Surat Masa Lalu

Sebuah kotak yang ku tulis, aku berharap akan ada seseorang yang mengungkap beberapa tragedi kesedihan, keanehan, ketakutan dan lain-lain. Itu adalah permohonan dari seorang gadis, dia menulis rahasia yang selama ini selalu dia pendam sangat dalam dalam dirinya yang selalu sendirian. Kotak dengan warna hitam itu menyimpan surat yang ingin dia beri tau kepada satu-satunya sahabatnya, aku.

“Devina kenapa, sekarang lo sudah nggak ada gimana gue bakal jalanin hidup gue tanpa lo?”. Suara tangisan itu yang terdengar di sela suara hujan yang turun dengan deras, aku menangisi kepergian kawanku yang terbaik, ia hanya memberiku sebuah kotak hitam yang selalu dia bawa kemana-mana. Dia mengatakan “tolong.. huk.. huk.. buka rahasia ini ke semua orang. Huk.. huk.. tolong” dengan perut tertusuk pisau belati ia pergi ke tempat yang sangat jauh di angkasa sana.

loading...

10 tahun kemudian.

“Kletek…” suara sebuah kotak kaleng yang terbuka “aku akan penuhi pemintaan mu” ucapku dengan mengambil salah satu surat yang berada dalam kaleng itu dengan hati-hati ku buka surat dengan amplop berwarna merah, ku baca isinya. “Jika kau membaca surat ini pasti aku telah mati bukan? Raina tolong cari sesuatu yang selalu gue sembunyiin dari semua orang, carilah sebuah buku yang menyimpan rahasia tentang mengapa aku mati dan tentang mengapa aku hanya tinggal sendiri, tolong cari buku itu tapi jangan lukai siapapun. Carilah buku itu di sebuah kota yang sepi di rumah seseorang yang tak orang tau. Tolong. Devina”.

Membaca itu aku sangat ingin menemukan buku yang menyimpan semua hal ini. Dengan bergegas ku ambil koper merah dan memasukkan semua pakaianku ke dalamnya, ku bawa bekal dan banyak lagi “Tungulah aku akan segera mencari tau misteri itu”.

Share This: