Tangan di Jendela

Kembali lagi nih menceritakan kejadian yang terjadi dirumah teman. Waktu itu malam hari dan kebetulan temanku cuma berdua dirumah yang mereka tempati waktu kuliah dulu. Saat itu dia (temanku) sedang nyetrika diruangan belakang dekat pintu keluar rumah dengan posisi membelakangi pintu, disamping pintu ada sebuah jendela dan di dinding sebelahnya terdapat kaca yang cukup besar yang membatasi ruangan itu dengan ruang tengah.

Kejadiannya terjadi sekitar jam 11 malam, waktu itu adiknya meminta ijin untuk nonton acara musik kesukaannya ditetangga sebelah rumah, maklumlah gak punya televisi dirumahnya (kasihan). Dia pun mengiyakan dan melanjutkan menyetrika baju-bajunya yang menumpuk karena sudah seminggu dibiarkan saja (maklum anak kuliahan) gak terurus, mau ke laundry sayang uangnya katanya mending nyuci sendiri lebih hemat dan uangnya bisa pakai makan sama beli rokok (*hehe).

Selang setengah jam kemudian dia merasakan kondisi rumah dan lingkungan sekitar rumahnya sepi sekali terasa suasananya mecekam seolah-olah tidak ada suara atau suara dari luar seolah gak bisa terdengar. Agak-agak merinding juga sih (katanya) tapi mau gimana lagi baju yang disetrika banyak dan harus diselesaikan biar besok tampil rapi dikit (*hehe).

Tiba-tiba dia mendengar dikaca dekat pintu seperti digaruk dari atas ke bawah, dengan reflek dia langsung melihat kearah kaca, tapi yang terlihat cuma telapak tangan yang menempel dan bergerak dari atas kebawah. Awalnya sih kaget tetapi dia mengira itu adalah ulah adiknya yang mau ngerjain di saat sedang nyetrika. Jadi dicuekin saja dipikir entar juga bosan dan keluar sendiri.

Beberapa saat kemudian kembali terjadi suara kaca digaruk dan ketika menoleh dia melihat telapak tangan dengan wajah seorang wanita yang terlihat samar-samar (karena gak pakai kacamata, makanya terihat samar-samar). Dia berteriak kearah kaca dan memanggil nama adiknya dan bilang “jangan bercanda kayak gitu malam-malam begini, kamu jangan coba-coba nakutin aku, gak lucu tahu”. Tapi dari arah luar tidak ada tanggapan sama sekali.

Beberapa kali kejadian itu selalu berulang dan berulang, dan akhirnya kesabarannya sudah habis, dia segera melangkah beranjak dari tempatnya menyetrika menuju pintu untuk mengecek kenapa adiknya bercanda sampai segitunya. Tepat selangkah sebelum membuka pintu tiba-tiba pintu itu terbuka dan dia langsung menghentikan langkahnya (keget katanya), tetapi hatinya lega ternyata yang membuka itu itu adalah adiknya. Teringat kejadian yang dia alami tadi langsung saja dia marah-marah pada adiknya.

Si adik yang gak merasa bersalah tentu saja membela diri dan mengatakan “kakak bercanda ah, aku kan baru saja sampai habis nonton, kalau gak percaya tanya saja sana disebelah” dia pun tersentak dan berkata “lah terus tadi itu siapa yang garuk-garuk jendela, aku pikir kamu iseng nakutin aku” kemudian dia menceritakan apa yang dialami sebelum adiknya pulang.

loading...

Si adik pun jadi ikut merinding mendengar penjelasan kakaknya dan dengan buru-buru dia masuk kerumah sambil bilang “kak entar aku tidur dikamar kakak, kakak tidur dikamarku ya”. Sambil berlalu langsung masuk kekamar. Dia cuma terdiam, tersenyum kecut kemudian menghela nafas panjang melihat adiknya berlalu, sambil bergidik ngeri dia melihat kearah kamar adiknya yang pintunya berhadap-hadapan dengan pintu belakang itu. Sekian.

Yandi Lalu

yandi

You Shouldn't Read Alone (english) » Ndak Bae Mece Mesak-Mesak (sasak) »Suka Segala Sesuatu Tentang Pesawat Khususnya Pesawat Tempur.» Menulis itu tidak mudah, jadi bagi yang ingin membagikan ceritaku sertakan nama penulisnya, karena menulis tidak semudah copy paste.» Ceritaku Orisinil kecuali yang bersumber dari link yang ditautkan diakhir cerita.»Facebook - Yandi Lalu »Instagram - @yandilalu

All post by:

yandi has write 87 posts