Teman Gaibku

Aku bisa melihat mereka yang tidak terlihat. Berbagai macam bentuk. Sakit, kelam, gelap, dan tak tentu arah. Itulah dunia mereka. Suatu hari, saat umurku 5 tahun, disebuah ruangan aku melihatnya. Seorang gadis bersurai pirang kecoklatan tengah duduk menghadap tembok sembari menangis tersedu. Jeritannya menyayat hati. Perih dan pilu.

Dia mengenakan gaun berwarna merah marun kusam dengan sobekkan kecil di beberapa bagian gaunnya. “H-hei?” sahutku saat itu. Ia terdiam, tangisnya terhenti. Namun pandangannya tak teralihkan. “Mengapa menangis?” tanyaku penasaran. Aku pun berjongkok didekatnya. Tak lama, kepala pirangnya menoleh lambat kearahku dengan badan yang tetap menghadap tembok. Aku terkejut, lalu tersungkur kebelakang.

Kalian ingin tahu apa yang kulihat? Sebuah wajah penuh kesedihan. Air matanya berwarna merah. Ya, itu darah. Ia menjerit histeris memandangku. Tangisan pilunya semakin menjadi. Aku hanya menatapnya dalam diam. Heran, bingung, penasaran, dan takut menjadi satu.

loading...

“Nama kamu siapa?” tanyaku. Ia kemudian berdiri. Kini kepala dan badannya telah menghadapku.
“Shelenka” jawabnya singkat. Ia menunduk memandangku karena tinggi badan yang berbeda jauh.
“*Hihi. Naora. Salam kenal, Shelenka” aku terkikik senang. Ia memandangku bingung. Tangisannya sudah reda.
“Mau jadi temanku?” tanyaku lagi. Aku mengulurkan tanganku dengan senyuman lebar.

“Te- teman?” tanyanya dengan aksen bicara yang berbeda.
“Hmm!” aku mengangguk riang.
“Teman!” dia menggapai tanganku dengan wajah berbinar.

Ia pun kini tersenyum senang. Kami selalu bersama dimana pun, kapan pun. Tak peduli apa pun itu, ia selalu ada, melindungiku. Walau aku tahu Tuhan juga selalu bersamaku. Sekian cerita tentang teman gaibku. Terima kasih sudah membaca.

KCH

Sellsa

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Sellsa has write 2,674 posts