Tatapan Seram

Assalamualaikum pembaca dan penulis kch, salam sejahtera bagi non muslim. Lagi-lagi dwi yang muncul disini, jangan heran ya, jika dwi banyak cerita horornya. Mungkin karena suka atau memang pernah mengalaminya. Kisah ke 27 ini, dwi alami sendiri. Saat itu usia dwi masih 5 tahunan kali ya, karena dwi belum sekolah. Seperti biasa, orang tuaku selalu mengajak pergi ke sawah karena dulu masih punya sawah, dan orang tuaku senang mengajakku.

Setiap jam 4 sore kami pulang, tapi setiap pulang singgah dulu ke rumah simbah/kakek nenek. Karena jalan menuju sawah melewati rumahnya. Dan di belakang rumah simbah masih banyak kebun, apalagi pekarangan kebun milik simbah banyak pohon kopi dan beberapa pohon kelapa. Entah sore itu perasaan ada yang aneh, biasanya saya berceloteh di sepanjang jalan bertanya ini itu pada orang tuaku.

Kali ini aku bertanya apa yang aku lihat di sebuah pohon kelapa di pekarangan milik simbah. Padahal jarak kami hampir sampai ke rumah simbah, dan jarak kami semakin dekat dengan apa yang ku lihat. Sontak aku terhenti dari langkah kakiku, orang tuaku selalu berada di belakangku ikut berhenti, karena melihatku ketakutan.

“Kenapa berhenti?” kata bapakku.
“Aku takut, aku tidak mau lewat sini, ayo pulang saja pak, lewat jalan sana (arah jalan lain)” pintaku.
Tapi orang tuaku malah membujukku untuk tetap berjalan, karena sudah hampir sampai. Tapi aku tetap bersikukuh tidak mau berjalan lewat situ.

“Memang kenapa” kata ibuku.
“Itu ada apa di pohon kelapa” kataku.
“Ah, itu hanya tas, mungkin punya bulek tuti (tetangga sebelah rumah kakek) yang buat mainan di ikat di pohon itu” kata bapak.

Tapi saya tetap tidak mau berjalan dan menangis, karena yang ku lihat, bukan cuma tas, tapi ada sosok anak kecil berseragam anak SD (putih merah), rambutnya panjang sebahu seperti rambutku, tapi di kucir 2 kanan dan kiri dan berponi, kulitnya berwarna merah, matanya besar menatapku dengan melotot. Posisi anak itu seperti sedang naik setengah pohon kelapa (memeluk pohon kelapa). Arah matanya selalu tertuju padaku, itu sebabnya saya tidak mau beranjak untuk melewatinya.

Tapi orang tuaku tetap bersikeras membujukku, aku malah semakin ketakutan. Karena seolah-olah dia/anak itu marah padaku, karena aku tidak mau di ajak berteman. Akhirnya bapakku menggendongku, dan melewati gadis kecil itu. Tapi ketika aku melihatnya lagi, dia tetap menatapku dengan mata melotot, dan tatapan seram hingga kami saling memandang, sampai jarak kami menjauh. Tapi dia tetap menatapku, tiba-tiba ibuku berkata “sudah jangan di lihatin terus”.

“Dia itu pengen kenalan dan bermain sama kamu” kata bapakku lagi dengan tersenyum. Lalu aku menjawab “tidak mau!”. Begitulah kisah nyata yang tidak pernah aku lupakan hingga sekarang. Jika saya teringat wajah, matanya, dan tatap seramnya itu, saya masih takut membayangkannya. Sekian. Wassalamualaikum.

loading...
Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya… :D
by:
penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts

Please vote Tatapan Seram
Tatapan Seram
Rate this post