Tangisan di Jendela Kamarku

Hai nama saya Fadhil Hibatullah asal kota Malang, kecamatan Lowokwaru, kelurahan Lowokwaru. Ini pertama kalinya saya post cerita disini, langsung saja ya. Waktu itu saya masih kelas 1 SMP, kira-kira umur saya 13 tahun. Pada saat itu saya banyak tugas sekolah dan sampai harus kerja lembur. Waktu itu kira-kira pukul 09.45 adik saya tidur di kasur sambil menemani saya hingga akhirnya ia terlelap.

Mungkin ia kecapekan karena ia juga banyak tugas sekolah. Setelah adik saya terlelap saya masih terus melanjutkan mengerjakan tugas sekolah. Beberapa saat kemudian saya mendengar seperti ada suara wanita menangis sangat pelan dan juga ada tangisan bayi di dekat jendela kamar saya (jendela kamar saya langsung terhubung dengan jalan masuk ke rumah karena rumah saya terjepit dengan rumah nenek saya biasanya dalam bahasa jawanya kecepit).

Dengan adanya suara seperti itu saya jadi agak takut, soalnya saya memang takut sama yang namanya hantu dari dulu. Setelah beberapa menit suara tangisan tersebut hilang. Saya pun jadi sedikit lega, namun itu adalah tanda bahaya yang tak di sangka karena saya sering membaca cerita hantu dan banyak dari setiap cerita yang mengatakan bahwa justru semakin keras suara-suara seperti itu, maka semakin jauh jarak mereka dengan kita.

Tapi semakin pelan suaranya, maka semakin dekat jarak mereka dengan kita. Mengingat hal tersebut saya langsung merasakan bulu kuduk saya merinding dan tubuh saya jadi kaku. Tapi karena ia terus mengganggu terpaksa saya memberanikan diri untuk membuka pintu untuk melihat ada siapa sebenarnya. Saat saya membuka pintu ternyata tiada seorangpun di dekat jendela kamar.

loading...

Mengetahui hal tersebut saya langsung menutup pintu dan lari menuju kamar dan tak menghiraukan apapun walau suaranya terdengar jelas di telinga saya. Keesokan harinya saya berpikir bahwa itu hanya mimpi, namun ternyata tetangga saya yang bernama pak Soleh mendengar jelas tangisan tersebut, bahkan hingga ada yang mengetuk-ngetuk pintu rumahnya tapi saat dibuka tidak ada siapa-siapa.

Bikin ngeri dan merinding bahkan aku saat menulis cerita ini juga merasa merinding dan merasa ada yang ngawasin aku. Maaf kalau ceritanya kurang seram, pasti saya akan post lagi cerita dari pengalaman saya sewaktu kecil yang sering melihat hantu, sekian terima kasih.

KCH

Fadhil hibatullah

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Fadhil hibatullah has write 2,704 posts

Please vote Tangisan di Jendela Kamarku
Tangisan di Jendela Kamarku
3 (60%) 1 vote