alami oleh kawan seperjuangan pas SMA, kalau kalian baca kejadian di rumah Abel mereka bukan teman-temanku saja, tapi masih ada yang lain.

Tapi cuma tiga anak ini yang mengalami, marilah kita sambut Vargha alias si Bakpao, Abel alias si udel dan Kiki ya ki saja gak ada panggilan spesial karena kalau spesial itu hanya nasi goreng yang telornya 2 *hihi maaf ya terlalu banyak basa-basinya. Langsung saja ya *cuz.

Kejadian ini terjadi pada tahun 2013, jadi si Bakpao ini ngundang Ki dan Udel untuk main ke rumahnya karena orang tuanya hari ini lagi lembur (orang tuanya bakpao kerja di tempat pekerjaan yang sama, jadi kalau lembur juga harus sama-sama) *hehe karena dia anak tunggal, jadi kalau orang tuanya lembur ya begini, dia harus wara-wiri cari kawan takut di rumah sendirian.

Singkat cerita mereka pun yes saja dan pergilah ke rumah si Bakpao dengan berjalan kaki. Waktu itu kebetulan si Ki yang biasanya bawa motor gak bawa karena motornya di service ke bengkel, akhirnya siang bolong harus jalan kaki, padahal rumahnya si Bakpao lumayan jauh, di tengah jalan mereka asik bercerita dan saling jahil menjahili (yang paling jahil ini si Kiki).

Sampai suatu ketika kiki yang jahil bilang ke mereka kalau disana itu ada kuntilanak yang lagi nongkrong di atas pohon duku (ketika itu jalanan kecil sepi. Hanya ada mereka yang lewat dan di kanan kiri jalan arah rumah Bakpao masih banyak pepohonan gede-gede dan ilalang bahkan ada tiga buah kuburan. Tapi karena siang bolong, mereka gak takut lewat situ) dan ketika Bakpao dan Udel melihat ke arah yang dituju, tidak ada apapun tapi si Kiki ini bilang ada, lagi nongkrong lihatin kita.

Si Kiki ini sok-soknya disini jadi indigo. Padahal mereka semua tahu kalau di antara mereka, hanya aku yang punya kelebihan itu jadi si Bakpao dan Udel pun gak percaya begitu saja, Kiki berusaha untuk meyakinkan, mereka tetap *kekeh untuk mengatakan tidak “pada korupsi” (bercanda). Jadi mendengar teman-temannya yang merengkel, kiki pun sampai mengatakan “iya sumpah, aku lihat tuh kuntilanak. Lihatin kita dia sekarang. Sumpah deh benaran. Kalau gak percaya ya sudah”.

Akhirnya Udel dan Bakpao percaya juga. Singkat ceritanya lagi, setelah menemani Bakpao seharian di rumah sampai orang tuanya pulang, mereka berdua (udel dan kiki) akhirnya pulang tengah malam jam 7 dan di antar oleh ayahnya Bakpao menggunakan motor, alhasil mereka tarik 3 *hehe untung saja gak ada polisi ya, kalau sampai ada bisa kena tilang tuh.

Udel posisinya di tengah karena badannya yang kurus sedangkan kiki di belakang karena badannya bohay dan aduhay *yuhu dan ayah si bakpao yang ngendarain. Jadi ceritanya pas lagi mau jalan pulang, ayahnya bakpao entah kenapa memilih lewat jalan yang mereka lewati tadi siang, (aku kira sih karena mungkin tarik tiga jadi ramai) selain itu jalan cukup angker, itu jalan juga jalan motong, jadi lebih cepat sampai.

loading...

Ya ketika berada di jalan itu tiba-tiba si Kiki melihat pohon duku yang tadi di jahilinnya sok-sok pakai lihat setan disitu, dia lihat putih-putih terbang mengelilingi pohon itu dan dia kira itu apaan, pas di lihatnya lagi “wah!” itu *wak kunti. Dan parahnya lagi bukan hanya di nampakan tapi si kiki malah di pegang pundaknya dari belakang. Kala itu lagi naik motor dan dia paling belakang jadi siapa yang pegang pundaknya, ya siapa lagi kalau bukan si *wak kunti dan pas di pegang, si Kiki gak bisa ngomong minta tolong sama si Udel yang pas ada di depannya apalagi melihat kebelakang.

Dia gak berani sama sekali. Jadi dia diam saja di motor kayak patung dengan muka pucat sampai akhirnya ayah si Bakpao keluar dari jalan angker itu dan masuk ke jalan yang ramai orang-orang dan paling gokilnya disini pas di ramai orang, si Udel mulai merasa kok dia merasa kayak ada yang hangat-hangat basah gitu kemudian dia nyuruh ayahnya Bakpao berhenti di persimpangan jalan dan saat turun dari motor ternyata si Kiki buang air kecil di motor akibat di pegang pundaknya sama *wak kunti.

Karena persimpangan itu ramai kedai-kedai dan orang yang berjalan kaki, akhirnya mereka semua melihat kalau Kiki buang air kecil di motor “ih, sudah besar kok buang air kecil, gak malu tuh sama seragam” *soek. Mendengar cerita dari Udel, kami semua pun tertawa terpingkal-pingkal sampai ada yang sesak nafas.

Pesan dariku, jangan pernah menyebutkan kata sumpah di sembarangan tempat bisa saja sumpah yang maksud kamu hanya untuk candaan malah jadi kenyataan. Bisa-bisa kacau balau. Makan nasi pakai ayam. Makan nasi pakai mie. Dua kali nambah, *hehe sekian, thanks.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts