Tangis Seorang Perempuan

“Halo, apa maksud kamu kita putus? Halo Rio, dengerin dulu penjelasan aku Rio” akhirnya telepon mati, kami sudah pacaran kurang lebih selama 2 tahun, dulu aku memang tinggal di bandung namun setelah mendapatkan pekerjaan aku pindah ke Jakarta. Hubungan dengan pacarku rio memang berantakan akhir-akhir ini, apalagi setelah aku pindah ke Jakarta dan hubungan ini semakin jauh.

Banyak sekali hal-hal kecil akhirnya jadi masalah besar dan puncaknya adalah saat aku tidak sengaja bertemu dengan temanku di Jakarta. Di waktu yang sama rio sedang menyusulku ke Jakarta. Dia melihat kami berduaan, rio menyangka aku selingkuh dan akhirnya semalam dia memutuskan aku lewat telepon. Hatiku sungguh sakit, rasanya sakit sekali karena aku benar-benar menyayanginya dan air mataku sudah tidak bisa lagi aku bendung.

loading...

Aku menangis terus, sambil menahan rasa sakit di hatiku dan pikiranku kacau saat itu sampai terlintas dipikiranku untuk bunuh diri lalu menghilang dari dunia ini untuk tidak bertemu dia atau siapapun. Aku memadamkan semua lampu dikamarku, kamar kost ku ini sekarang sudah gelap dan aku masih terduduk sambil menangis sampai ada suara tangisan juga. Suara itu berasal dari sekitaranku, aku bangkit dan menyalakan lampu. Suara tangisan itu masih terdengar, aku membuka pintu kost an ku. Semuanya tampak sepi dan tidak ada tanda-tanda orang yang menangis.

Aku coba lebih peka lagi, ternyata suara itu berasal dari dalam kamarku. Kali ini aku coba membuka pintu kamar mandi, tetap tidak ada siapa-siapa dan saat aku ke ruang kamar. Suaranya nampak berasal dari sana, aku membawa sapu untuk mengetuk langit-langit kamar dan astaga. Seperti ada sesuatu yang berjalan diatas langit-langit dikamarku.

Seperti tikus, tapi lebih besar dan suara itupun menghilang. Aku mencoba berpikir positif, dan kali ini aku mencoba untuk tidur sambil lampu kamarku masih menyala. Saat aku lihat langit-langit kamar, terlihat sebuah noda hitam seperti jamur. Esok paginya aku terbangun, kepalaku sangat berat dan aku mengambil secangkir air putih lalu meminumnya.

Saat meneguknya, mataku teralihkan ke langit-langit kamarku. Noda hitam seperti jamur itu kini terlihat semakin besar dan memanjang. “Mungkin tadi subuh hujan, sehingga airnya merembet masuk” pikirku begitu. Aku pun bersiap-siap untuk bekerja, dan waktu pun berlalu. Setelah bekerja sampai sore, aku pun berjalan bersama teman-temanku sekedar untuk menghibur diri.

Jam 12 malam lebih, akhirnya aku pulang ke kost an dan begitu membuka pintu aku langsung membaringkan diriku diatas tempat tidur. Aku memejamkan mata dan ada tetesan air yang jatuh ke muka ku dan ketika aku lihat ke atas. Aku sempat kaget melihat noda hitam di atas langit-langit kamarku mendadak semakin membesar.

Air dari langit-langit kamarku bercucuran jatuh kebawah. Aku mengambil sapu dan coba memukulkan sapu ke atas langit-langit kamar. Begitu aku pukulkan ke langit kamar, langit-langit kamarku pun robek dan sesuatu menggelutuk jatuh dari atas langit-langit kamarku. Jatuh tepat ke atas tempat tidurku dan ketika aku lihat.

Astaga ini seperti seorang wanita dengan rambut yang panjang, aku berteriak sekencang mungkin dan ketika aku tersadar ternyata di atas tempat tidurku tidak ada apapun. Langit-langit kamarku pun tidak bolong, apa itu hanya halusinasiku saja. Aku kembali ke tempat tidurku sambil selimutan dan tidak lama terdengar kembali suara tangis seorang perempuan.

Tiba-tiba, tempat tidurku ini sekarang bergerak dengan sangat hebat. Ada yang menggerak-gerakan tempat tidurku, guncangannya sangat keras dan hampir-hampir badanku terhempas. “Tolong, jangan ganggu aku” dan seketika guncangannya berhenti. Kemudian, dari langit-langit kamarku muncul sosok wanita bertubuh hitam pekat dan rambutnya sangat panjang yang terurai seperti berterbangan, bola matanya terlihat sangat jelas menatap ke arahku.

Dan tiba-tiba dia pun tertawa, lalu mendadak wajahnya semakin mendekat kearahku dan entah berapa lama aku tidak sadarkan diri. Ketika aku tersadar, aku sudah berada disebuah rumah yang tidak aku kenal. Disana ada juga kakak dan Ibuku, bahkan ada teman-teman kost ku. Akhirnya aku tau, kalo aku sudah kesurupan selama beberapa hari.

Dan selama 4 hari itu, aku terus-terusan menangis sambil berteriak. Awalnya temanku berpikir, aku stres karena diputusin rio. Tapi bukan, bukan karena itu dan ini berbeda lalu terkadang aku memakan benda-benda yang aneh. Seperti bunga dan tanah merah, maka dari itu aku dibawa kerumah salah seorang ahli spiritual.

Dia bilang aku dirasuki seorang wanita yang bernama Cempaka, dulu saat zaman belanda dia tinggal dirumah yang sekarang menjadi kost ku ini. Cempaka diceraikan oleh suaminya karena disangka selingkuh sampai akhirnya dia bunuh diri dengan menggantung dirinya sendiri. Dia mendatangiku karena merasa satu penderitaan, ketika aku tidak sadarkan diri memang aku merasa menjadi sangat kesepian dan menangis terus menerus hingga aku pun tidak tau berada dimana.

Share This: