Tangan Berkulit Halus

Assalamualaikum hai aku ari, aku masih punya beberapa kisah nyata yang pernah terjadi di sekelilingku tentu ini bukanlah hal yang aneh lagi di kalangan umum. Aku menulisnya dengan judul tangan berkulit halus. Masih bertema makhluk tak kasat mata beserta misterinya yang terkadang menghadirkan tanda tanya. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda soal hal-hal mistis tapi tetap pada intinya mereka hanyalah makhluk ciptaan Allah juga seperti kita.

Di kisah ini aku adalah pemeran utamanya. Tentu saja kali ini aku sendiri yang mengalaminya. Pada pagi itu langit tidak memberikan tanda-tanda akan turun hujan, hanya saja aku tak bisa menikmati suasana pagi yang cerah itu di karenakan aku kerja shift 1 dan masuk pagi-pagi sekali. Pukul 06:00 aku harus sudah sampai di area kerja. Oleh karena itu seusai shalat subuh aku langsung berangkat kerja tanpa merasakan hangatnya matahari pagi di perjalanan.

Aktivitas hari itu berjalan normal seperti biasa. Orang-orang dengan kesibukannnya menghiasi pagi ini yang seakan menyapa. Ada yang sedang buang sampah, ada yang sedang memanaskan mesin sepeda motor, ada yang membuka pintu warungnya, ada yang duduk bersama kopi dan rokoknya, lalu aku dan motorku yang melintas di depan mereka. Tentu itu beragam. Sekilas aku bertanya apakah mereka memiliki beban? Mungkin sebagian iya.

loading...

Lagi pula tiada manusia tanpa di uji. Aku selalu berharap agar Allah melancarkan segala urusan hamba-hambanya. Saat itu aku merasa tubuhku kurang fit mungkin karena kurang istirahat karena tidur terlalu malam. Tapi meski begitu pekerjaanku berjalan dengan baik sampai akhirnya jam pulang kerja menyapaku. Aku langsung menuju loker untuk mengambil barang-barangku lalu segera pulang.

Aku merasa semakin lelah. Belum lagi energi yang di gunakan saat di jalan raya di mana aku harus fokus pada pengendara lain yang terkadang belok mendadak. Saat sampai rumah, aku menghabiskan waktu siang itu dengan beristirahat sejenak sambil menunggu sore. Karena sore itu aku ingin berkunjung ke rumah temanku untuk ngopi. Aku berbincang-bincang obrolan ringan sampai akhirnya suasana sudah semakin larut malam dan aku segera kembali pulang.

Sejauh ini tak ada hal yang menarik. “Sepertinya hidupku sangat monoton dan membosankan. Aku ingin melakukan hal yang besar” pikirku. Setelah tiba di rumah aku merebahkan tubuhku ke kasur dengan posisi lurus menghadap ke langit-langit atap rumahku sambil perlahan mataku menyayup dan terpejam. Saat perjalanan menuju mimpi mungkin bisa di sebut gerbang mimpi karena kesadaranku masih ada meski sedikit. Tiba-tiba aku di kejutkan dengan perasaan geli di pinggang bagian kanan tepatnya di kulit yang membungkus tulang rusuk.

Aku merasa salah satu jarinya menusuk pelan di salah satu sela rusukku sampai terasa sangat geli. Aku kembali membuka mataku dan memutar bola mataku ke bawah (ke arah kaki) dan tak aku sangka, aku melihat cahaya berwarna biru yang terbang ke atas dari arah tubuhku. Cahaya itu berbentuk garis melengkung seperti gelombang air yang berasal dari tetesan air di mana saat lengkungan cahaya itu semakin terbang ke atas maka akan semakin pudar lalu menghilang dan di ikuti gelombang susulan di belakangnya yang terus mengalir ke atas.

Saat itu rasanya berbeda dengan biasanya. Hawanya tidak menakutkan bahkan aku tidak merasakan tatapan kebencian yang membuat merinding dan panik seperti kuntilanak yang pernah memelukku. “Apakah ini yang di sebut aura positif?”. Tanyaku yang sebenarnya hanya lewat dalam pikiranku tanpa sempat terucap dalam hati. Tentu aku tidak tahu soal aura negatif dan positif. Aku tidak bisa menyimpulkannya.

Aku terus memperhatikan cahaya biru itu sementara pinggangku masih terasa geli. Sambil tubuh terasa berat perlahan aku bisa menggerakan tangan kiriku untuk memeriksa apa yang ada di pinggangku hingga aku menyentuh sebuah punggung tangan yang dari tadi mendaratkan telapaknya di pinggangku. Ya! Aku benar-benar memegangnya. Kulitnya sangat halus dan tangan itu juga berbentuk cahaya berwarna biru dan itu adalah tangan seorang wanita.

Aku melihatnya tapi tidak secara langsung. Tapi aku sangat yakin kalau seperti itulah yang aku lihat. Saat itu aku seperti memiliki 2 pandangan mata yang berbeda “apakah yang satunya ini mata batin?” tanyaku. Aku sama sekali belum mengerti. Aku langsung mengangkat tangan itu tapi berat sekali. Aku berfikir kalau ini percuma meski aku kerahkan semua tenagaku. Aku menarik nafas panjang dan merileksasikan diri. Aku pasrahkan pada Allah Sang Pencipta. Aku berharap semua akan baik-baik saja.

Ketika hatiku tenang, tangan itu terangkat dan ketika ketenanganku terganggu tangan itu kembali ingin mendarat ke pinggangku. Tarik ulur terjadi beberapa saat sampai akhirnya aku bisa melepaskannya dan tubuhku kembali bisa bergerak bebas. Lalu aku bangun dengan posisi duduk dengan kaki masih lurus ke depan. Aku memastikan kalau barusan bukanlah mimpi. Memang bukan! Aku yakin mataku terbuka sejak hal itu terjadi.

Aku langsung bangun dan pergi ke kamar kakakku. Aku tidur bersama kakakku sampai hari esok tiba dan kembali menjalani rutinitas. Tat kala aku bercerita kejadian itu pada saudaraku. “Ya! Itu jin cewek, dia suka kali sama kamu” kata saudaraku sambil nyengir canda. Aku pun membalas candanya. Setelah itu berlalu akhirnya semua kembali berjalan seperti biasa.

Itulah kisah nyata yang aku alami dan aku senang berbagi di sini. Semoga kita semua selalu di lindungi Allah dari hal-hal yang buruk. Amin. Saya mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan. Dan terima kasih sudah mau baca. Wassalam.
Fb: Saladin

KCH

Ari

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Ari has write 2,678 posts

loading...