Tangisan Wanita Tengah Malam

Cerita tangisan wanita tengah malam ini berawal pada tahun 2009 silam, ketika itu kampus tempat aku kuliah sedang mengadakan kegiatan untuk penyambutan mahasiswa baru, dan karena kegiatan itu pulalah aku harus nginap di rumah tanteku untuk beberapa hari (ya maklum rumahku jauh dari kampus, kalau naik sepeda motor bisa makan waktu 3 jam), rumah tanteku berada di gang aman.

loading...

Masuk kedalamnya lagi ada belokan dan paling pojok ada dua rumah kontrakan dua pintu saling berdempetan, sementara di kiri dan kanan rumah ada pohon kapas yang tidak begitu rimbun, kalau tanteku bilang dia pernah melihat kuntilanak terbang di antara pohon kapas itu.

Hari itu aku pulang kuliah ba’da maghrib dan ketika melintasi pohon kapas yang di sebelah rumah tanteku bulu kudukku merinding, tanpa melihat kepohon kapas aku langsung memasukan sepeda motorku kedalam rumah, malam itu mungkin karena kelelahan selesai makan aku langsung tidur, tapi tengah malamnya aku terbangun karena mendengar suara wanita yang seperti menyanyi, kadang suaranya terdengar jauh kadang terdengar dekat, perlahan seketika aku langsung merinding.

Aku coba bangunkan abang sepupu yang tidur di sebelahku, dia hanya bilang mungkin itu suara MP3 ponsel tetangga, gak berapa lama suara nyanyian itu berubah menjadi tangisan, kembali aku coba untuk membangunkan abang sepupuku dan dia malah bilang gak dengar apa-apa, akhirnya aku hanya pasrah ditempat tidur dengan menutup wajah dan telingaku dengan bantal dan berharap agar suara tangisan itu segera hilang.

Tapi suara tangisan itu tak kunjung hilang, malah semakin jelas terdengar di telinga, aku pejamkan mata dengan sekuat-kuatnya karena aku takut kalau tiba-tiba dia nongol di kamar sepupuku, malam itu adalah malam yang panjang buatku karena sampai pagi aku tidak juga bisa tidur.

Paginya setelah orang dirumah itu bangun semua baru aku juga beranjak bangun, setelah mandi dan sarapan pagi aku langsung berangkat kuliah dengan tidak menceritakan kejadian yang aku alami malam tadi, tetapi malam keduanya juga begitu, tengah malam aku juga terbangun dari tidur karena mendengar suara tangisan wanita, suara tangisannya sangat pilu membuat bulu kudukku langsung merinding, ketakutan pun mulai mencekam diriku.

Aku tutup wajahku dengan bantal sekuat-kuatnya dan berharap dia jangan nongol di kamar itu, aku coba untuk membaca ayat-ayat yang aku hapal tapi semuanya buyar karena rasa takutku lebih menghantui pikiranku, dengan sisa-sisa keberanianku, aku bangunkan abang sepupuku paling tidak agar rasa takutku sedikit berkurang, tapi dianya hanya acuh tak acuh dan malah menyuruhku tidur, akhirnya mau gak mau aku hanya pasrah menunggu datangnya pagi.

Pagi harinya saat sarapan pagi, aku ceritakan kejadian itu pada tante dan om kalau aku sudah dua malam mendengar suara tangisan wanita, tapi mereka bilang kalau mereka gak mendengar sama sekali suara tangisan itu, dan om berkata “mungkin karena kamu orang baru disini, jadi dia ingin menguji ke imananmu” bahkan om juga bilang kalau saat pertama kali mereka pindah rumah kesitu, awal-awalnya juga sering mendengar kadang suara nyanyian dan kadang suara tangisan.

Kalau om dan tanteku bukan hanya mendengar suara tapi juga sudah melihat sosok kuntilanaknya di pohon kapas sebelah rumah mereka, beruntungnya aku hanya mendengar suaranya saja dan itu hanya cuma dua malam, karena untuk malam selanjutnya aku nginap di kost-kostan temanku demi untuk menghindari gangguan sang kunti yang *resek. Oh iya sebelumnya terima kasih sebanyak-banyak buat bang john yang sudah sudi ngepost cerita-ceritaku dan salam kenal buat para senior, junior serta sahabat setia KCH.

Pin BBM: D5F24055

Azrul Widiatmadja

Azrul Widiatmadja

” Hidup ini butuh proses dan proses terakhir dari hidup adalah kematian ”
_
_
( Bbm. D5F24055 )

All post by:

Azrul Widiatmadja has write 11 posts

Please vote Tangisan Wanita Tengah Malam
Tangisan Wanita Tengah Malam
1 (20%) 1 vote