Suster Jam 2 Malam

Kejadian ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu. Seorang ibu berusia 55 tahun bernama Aminah terbaring sakit dan dirawat di sebuah rumah sakit ternama di Kota Tulungagung, Jawa Timur. Ia menderita penyakit liver yang sudah parah. Mata dan kukunya sudah berwarna kuning dan dokter berpesan kepada keluarga agar ikhlas dengan apapun yang terjadi, karena penyakit nenek ini sudah kronis dan keluarga terlambat membawanya ke rumah sakit.

Sementara itu, keluarga hanya bisa menerima dan pasrah akan apa nasehat dokter, dimana keluarga tidak bisa membawanya ke rumah sakit lebih awal karena harus menunggu anaknya yang menjadi guru di Malang mengantarkan uang. bu Aminah ini di rawat di ruang kelas VIP agar mendapatkan perawatan intensif, mengingat sakitnya yang terlalu parah. Pagi, siang, sore dan malam para petugas perawat datang memeriksa sesuai jadwal rumah sakit.

Bahkan pada malam hari ia mendapatkan pemeriksaan dua kali oleh petugas suster, yaitu pada jam 7 malam selepas isya dan jam 2 malam dini hari. Setiap jam 7 malam, ibu Aminah selalu diperiksa oleh dokter dan di ikuti oleh beberapa perawat atau suster. Dan pada jam 2 malam, ia hanya diperiksa oleh seorang perawat saja yang sudah berumur tua, sekitar 55 tahun sama seperti ibu Aminah. Namun meskipun sudah tua, suster yang satu ini masih menampakkan wajah yang cantik dan bersih.

Suster tua ini selalu memberikan suntikan serta obat yang diminumkan ke ibu Aminah. Karena suster tua ini datangnya setiap jam 2 malam, maka pihak keluarga yang menunggu tidak pernah tahu ia memeriksa ibu Aminah. Tetapi yang tahu hanya ibu aminah saja. Pemeriksaan suster tua ini tidak berlangsung lama, hanya sekitar 5 menit saja. Ia hanya datang dan langsung menyuntik serta meminumkan obat saja sambil tersenyum kepada ibu Aminah, lalu pergi setelah mengusap wajah ibu Aminah dengan tangannya yang halus dan lembut.

Begitu pengobatan yang ia lakukan setiap malam terhadap ibu Aminah. Tim dokter setiap hari terus menasehati pihak keluarga agar senantiasa bersabar dan ikhlas akan apapun yang terjadi, mengingat perkembangan kesehatan ibu Aminah ini kian memburuk dari hari ke hari. Namun, pada hari ke tujuh tim dokter terkejut ketika mendapati ibu Aminah tampak segar bugar.

Dari hasil pemeriksaan, ibu Aminah diketahui kondisi kesehatannya mulai membaik. Pihak keluarga senang mendengarnya, air mata semua anggota keluargapun mengalir dengan deras saking senangnya mendengar keterangan dokter ini. Akhirnya pengobatan tambahan yang dilakukan oleh suster tua pada jam 2 malam itupun mulai berhenti pada malam berikutnya, yaitu malam ke delapan. Dan besoknya tim dokter tambah terkejut lagi ketika melihat ibu Aminah tampak lebih segar bugar dari kemarin, dan bahkan hari ini seperti bukan pasien, ia tampak benar-benar seperti orang sehat.

loading...

Lantas ibu Aminah menanyakan kepada dokter dan para perawat yang memeriksanya pada jam 7 malam seperti biasanya itu, kemana suster tua yang selama ini selalu mengobatinya pada sekitar jam 2 malam. Ibu Aminah ingin mengucapkan terima kasih kepadanya. Namun dokter dan para perawat terkejut mendengar pertanyaan ibu Aminah. Karena sesuai jadwal rumah sakit, tidak pernah ada pemeriksaan yang dilakukan oleh suster maupun dokter pada jam 2 malam.

Dan yang lebih terkejut lagi, di rumah sakit itu tidak ada suster tua yang berumur sekitar 55 tahun. Semua suster di rumah sakit itu rata-rata masih muda, dan bahkan para dokter di situ juga masih muda, di bawah 50 tahun. Akhirnya, baik dokter dan perawat serta semua keluarga menjadi merinding, ternyata suster tua yang ditanyakan oleh ibu Aminah tersebut adalah suster hantu.

Suasana menjadi tambah merinding seketika karena pada saat itu adalah jam 7 malam, dimana ibu Aminah mengatakan bahwa suster tua itu selalu datang dari arah selatan, dan padahal arah selatan itu bukanlah ruang perawat, melainkan kamar mayat. Ternyata suster tua yang selalu mengobati ibu Aminah selama 7 malam berturut-turut itu adalah hantu yang tinggal di kamar mayat.

Namun ibu Aminah tidak takut, bahkan ia ingin bertemu lagi dan akan mengucapkan berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada suster hantu itu atas jasa-jasanya selama ini telah menyembuhkan penyakitnya. Namun suster tua yang ternyata hantu itu sudah tidak pernah kembali lagi menjenguknya. Kini ibu Aminah semakin sadar tentang kekuasaan Allah bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin baginya. Allah bisa menyembuhkan penyakit apapun dengan segala cara, termasuk memerintahkan makhluk halus untuk menyembuhkan penyakit yang di deritanya.

Share This: