Teman Kecil Adikku

Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Vanessa. Ini adalah cerita pertama saya. Cerita ini terjadi saat aku masih taman kanak-kanak (TK) sudah lama banget kan soalnya aku sekarang sudah kuliah semester 6. Langsung saja ya, waktu itu aku lagi belajar sama teman-teman di kelas kalau tidak salah waktu itu aku lagi belajar mewarnai. Tiba-tiba dengan wajah panik, tante aku datang ke TK aku.

Terus ajak aku pulang padahal belum waktunya pulang (fyi: TK aku itu jaraknya hanya sekitar setengah kilometer dari rumah). Karena aku nggak ngerti apa yang terjadi, aku malah merasa senang soalnya cepat pulang. Waktu itu aku agak heran kok tante aku jalannya kayak orang takut, cemas, dan bingung gitu ya akhirnya dengan polosnya aku tanya “tante ada apa? kok Vanessa di jemput cepat?”.

Ya memang tante aku yang sering jemput aku di TK karena mamah sibuk ngurusin adik aku di rumah yang saat itu baru berusia 4 tahun. (Fyi: aku saat itu baru berusia 6 tahun dan bentar lagi lulus TK dan masuk SD). Lanjut, tante aku langsung jongkok menghadap aku terus ngomong “Vanessa jangan kaget atau takut ya” dengan polosnya aku mengangguk padahal saat itu aku nggak tahu apa yang terjadi.

“Bian dan Aji sudah meninggal, kepalanya pecah di lindas truk depan rumahnya” aku sangat kaget dan jadi lemas saat itu, tanteku jalannya juga semakin di percepat. Aku panik dan takut pulang ke rumah, kata tante aku, seluruh isi kepala Bian dan Aji itu hancur berantakan di jalanan.

Oh iya, Bian dan Aji itu adalah temanku dan adikku. Kami sangat dekat dan sering banget main bareng. Jadi, waktu aku pulang ke rumah aku semakin panik lihat mama duduk kayak orang shock dan pandangannya terlihat kosong. Bukan cuman mama, om aku juga masih tergeletak di kursi ruang tamu karena pingsan. Katanya pada saat itu mama aku lihat waktu isi kepalanya di angkat oleh pak polisi.

Sementara om aku ngelihat dengan mata kepalanya si Bian dan Aji di lindas truk. Aku dengar keluargaku ngomong soal kecelakaan itu dan yang aku ingat kalau katanya waktu itu motor yang ada di depan rumahnya Bian dan Aji menyala dan ayahnya lupa buat matikan motornya dan masuk rumah gitu saja. Karena masih anak-anak, si Bian langsung nge-gas motor dan akhirnya datanglah truk dan menabrak mereka (Fyi: rumah Bian persis di depan jalan raya).

Malam harinya, suasananya beda banget. Mamah aku nggak bisa tidur dan ngebayangin apa yang di lihatnya tadi pagi. Di tambah adik aku juga langsung demam malam itu sampai-sampai adik aku kejang-kejang dan anehnya dia manggil nama Bian dan Aji. Setelah agak mendingan, aku langsung tanya “adik ngapain manggil-manggil Bian?” terus dengan polosnya adik aku jawab sambil nunjuk “soalnya Bian sama Aji ada disini pengen ngajak aku main. Itu dia” sambil nunjuk arah kursi kosong yang ada di ruang tengah. Akhirnya kami ber-4 (aku, adik aku, mamah, dan papah) mutusin buat nginap di rumah nenek malam itu.

Satu bulan kemudian, kejadian aneh pun kembali terjadi. Waktu itu masih siang sekitar jam 1. Mamah aku tanya adik aku mana? Ini sudah siang bolong masih saja main. Aku di omelin karena katanya aku nggak ngejagain adik aku. Akhirnya aku lihat dia main di pinggir jalan raya sama teman-temannya yang lain, waktu itu mereka ber-4 bermain di pinggir jalan raya tepat di depan rumah Bian dan Aji.

loading...

Aku panggil mereka “eh kalian pulang. Ini sudah siang banget” kataku tapi mereka nggak peduli sama ucapan aku dan tetap main. Akhirnya aku pulang ke rumah ngomong sama mama kalau adik aku dan yang lainnya nggak mau dengar. Akhirnya mamah aku turun tangan. Mamah dan tante aku langsung ke tempat main adik aku dan sepupu aku. Waktu sampai disana, adik dan sepupu aku sama-sama nggak mau dengar.

“Eh kalian pulang. Kalau nggak pulang entar mama cubit” tapi adik aku nggak mau dengar dan tetap main. Mamah aku semakin khawatir, soalnya disitu banyak banget kendaraan takutnya terjadi sesuatu sama adik dan sepupu aku. Akhirnya adik aku di paksa buat pulang terus ngomong “nggak mau. Aku pengen main disana. Soalnya Bian dan Aji ngajak kami main” mamah sama tante aku kaget dan takut dengar adik aku ngomong gitu dan di iyakan pula sama adik sepupu aku yang ikut main sama adik aku.

Hampir 1 minggu adik aku sering main di tempat kecelakaan Bian dan Aji tanpa sepengetahuan mama. Karena khawatir, akhirnya mamah aku membawa adik aku ke rumah tante aku yang letaknya sangat jauh dari rumah. Tapi, ternyata cara itu nggak mempan. Adik aku tetap bisa ngelihat Bian dan Aji seakan-akan adik aku itu di ikuti terus sama Bian dan Aji.

Dan akhirnya, nenek aku bilang kalau adik aku itu memang di ikutin sama hantu yang menyerupai Bian dan Aji soalnya Bian dan Aji pengen ngajak adik aku main terus. Aku langsung jadi panik dan sedikit heran. Kok mereka cuman ngikutin adik aku sih? Padahal aku juga lumayan dekat sama mereka. Akhirnya setelah di obatin sama nenek aku, adik aku sudah nggak pernah di gangguin sama Bian dan Aji

Bukan cuman kami yang mengalami hal-hal yang aneh setelah kematian mereka berdua. Bahkan sopir taksi pun pernah di hantuin. Saat itu katanya ada taksi yang lewat depan rumah Bian dan Aji tiba-tiba muncul 2 orang anak kecil di tengah jalanan akhirnya sopir taksi tersebut menghindar dan akhirnya menghantam tiang listrik.

Terus, ini pengalaman tetangga aku. Waktu itu dia pengen pergi ke masjid untuk shalat subuh. Nah, tiba-tiba ada anak kecil minta tolong buat nyeberang jalan. Padahal jalanan saat itu sepi hanya ada satu atau dua kendaraan yang lewat. Tanpa ada rasa curiga, tetangga aku itu nyeberang bareng dua anak yang minta tolong itu. Pas sampai di seberang jalan, tetangga aku lihat anak itu sudah nggak ada. Akhirnya tetangga aku lari pulang ke rumahnya dan memutuskan untuk shalat subuh di rumah.

Nama Bian dan Aji itu bukan nama asli mereka alias nama samaran. Karena bagi kami, orang yang mengenal mereka berdua jika ada yang menyebut namanya mereka akan muncul. Maaf kalau kurang seram atau tulisannya masih acak-acakan banget.

KCH

Vanessa

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Vanessa has write 2,679 posts

loading...