Taxi De Los Muertos

Taxi de los Muertos adalah sebuah urban legend dari Argentina tentang sebuah taksi yang konon menyelinap keluar dari kuburan, hanya untuk menunggu orang-orang yang masuk menjadi korban nya, dan membawa mereka ke sebuah pengalaman menyeramkan hingga menemui kematiannya. Di Argentina ada sebuah legenda urban yang menyebar dari mulut ke mulut.

Setiap hari pasti ada orang yang menggunakan taksi, itu adalah sesuatu yang biasa dan kau lakukan tanpa berpikir yang macam-macam. Entah apakah itu disaat malam atau hujan deras, kamu mungkin lebih memilih taksi untuk membawamu ke tempat tujuan. Walau begitu, di Argentina orang-orang mengatakan bahwa sebaiknya kamu tidak menumpang taksi yang berada di luar kuburan. Jika kamu melakukannya, kamu mungkin menaiki taksi hantu “Taxi de los Muertos” Taksi Maut yang menakutkan itu.

Menurut legendanya, taksi yang mematikan ini keluar dari pemakaman, menunggu orang-orang untuk dijadikan korbannya ketika masuk ke dalamnya. Sebuah kisah terjadi kepada seorang wanita muda Argentina bernama Claudia, yang saat itu tengah dalam perjalanan ke rumahnya di malam hari. Dia telat pulang dari tempatnya bekerja ketika hujan turun dengan deras malam itu. Dia terlalu lelah berjalan menuju ke apartemennya, jadi dia memutuskan menumpang taksi ke rumahnya.

Ketika dia berjalan ke sebuah jalanan sepi yang melewati sebuah pemakaman, dia tiba-tiba melihat sebuah taksi yang datang mendekatinya. Dia mengacungkan tangannya dan menghentikan taksi itu. Ketika taksi itu berhenti, dia masuk dan mengatakan alamatnya kepada sopirnya. Duduk di kursi belakang, seraya menepikan air hujan dari keningnya, Claudia tiba-tiba merasakan hawa dingin yang begitu hebat kedinginan yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.

Melihat di sekelilingnya, dia menyadari bahwa jendela-jendela taksi itu tertutupi dengan es. Pada saat itulah dia menyadari juga bahwa mereka telah salah jalan. Dia baru saja ingin mengatakan sesuatu kepada sopir itu ketika tanpa sengaja dia melihat tangan di belakang kemudi taksi itu. Kulit sopir itu pucat dan kulit serta jari-jarinya hampir menyatu dengan tulang-tulangnya. Dia tidak bisa melihat wajahnya di kaca spion tengah taksi itu.

“Kita sudah salah jalan,” kata Claudia tanpa basa-basi. Sopir itu tidak menjawabnya, dia terus mengendarai kendaraannya seolah tak pernah mendengar apapun darinya. Ketika Claudia mengangkat tangan untuk menyentuh pundaknya, sopir itu perlahan-lahan membalikkan kepalanya. Claudia langsung menjerit ketakutan. Wajah sopir itu seperti mayat.

Kulitnya membusuk dan hanya melekat di sekeliling tulang tengkoraknya. Claudia mencoba membuka pintu belakang taksi itu dan berusaha keluar, tapi gagang pintu itu malah terlepas di tangannya. Dia mencoba menurunkan jendelanya tapi tombolnya tidak berfungsi. Dia lalu melihat sepasang muda-mudi berjalan di jalanan, jadi dia berteriak kepada mereka dan memukul-mukul jendela itu, mencoba menarik perhatian mereka. Namun, mereka tidak mendengarnya.

Taksi itu melanjutkan jalannya, dan tampaknya tidak akan berhenti. Claudia pucat pasi dan Putus asa setelah mencoba melarikan diri, dia menyerang sopirnya dan mencakar wajah sopir itu dengan kuku-kukunya. Kulit layu dan menjijikkan itu menempel di kedua tangannya, dan makin menunjukkan tengkorak di baliknya. Taksi itu mulai menambah kecepatannya, makin cepat dan cepat menembus hujan di jalanan kota itu. Claudia menoleh ke belakang dan di tepat di jendela belakangnya tertulis tanda, “Bersiaplah untuk mati”.Setelah itu, Claudia tidak pernah terlihat lagi.

loading...

Share This: