Teman Hantu Dari Tuhan

Malam hari ini sendirian di tepi jembatan, aku kesepian dan ingin sekali aku memiliki seorang teman, aku sangat sulit bergaul di desa ini padahal aku disini sudah berada 4 tahun disini, yang hanya bisa aku lakukan hanya memandang bintang-bintang di langit yang biru ini, mereka tak terhitung di galaksi. Aku butuh teman, tidak peduli itu hantu atau manusia yang penting dia baik dan bisa denganku suka maupun duka.

“Tuhan berikan aku teman, walapun itu manusia atau hantu terserah” kataku memohon.

Aku menyalakan ponsel dan headset aku taruh di telinga, mendengar musik jepang kesukaanku dan menulis sebuah cerpen untuk menemani kesepianku ini. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menghibur diriku aku pernah buat cerita “pacar hantu“. Ceritaku sangat di sukai sekali katanya buat baper dan aku tambah semangat membuat cerita lagi

Aku melihat jam tanganku menunjukan pukul 9 malam, sudah 1 jam aku disini. Terlihat awan mendung sekali, bintang mulai tertutup oleh awan gelap. Aku melangkahkan kakiku untuk menuju tempat kerjaku menutupi bataku yang berada di kebun sawah. Tak jauh dari rumahku hanya 500 meter saja sudah sampai, aku mengambil plastikku dan menutupi semua bataku supaya tidak kena hujan.

“Sini biar aku bantu” ucap gadis cantik yang tiba-tiba memegang plastikku.

“*Ahk, kamu siapa!?” kataku yang kaget melihatnya.
“Bukannya kamu yang tadi meminta sama Tuhan minta teman, sekarang aku temanmu” kata gadis itu tersenyum.
“Iya sih, kamu siapa?” tanyaku menggaruk kepalaku.
“Aku ini hantu tapi jangan takut, karena doamu aku bisa terlihat olehmu dan kamu bisa menolongku” kata gadis itu.
“Benarkan ini tidak mimpi? Coba tampar aku” kataku.
“Baiklah” kata gadis itu menamparku dengan keras.
“*Auh, sakit tahu kerasnya tamparanmu” kataku mengelus pipiku.
“Hehe kan kamu tadi yang minta, dih merah pipinya hehe” kata gadis itu tertawa lepas.

“Namaku gugun kamu?” tanyaku.
“Aku lita salam kenalnya, tapi kita kan sudah kenal *hehe” kata lita.
“*Hihihi ” kataku nyengir kuda.

Aku masih bingung apa yang terjadi, tetapi apa benar aku punya teman hantu atau hanya khayalanku saja ini. Aku mengambil senterku di rak tempat penyimpan bataku, mencari katak kecil untuk ikanku di sumur yang aku pelihara.

“Kamu mau kemana bawa senter?” tanya lita.
“Mau cari katak kecil, buat makanan ikan di rumah” kataku sambil berjalan.
“Ikut ya? Boleh ya” kata lita.
“Terserah ikut saja”.

Dia langsung memegang tanganku, begitu dingin tangannya. Benar kalau dia hantu kenapa wajahnya tanpa luka sedikitpun dan terlihat bersih. Aku menyenteri jalanan sawah sawah yang berlumpur, aku melihat katak baru mau aku tangkap, lita sudah loncat mengambil dan bajuku terkena lumpur semua.

“Lita! Bajuku kotor semua ini kamu nih ya” teriakku.
“*Hehe sorry nih aku dapat satu, mana plastikmu?” tanya lita.
“Nih simpan disini saja” kataku mengambilkan plastik.
“Masuk ya kodok, kita butuh berapa gun?”.
“Butuh sekitar sepuluh ekor saja”.
“Okey”.

Aku dan lita mencari bersama, perasaan hatiku sungguh senang punya teman hantu, tidak peduli dia hantu yang penting bisa menghilangkan kesendirianku, lita merangkul tanganku, jantungku rasanya berdebar-debar, kenapa ini. Aku tersenyum melihat lita, dia lincah sekali menangkap katak, dia sangat ceria aku melihatnya begitu senang.

“Ayo pulang sudah lebih nih” kataku yang memegang plastik berisi katak.
“Ayo! Tapi bajuku kotor semua nih” kata lita yang bajunya di penuhi lumpur semua.
“Kan kamu hantu bisa bersihkan sendiri lita?” kataku.
“Tidak bisa lah, bakarkan aku baju ada tidak?”.
“Ada sih punya ibuku yang masih bagus” kataku.
“Minta satu ya, ya-ya-ya” kata lita matanya berkedip-kedip.
“Iya, iya enggak usah kedap-kedip deh, kayak kena debu saja ayo pulang”.

“Eh kamu kan hantu kenapa tidak menghilang saja” kataku.
“Aku tidak bisa menghilang, aku hanya bisa tembus tembok saja” kata lita sambil berjalan denganku.
“*Em, begitu ya terus kamu minta bantuan apa dariku?” tanyaku.
“Mudah saja balaskan dendamku gun” kata lita menatapku.
“Apa ? Balaskan dendammu enggak mau aku?” kataku.
“Bercanda kali *hehe, bilang apa? Kayak pemain sinetron saja kamu gun *hehe” kata lita meniru gayaku.
“Kamu kok imut-imut ya lita”.
“Iya *dong kan aku cantik *hehe” ucap lita.
“Iya imut-imut kayak bayi monyet *hehe” tawaku lepas.

Baru kali ini aku bisa tertawa senang begini, dengan hantu dia bisa mengisi kekosongan dalam hatiku ini sepertinya aku menyukai hantu tetapi sudah lah tidak mungkin hantu berpacaran dengan manusia.

“Kamu kenapa gugun?” kata lita yang melihatku menatapnya.
“Hello gun!?”.
“Aduh sakitnya lita! Kenapa kamu suka nampar aku sih” keluhku.
“Habisnya kamu mandang aku kayak gitu sih? Suka ya sama aku? Suka kan, suka kan”.
“Enggak tuh, sudah ayo pulang!”.

Sesampainya di rumah aku mengganti bajuku, lita melihat rumahku begitu senang sepertinya dia langsung menuju sofa meloncat-loncat kayak anak kecil saja dia. Aku memanggilnya untuk memilih baju yang dia sukai, dia memilih celana jeans pendek di atas lutut dan baju warna biru, aku mengambilnya dan mulai mengambil bensin dari motorku dan membakarnya diluar rumah. Tiba-tiba baju lita langsung berubah dia terlihat sangat manis menggunakan baju itu.

“Gun apa yang kamu bakar?” tanya ibuku.
“Eh ini, ini” kataku kaku.
“Ini, ini apa?” kataku ibuku yang melihat bajunya di bakar.
“Gugun! Kenapa kamu bakar baju ibu hah?” kata ibuku yang menjewerku .

Aku melihat lita hanya tertawa melihatku.

“*Ahk, ampun bu, ampun” kataku kesakitan.
“Sini kamu jangan lari, kenapa bakar baju ibu hah?”.
“Cuman mau hangatin badan saja bu ampun!” teriakku sambil berlari.

Aku lari ke kamarku dan menutup pintuku, lita mengikutiku dan dia tertawa lepas melihatku di jewer oleh ibuku. Lita melihat kamarku langsung menjatuhkan tubuhnya di kasurku dan menutup matanya.

loading...

“Em, lamanya aku tidak tidur di kasur” kata lita tertidur di kasur.
“Kamu jadi hantu sudah berapa bulan?”.
“Aku sudah 5 tahun, kalau di hitung umurku lebih tua darimu, jadi panggil aku kakak ya”.
“*Ogah panggil kamu kakak, kamu mati dari umur berapa tahun?”.
“Aku mati dari umur 15 tahun”.
“Lah muda banget mati karena apa?”.
“Pendarahan waktu di kelas, aku terkena kanker stadium akhir dan saat ikut ujian tidak sempat menyelesaikannya, aku muntah darah dan aku mati di kursi. Arwahku keluar aku sudah berkelana di seluruh indonesia loh gun” kata lita terbangun dari kasur.

“Ah, masa sudah keliling indo sih?”.
“Yang aku tahu tanya kenapa, arwahmu tidak di terima sama Tuhan?” tanyaku.
“Entah aku juga lupa ,aku cuman ingat ingin bertemu dengan ibuku saja waktu itu?” kata lita.
“*Huam” kataku yang menguap karena ngantuk.
“Kok ngantuk sih gun, dengar *dong ceritaku baru juga jam 12, masih sore” kata lita.
“Masih sore gund*lmu, lita ini sudah tengah malam, aku mau tidur ah ngantuk” kataku yang berbaring di kasur.
“Iya sudah deh aku juga tidur”.
“Memang hantu bisa tidur?”.
“Bisa kayaknya kenyataanya aku biasa tidur” kata lita yang berbaring di kasurku.
“Aku tidur di bawah saja lah”.
“Kenapa? Di sini saja”.
“Enggak baik cewek sama cowok lita” kataku mengambil bantal, selimut dan tidur di bawah.

Aku pun tertidur di bawah dengan harapan besok bisa melihat lita dan bukan mimpi semata saja. Keesokan paginya saat aku bangun, aku tidak melihat lita. Aku keluar mencarinya tetapi tidak ada juga, aku pergi ke kebun kerjaku tidak ada juga, benar yang aku duga kalau semalam hanya mimpi semata.

“Kamu cari siapa sih gun?” kata lita yang tiba-tiba di belakangku.
“Astaga! Bikin kaget saja kamu lita dari mana sih aku cariin juga” keluhku.
“*Cie, cie, khawatir ya sama aku *hehe”.
“*Cie, cie, khawatir ya sama aku *hihi sandal” kataku pergi berjalan meninggalkannya.
“Eh, ngambek dia, gugun tunggu *dong” kata lita yang berlari menghampiriku.

“Apaan sih?” kataku.
“Jangan marah *dong gun, kan bercanda eh” kata lita yang memegang tanganku.
“Lepasin ah” kataku melepaskan tangan lita.
“Eh kita pergi ke bendungan yuk tadi aku dari sana, pemandanganya bagus sekali. Airnya juga jernih, banyak orang mancing, yuk” kata lita yang memutariku terus-menerus.
“Iya, iya, bikin pusing saja lihat kamu berputar-putar”.

Selanjutnya teman hantu dari Tuhan part 2.

Gugun

Gugun

nama:gugun
tinggi:165cm
berat:50kg
hoby:membaca,dan menulis karangan

jangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch
jangan pernah baca ini sendirian

aku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasi

ok salam knl semua

facebook: Nak gugun
email: [email protected]

All post by:

Gugun has write 48 posts

Please vote Teman Hantu Dari Tuhan
Teman Hantu Dari Tuhan
4 (80%) 2 votes