Teman Hantu Dari Tuhan Part 3

Sebelumnya teman hantu dari Tuhan part 2.

loading...

“Hey! Kamu berhenti mengikuti anak ini” kata dukun itu yang jelas melihat lita.
“Aku hanya ingin berteman dengannya pak” kata lita lembut.
“Tidak ada pertemanan hantu dengan manusia, kamu tahu itu kamu bisa mempengaruhi masa depan dia” kata dukun itu.
“Apaan sih pak, mending kamu pergi deh pak” kataku tegas.
“Kalau kamu tidak pergi, aku akan bacakan doa biar kamu pergi dari sini” kata dukun tegas.

“Baik-baik aku akan pergi” kata lita yang tiba-tiba menghilang.
“Lita! Lita! Di mana kamu?” teriakku.
“Sudah gun, kamu itu manusia bukan hantu. Hantu itu alamnya beda dari kita” kata ibuku.
“Memang ibu tahu apa? Terserah aku mau berteman sama hantu itu urusanku, bukan urusan ibu! Memang selama 4 tahun ini aku punya teman apa tidak bu? Aku selalu menyendiri bu”.

Malamnya aku sangat rindu dengan lita, entah kenapa aku sangat merindukannya aku berpikiran lita sedang apa dan dimana, saat aku membuka gorden jendela terlihat Lita berdiri di depan rumahku. Dia melambaikan tangannya ke arahku, aku tersenyum lega aku keluar menghampiri lita.

“Kamu dari mana saja tadi?” tanyaku khawatir.
“Aku pergi saja tadi, dari pada aku harus di usir oleh dukun itu” kata lita.
“Iya sudah ayo masuk” kataku berjalan masuk ke rumah.
“Aduh” kata lita yang tidak bisa masuk padahal pintunya terbuka.
“Kamu kenapa lita? Kok tidak bisa masuk?” tanyaku heran.

“Mungkin rumah ini di pasangi pelindung gun” kata lita.
“Pelindung” kataku.
“Ibu! Ibu” teriakku di dalam rumah.
“Ada apa teriak-teriak nak?” kata ibuku.
“Kenapa ibu pasang pelindung di rumah ini? Lita tidak bisa masuk bu” kataku.
“Ibu melarangmu berteman dengan hantu nak, alam hantu dan manusia berbeda” kata ibu memegang tanganku.
“Tapi bu *hiks, aku sayang sama dia, tolong bu aku sudah terpuruk selama 4 tahun ini bu. Hantu ini baik, dan Tuhan yang telah memberikannya” kataku memohon hingga berlutut.

Ibuku langsung masuk ke kamar, aku mengetuk pintunya terus namun tetap tidak di buka.

“*Ahk, sial” keluhku dalam hati.

Aku menghampiri lita yang dari tadi menunggu diluar rumah, terlihat dia sedang berada di ayunan yang aku buat di depan rumah.

“Apa benar yang kamu bilang barusan gun?” tanya lita.
“Yang mana lita?” tanyaku.
“Itu yang kamu bilang, aku sayang sama dia”.
” Iya aku suka sama kamu, Lita” kataku di depan ayunan.

Kami terdiam sejenak saling bertatapan Lita tersenyum-senyum melihatku. Aku juga tersenyum melihatnya, aku harap perasaanku di balasnya.

“Aku juga suka sama kamu” kata lita tersenyum.
“Benaran nih lita!?” kataku yang tak percaya.
“*Em” kata lita mengangguk.
“Yes, yes” kataku senang langsung memeluk lita.
“Jangan tinggalkan aku lagi ya lita, aku ingin kita selalu bersama. Aku tidak peduli walaupun kamu itu hantu” kataku.

Paginya aku berangkat kerja, kami saling bergandengan kemana-mana, seperti anak muda yang mabuk kasmaraan Lita menemaniku kerja dia menyemangatiku. 1 minggu pacaran kami sangat akur sekali, selalu tertawa bersama, kemana-mana bersama, aku selalu mengajak lita ke tempat bendungan, dia paling suka di bendungan. Tiba saat itu ibuku, meminta bantuan dukun untuk membuka mata batinnya supaya bisa melihat hantu dan menyentuhnya. Pada malamnya aku pulang dari mall, ibuku melihat aku bergandengan tangan dengan lita, wajahnya langsung berubah merah. Ibuku langsung mendorong lita dengan keras.

“Pergi kamu dari sini hantu, tidak tahukah alammu itu berbeda” teriak ibuku.
“Ibu apaan sih, kok ibu bisa melihatnya?”.
“Aku minta bantuan dukun itu kenapa?”.
“Tante dengar dulu tante, aku hanya menemaninya saja dalam hidupnya” kata lita.
“Dia bisa cari teman sendiri, bukan hantu sepertimu! Lihat di kaca, apa bisa terlihat? Kamu itu hanya membuat gugun di pandang seperti orang gila berbicara sendiri dan tertawa”.

Lita hanya terdiam, perkataan ibuku yang keras, aku juga tidak bisa apa-apa karena dia orang tuaku satu-satunya setelah kepergian ayahku. Aku di tarik ibuku masuk kamar dan menguncinya, lita pergi dengan di penuhi air mata. Lita berjalan entah kemana, terlihat cermin di depannya dia mencoba berdiri di cermin itu. Benar yang ibu gugun bilang bahwa dia tidak terlihat, lita pun terbayang gugun memang seperti orang gila berbicara dan tertawa sendiri karena lita, makanya tidak ada yang mendekati gugun untuk berteman.

“Aduh, kepalaku” ingatan lita mulai terlihat, bayang-bayang terlihat ingatan lita. Dia batuk di kelas mengeluarkan darah, saat ujian terlihat seorang laki-laki tersenyum sinis melihatnya. Dan saat pingsan raga lita keluar dengan sendirianya membuatnya tertidur di rumah sakit selama 5 tahun. Terlintas di ingatan lita dengan nama sekolah SMA Jepara.

Lita langsung menuju kesana, sesampainya di sekolah lita memasukan tangannya di loker dan mencari barang miliknya. Terdapat tas milik lita yang sudah kusam dan berdebu. Lita membuka tas yang dia pegang terlihat sebuah ponsel, lita mengambilnya dan membukanya. Terlihat foto-foto dengan seseorang lelaki dengan editan love. Dan lita membuka whatsapp-nya, terlihat pesannya dengan pria yang ada di foto itu.

Lita membaca dari awal, lita mengingatnya ternyata lita berpacaran dengan pria tersebut, tapi selama beberapa bulan pacaran, pertengkaran hebatpun tidak terhindarkan. Lalu Lita memutuskan pria itu, tetapi dia tidak ingin putus dan mengancam akan membuatnya menderita beserta dengan keluarganya. Ingatan lita mengingat nama pria itu, dia adalah andi. Lita membuka GPS dan menuju ke rumah andi. Lita langsung menuju kesana, dan masuk ke dalam rumahnya, terlihat andi sedang membaca buku. Lita langsung memukul kepalanya dengan tangannya.

“Heh, kembalikan ragaku seperti semula” bentak lita.
“Wah, wah. Ternyata lita, bagaimana sudah cukup menderita dengan apa yang kamu lakukan terhadapku?” tanya andi dengan santai.
“Aku buat hanya ingin putus denganmu karena kau laki-laki brengs*k, andi” kata lita.
“Dan itu yang membuatku sakit hati, dengan itu kalau kau ingin kembali syaratnya gampang, tinggal kembali lagi denganku. Kita berpacaran lagi, gampang kok” kata andi santai.

“Enggak sudi aku kembali lagi denganmu”.
“Iya terserah kamu mau apa, yang jelas ragamu tidak akan aku kembalikan, kau lihat boneka ini?” kata andi melihatkan boneka dengan wajah foto lita.
“Ini adalah ragamu yang aku cabut, sekarang tubuhmu di rumah sakit sedang koma dan walaupun kamu kembali ke tubuhmu tidak bakalan bisa, karena aku yang memegang ragamu” kata andi.
“Kamu ya! Sini kan bonekanya” kata lita.
“Tidak akan aku berikan sebelum kau kembali kepadaku lagi”.

Lita benci dengan andi, dia sangat lah licik sekali. Lita pun kembali ke rumah gugun, lita sudah beberapa hari tidak pulang dan ingin melihat keadaan gugun di rumah. Lita melihatnya di balik jendela, terlihat gugun tidak ada di rumah. Lita mencarinya di kebun tidak ada juga, terdengar tetangga ingin menjenguk gugun dia kecelakaan dan berada di rumah sakit Jepara Kartini.

Lita menuju ke rumah sakit langsung, saat lita berjalan-jalan di koridor-koridor terlihat wanita separuh baya. Dia cantik, wajahnya mirip dengan lita, dia sedang membawakan tas makanan, lita mencoba mengikutinya karena penasaran. Sesampai di ruangan itu terlihat gadis cantik dengan seragam sekolah, dan mirip lita.

“Inikah tubuhku? Berarti aku tidak mati, dan dia adalah ibuku” kata lita yang melihat ibunya mengelus rambut lita.
“Kapan kamu bangun nak, ini ibu bawakan makanan kesukaan kamu, ibu sangat merindukanmu”.
“Ibu aku disini ibu”.

Lita mencoba masuk kedalam tubuhnya, tetapi tubuhnya menolak, lita bingung mungkin lita harus menghancur boneka itu baru bisa masuk kedalam tubuhnya. Lita pun pergi meninggalkan ibunya dan menuju ke ruangan gugun, terlihat gugun terluka di bagian tangannya.

Selanjutnya teman hantu dari Tuhan part 4.

Gugun

Gugun

nama:gugun
tinggi:165cm
berat:50kg
hoby:membaca,dan menulis karangan

jangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch
jangan pernah baca ini sendirian

aku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasi

ok salam knl semua

facebook: Nak gugun
email: [email protected]

All post by:

Gugun has write 48 posts

Please vote Teman Hantu Dari Tuhan Part 3
Teman Hantu Dari Tuhan Part 3
3 (60%) 1 vote