Taman Angker

Waktu itu aku masih duduk di sekolah dasar, aku di ajak mamaku ke rumah nenek. Kebetulan waktu itu lagi liburan semester, kata mamaku aku di suruh nemenin nenek selama liburan. Awalnya aku menolak karena rumah nenek itu di desa terpencil, lagi pula di sana selalu sepi tapi akhirnya aku mau juga setelah di kasih tau mama kalau nenek punya taman yang bagus di belakang rumahnya.

Setelah sampai di rumah nenek mataku langsung tertuju pada sebuah taman yang luas dan indah, namun di sebelah taman itu ada kuburan. Oh iya aku pernah di kasih tau nenek kalau kuburan itu angker banget dan di anggap keramat. Makanya nggak ada orang yang berani masuk wilayah itu tapi meskipun begitu sama sekali tidak membuatku takut, aku malah ingin cepat-cepat pergi ke taman itu, aku langsung saja minta ijin mama untuk melihat-lihat taman itu.

Tapi nenek langsung melarangku mendekati taman itu katanya ini sudah sore, tidak baik pergi ke taman itu di sore hari. Akhirnya aku menurut saja lagipula waktu itu aku lelah banget kemudian aku pergi ke kamar lalu tidur. Jam 1 malam aku terbangun karena mendengar suara orang seperti menjerit-jerit lalu aku membangunkan nenek yang tidur disebelahku tapi nenek malah menyuruhku untuk tidur lagi.

Katanya itu mungkin suara burung hantu, aku percaya saja maklum waktu itu aku masih kecil. Jadi gampang percaya gitu saja. Esoknya sekitar pukul 6 pagi aku main ke taman itu sebenarnya nenekku melarangku pergi kesana tapi karena aku anaknya bandel jadi aku diam-diam pergi ke taman itu. Sampai di taman itu suasana mendadak mencekam apalagi kabut masih menyelimuti wilayah itu, tapi nggak tau kenapa waktu itu aku malah duduk di kursi taman sambil menyanyi.

Saat itu nggak ada orang sama sekali, lalu tanpa sengaja aku nengok ke kuburan itu di sana aku melihat ada seorang nenek yang lagi jalan di situ. Aku kira itu nenek jadi aku panggil saja tapi astaga! Ternyata setelah dia nengok wajahnya tuh pucat. Badannya keriput, pokoknya seram banget, mungkin kira-kira nenek itu sudah berusia ratusan tahun.

loading...

Setelah itu aku langsung lari sambil panggil-panggil nenek. Sampai di rumah aku langsung di marahi nenek gara-gara aku pergi nggak minta ijin dulu. Aku lalu menceritakan kejadian tadi, nenek aku langsung menasehati aku jangan pernah pergi ke taman itu sendirian karena itu sangat bahaya. Aku hanya mengangguk sambil menangis.

Malam harinya aku kembali terbangun, bukan karena mendengar suara jeritan itu tapi karena aku ingin ke toilet, tapi aku masih takut dengan kejadian tadi pagi. Aku langsung bangunin nenek buat antarin aku. Toilet di rumah nenek terletak di samping dapur, tepat di depan taman angker itu. Sebenarnya aku agak takut mau masuk, habis toiletnya gelap.

Cuma ada penerangan dari dapur, lagian juga penutupnya masih menggunakan anyaman bambu jadi keadaan di luar kelihatan semua meskipun samar-samar. Aku beranikan masuk karena sudah kebelet banget, aku mencoba untuk tidak melihat sekeliling. Tapi tiba-tiba aku mendengar suara orang nyanyi-nyanyi gitu, lalu aku mengintip mencari sumber suara itu.

Aku melihat ke taman ternyata ada wanita separuh baya yang lagi gendong bayi duduk di ayunan. Aku sempat bingung malam-malam gini kok ada orang bawa bayi keluyuran di taman, aku terus lihatin dan semakin aku lihatin wanita itu berubah menyeramkan dan bayi yang di gendong itu ternyata dibungkus kain kafan seperti pocong.

Aku langsung keluar dari toilet itu dan memeluk nenek sambil nangis, setelah kejadian itu aku sakit selama 5 hari dan setelah cukup besar aku di kasih tau katanya di taman itu dulu memang pernah ada orang yang di bunuh dalam keadaan hamil dan pembunuhnya belum di temukan sampai sekarang, sejak kejadian itu aku tidak berani ke taman angker itu lagi.

KCH

Novita

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Novita has write 2,694 posts