Tangga Dekat Laboratorium Sekolah

Ini kisah nyataku dan aku masih ingat betul kejadiannya saat itu sekitar 2 tahun yang lalu ketika aku masih duduk dikelas 2 SMK. Semua berawal dari mengerjakan tugas sekolah sampai larut malam bersama temanku. Mungkin ini bisa jadi sebuah pelajaran penting ketika kita berada di sekolah sampai larut malam lebih tepatnya di laboratorium sekolah.

Waktu itu tepat jam 1 siang, aku bersama teman yang lain sedang asyik belajar di laboratorium sekolah dan waktu pun berjalan tanpa terasa dan jam pun sudah menunjukan angka 5 sore. Ketua murid di kelas lab memperingatkan kepada kami, “Hey mau pada pulang jam berapa?” katanya. “Jam 7 malam aja sekalian nunggu pak guru, barangkali aja dia mau kesini lagi” sahut salah seorang temanku yang bernama hilda yang duduk dipaling belakang.

Dan kami pun akhirnya sepakat untuk menunggu guru, tidak terasa waktu pun sudah jam 6 sore dan waktu yang dijanjikan 1 jam yang lalu pun tidak datang juga. Di dalam laboratorium pun setelah teman-temanku membereskan peralatannya sambil bermain kecil-kecilan dengan cara mendengarkan musik melalui speaker yang ada didalam lab.

Kebetulan saat itu sekolahpun sudah sepi, saat itu kami memutar sebuah lagu. Tidak terasa ketika aku melihat jam sudah menunjukan pukul 6:30 malam dan samar-samar aku mendengar seperti ada sebuah suara ketukan. Setelah musik kami matikan, barulah terdengar jelas suara ketukan dan aku pikir itu hanya candaan temanku saja tapi ketika aku lihat semua temanku tidak ada yang mengetuk dan suara ketukan itu semakin jelas terdengar.

Aku coba tengok ke sebelah, saat aku tengok ke sebelah lab terlihat disana ada sebuah tangga dan tangga itu sangat gelap. Ketika aku tengok kesana suara ketukan itupun hilang, karena mungkin salah satu dari kami merasa ada yang tidak beres. Akhirnya kami segera membereskan barang-barang kami sampai, lagi-lagi aku mendengar sebuah suara tapi kali ini suaranya berbeda.

Suara ini membuat bulu kuduk merinding dari ujung kaki sampai rambut dikepalaku, aku mendengar suara tangisan seorang wanita. Dan sepertinya hanya aku saja yang mendengar suara itu, teman-teman yang melihat aku panik dan mereka segera mulai merasa tidak ada yang beres. Karena guru yang dijanjikan tidak kunjung datang, kami semua lekas langsung pulang.

Lalu semua yang ada di laboratorium sekolah itu pun satu persatu pulang, kami berjalan pelan karena lampu yang ada disekitar lab itu sudah pada mati. Setelah kami semua turun setengah jalan, dilantai 1 kembali aku mendengar suara tangisan seorang wanita. Aku menutup telingaku namun suara itu masih terdengar, aku pun terus berjalan tanpa menghiraukannya.

Ketika tak sengaja aku menengok ke tangga yang tidak terpakai itu, astaga siapa itu? ada seorang wanita duduk diatas tangga sambil tertunduk dengan rambut yang terjuntai panjang. Dia memakai gaun putih, aku mendadak tidak bisa bergerak dan kakiku seakan terpaku. Tiba-tiba dia menjulurkan salah satu tangannya dan melambai-lambai kepadaku.

loading...

Seperti mengajak aku untuk duduk dan berada bersamanya, aku segera memejamkan mata sambil membaca doa-doa yang aku bisa sampai terdengar teriakan salah seorang perempuanku. Salah seorang teman perempuanku hilda kesurupan, dia berteriak-teriak sambil menangis. Kami segera membopongnya yang meronta-ronta ke pos satpam.

Dan entah kenapa badannya jadi sangat berat dari biasanya, setelah bersusah payah menggotongnya akhirnya kami sampai di pos. Satpam dan penjaga yang lain mulai berusaha mengobatinya dan sambil menyadarkannya. Aku pun tidak mau berlama-lama dan segera pulang, keesokan harinya ternyata setelah diselidiki aku pun tau akhirnya.

Ternyata penghuni lain yang ada ditangga merasa terganggu dengan ulah kami yang membuat keributan selepas jam 6 dan ternyata tangga itu sudah ditutup. Dan tidak boleh lagi dipakai entah sejak berapa tahun lamanya karena menurut isu yang beredar, dulu pernah ada seorang wanita yang meninggal ditangga itu.

Share This: