Teman Kampusku, Lana

Hai sobat KCH, sama Gina lagi here. Ini entah cerita yang keberapa, soalnya aku malas untuk menghitungnya *hihi. Ok di kejadian kali ini adalah kejadian yang aku alami. Sekedar informasi saja, di ceritaku “jangan di baca cerita petaka” kala itu aku langsung menceritakan itu kepada teman-teman kampusku yang penasaran dan keesokan harinya dan juga seminggu berikutnya, satu-satu temanku mengalami hal-hal yang aneh, bahkan ada yang sampai masuk rumah sakit jiwa karena gak kuat mentalnya.

Kalau kalian gak percaya dan beranggapan kalau ceritaku itu khayalan saja atau “mana mungkin dengar dan juga baca cerita begituan saja bisa mengalami hal-hal aneh atau bisa menyebabkan depresi”. Lah memang iya benar adanya. Itu akan terjadi apabila aku yang menceritakan langsung lewat mulut.

Ok, aku langsung cerita saja. Aku mempunyai teman di kampus, namanya Lana. Lana adalah seorang wanita cantik dan baik. Ia selalu berada di sampingku jika aku sedang kacau alias tertawa dengan teman-temanku (makhluk halus). Dia tahu, pasti ada sesuatu yang bersama aku kalau aku asik tertawa sendiri. Lana sudah hapal dengan kelakuanku, terkadang dia juga ikut bergabung denganku dan teman-temanku (makhluk halus) walau pun ia tak melihatnya, tapi karena dia itu menghargai teman-temanku.

Aku sangat dekat dengan Lana dari pada teman kampusku yang lain. Karena Lana tidak pernah menghinaku dan mengucilkan aku. Karena di kampus aku selalu jadi bulan-bulanan karena keistimewaan ini dan sikapku yang dingin. Banyak dari mereka teman kampusku yang menjauhi aku. “Lana, mereka suka sama kamu. Mereka juga mau menjadi kawanmu. Kawan abadi” aku bilang ke Lana sewaktu dia ikut bergabung dan tertawa bersama.

“Oh ya. Bilang juga sama mereka, kalau aku juga ingin menjadi teman mereka dan aku berjanji menjadi kawan abadi dan selalu setia sama mereka, walau pun aku gak bisa melihat mereka” kata Lana sambil senyum. Suatu hari, terjadi sesuatu kepada Lana. Kala itu aku tidak ngampus karena sakit dan sewaktu di rumah aku mengecek ponselku dan melihat grup BBM. Di situ banyak banget orang-orang menceritakan Lana. Bukan hanya di BBM bahkan di Facebook, Line dan lain sebagainya semua membicarakan Lana.

Kemudian aku menelepon Ery teman kampusku dan Lana, dan bertanya “ada apa dengan Lana? Semua orang kampus kok membicarakan Lana?” mendengar penjelasan Ery, aku sungguh terkejut dan langsung mencampakan ponselku dan berkata pada diri sendiri “aku jahat, aku jahat. Aku telah membunuh Lana. Aku jahat.” sambil berteriak aku mengatakan itu.

Mendengar itu, papa, mama, adik dan kak Al pada ke kamarku dan mereka pada ketakutan sambil bertanya “ada apa nak. Kamu jahat apa?” mamaku bertanya sambil menangis yang melihat keadaanku seperti orang gila dan kamarku yang aku acak-acak. “Aku ma, aku, aku te-telah mem-bunuh Lana” kataku grogi sambil menangis.”Siapa Lana?” tanya papa. Akhirnya aku jelaskan semua siapa Lana dan kenapa aku bilang aku membunuh Lana.

Mendengar itu papa, mama segera mengantarku ke kampus dengan keadaan sakit (demam) sempoyongan aku paksakan untuk pergi ke kampus dan sampai di kampus aku melihat banyak polisi sudah berada di TKP dan ada sebuah ambulance yang sudah siap sedia, aku juga melihat orang-orang pada ngumpul penasaran ingin melihat sesuatu, karena aku sungguh sangat penasaran, aku bertanya pada teman kampusku namanya Budi dan Budi menjawabnya sambil menangis.

“Gin. *Hiks, hiks. Lana, gin. Lana. Lana bunuh diri”. Aku shock mendengar itu. Lana bunuh diri? Sewaktu mayat Lana mau di bawa ke dalam ambulance, aku tak berani melihat mayatnya karena pada saat itu aku sudah melihat arwahnya Lana (bayangan putih) yang selalu berada di samping mayatnya Lana. Aku yakin kalau itu adalah Lana. Setelah itu, aku pun tanya sama seorang polisi kenapa Lana bunuh diri. Kata polisi kalau Lana itu sepertinya bukan bunuh diri atas kemauannya sendiri, tapi dia melakukan itu sebab ada yang menyuruh.

Polisi tahu kalau Lana bukan bunuh diri (memotong urat nadi) akibat depresi atau ada yang sengaja. Tapi karena ada seorang saksi (tukang sapu di kampus) yang sebelum kematian Lana, ia mendengar Lana ingin ikut ke suatu tempat dan seperti ada seseorang yang mengajak Lana main di tempat yang indah seperti di surga dan saat di lihat gak ada orang satupun.

Dan ia (tukang sapu) juga mendengar Lana kesakitan dan menjerit di kamar mandi saat semua orang di kampus sudah pada pulang. Dan keesokan harinya, lana telah dinyatakan meninggal akibat bunuh diri dan polisi tanpa sengaja menemukan sebuah surat aneh yang isinya “Lana, kita sekarang sudah menjadi teman abadi”. Melihat dan membaca surat itu yang di kasih tunjuk polisi, aku jadi tahu kenapa Lana bisa melakukan ini semua.

Lana. Maafkan Gina. Andai Gina tidak memperkenalkan Lana kepada mereka, pasti Lana masih disini. Semua ini sama saja artinya secara tidak langsung, aku telah membunuhmu Lana. Lana, Lana, Lana, Lana kawanku, Lana. Lana sudah abadi. Beberapa hari aku mengicau dan aku kemudian di bawa ke psikolog. Aku sekarang sudah sembuh dan terkadang Lana masih sering muncul di dalam mimpiku. Sekian, terima kasih.

loading...
loading...
Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Time,Love,Family,Myself "Life,Love,Laugh"

All post by:

Sezgina Fradah has write 79 posts