Teman Khayalan Keysha

Hai pembaca cerita hantu, apakah diantara kamu dulu pernah ada yang punya teman imaginary atau teman khayalan dan teman imaginer wajar dialami saat masih anak-anak. “Kak Dewi, geseran sedikit duduknya. Temanku juga mau ikut nonton,” itu adalah keponakanku yang bernama Keysha, umurnya baru 5 tahun. Namun dia mempunyai teman khayalan entah sejak dari kapan.

Karena sudah paham dengan keadaan kesyah, aku pun menggeser badanku di sofa. Lalu keysha menggeser posisi badannya dan menyisakan tempat kosong ditengah sofa diantara kami berdua. Keysha menonton tv sesekali sambil mengajak aku mengobrol, bagi orang yang baru mengenal keysha maka situasi ini pasti akan terlihat aneh. Namun dirumah kami sudah biasa, aku beserta ayah dan juga ibu keysha juga sudah biasa berperan seolah-olah sosok yang tidak berwujud bernama ‘Yuli’ itu memang ada di antara kami semua.

Aku tinggal bersama kakak perempuanku dan suaminya yang merupakan orangtua keysha. Suami kakak kerja kantoran, begitu juga dengan kakak perempuanku seorang wanita karir. Namun bukan berarti mereka sangat sibuk sehingga tidak punya waktu untuk keysha. Kakak tidak pernah pulang di atas jam 6 sore dan mereka selalu menghabiskan akhir pekan bermain bersama keysha.

Walaupun perhatian mereka begitu besar, entah kenapa keysha tetap mempunyai seorang teman khayalan. Setiap hari, keysha sering menyebut anak yang bernama Yuli. Seakan-akan sore itu selalu ada dan selalu menemani keysha seperti saat aku sedang menyuapi keysha makan siang. “Kakak Dewi, kenapa yuli nya tidak kasih makan sich? Yuli bolehkan ikut mamam bareng aku.” teriak keysha kepadaku.

Aku tau jika aku tidak menuruti apa yang keysha minta, dia akan marah besar. Karena itu aku memenuhi permintaannya dan berperan seolah-olah yuli benar-benar ada. Aku melayangkan sendok makan di udara dan aku iseng bertanya kepada keysha. Kenapa yuli tidak memakannya, dan keysha terdiam. Dia terlihat seperti sedang mendengarkan seseorang berbicara. Kemudian keysha menjawab, kalo yuli hanya minum susu.

Aku pun menawarkan untuk membuatkan susu, namun keysha kembali terdiam. Kemudian keysha berkata, kalo susu yang diminumnya yuli berbeda dengan susu kaleng yang biasa dibuatkan untuk keysha. Sebenarnya banyak kejadian cukup membingungkan yang terjadi oleh keysha bersama teman khayalan nya itu. Seringkali kakak mendengar keysha mengobrol sendiri, tertawa-tawa atau bermain sendiri dan keysha juga sering terbangun ketika malam hari.

Karena tidak menemukan yuli didekatnya, dia minta ditemani oleh ibu dan ayahnya. Dan yang paling aneh adalah kejadian yang aku alami. Saat itu jam 10 malam, aku sedang duduk di meja makan sendirian sambil mengerjakan tugas kuliah. Tiba-tiba aku seperti mendengar sesuatu, suaranya seperti aku kenal. Aku pun mencari sumber suara itu, aku melihat kanan dan ke kiri. Aku melihat seluruh ruangan namun suara itu masih belum aku ketahui asalnya.

Aku melihat ke kolong meja bawah dan ternyata di kolong meja tergeletak boneka keysha. Aku langsung merinding, aku ingat betul kalo boneka ini ada di kardus mainan keysha. Aku tidak mau berpikir aneh dan langsung mengembalikan boneka itu ke tempatnya. Banyak sekali cara untuk menjauhkan keysha dari yuli, kami sering mengajak keysha bermain dengan teman-teman sebayanya. Namun keysha selalu bersikeras ingin bersama yuli.

Dia bahkan sampai marah dan menangis meraung-raung jika dipisahkan dengan yuli. Pernah suatu saat dimana keysha tidak menyebut nama yuli dan terlihat dia sedang asyik menonton televisi. Aku pun mendekatinya, aku bertanya kepada keysha kemana perginya yuli. Keysha dengan ekspresi polos menjawab kalo yuli sedang ada acara dirumahnya jadi dia tidak bisa bermain. Aku kembali bertanya kepada keysha dimana rumah yuli berada, dan keysha menyebutkan sebuah nama tempat yang sangat mengejutkan.

loading...

Darimana keysha tau tempat itu, perasaan kami tidak pernah bawa dia kesana. Tempat yang dituju keysha adalah sebuah nama Tempat Pemakaman Umum didekat rumah kami. Aku mulai merasa ada yang tidak beres dengan teman khayala keysha ini. Karena curiga, aku pun bertanya lebih jauh kepada keysha tentang sosok yuli. Aku bertanya seperti apa rupa yuli, keysha menjawab kalo yuli tubuhnya pendek dan tidak mempunyai rambut dikepalanya.

Dan badannya hanya memakai kain tapi kata keysha kulit yuli berbulu kayak monyet. Dan menurut keysha itu malah lucu. Aku langsung merinding mendengar kata-kata keysha, dan tiba-tiba dia menunjuk ke arah televisi. “Kak dewi lihat itu ke televisi, mirip sekali kayak yuli.” Saat itu di televisi sedang memutar film kartun Upin dan Ipin. Telunjuk keysha mengarah kepada kedua karakter kartun tersebut.

Detik itu juga aku langsung mengerti, kalo sosok yuli yang bersama keysha adalah. Aku langsung ngeri membayangkannya, lalu aku langsung memberitahu kepada kakak sore harinya. Kakak langsung panik juga ketakutan, kakak langsung menelpon paman yang katanya paman kami bisa melihat makhluk halus. Kakak meminta paman untuk datang melihat keysha. Beberapa hari kemudian paman datang dan menurutnya memang ada yang menempel pada keysha, kata paman.

Sosok yuli yang hanya bisa dilihat oleh keysha ini bukan arwah penasaran, melainkan makhluk jadi-jadian. Dan makhluk jadi-jadian itu tinggal di lingkungan perumahan kami. Karena menurut paman, dia tidak mungkin pergi jauh dari tempat tinggalnya. Dia sebenarnya tidak berniat jahat, dia tertarik dengan keysha karena hanya ingin bermain dengannya. Lalu paman menyarankan keysha di ungsikan dulu sementara ke rumah paman yang berada di jakarta. Kami pun setuju, namun tidak dengan keysha.

Dia menangis menjerit-jerit ketika akan dibawa pergi. Keysha menjerit meminta yuli harus ikut dengannya. Akhirnya dengan paksa, kami membawa keysha pergi ke rumah paman. Ketika sampai, keysha langsung demam tinggi tapi demam keysha hanya beberapa hari saja. Setelah itu dia kembali sehat dan paman pun sering mengajak dia berjalan keliling kota agar lupa dengan yuli.

Akhirnya keysha tidak pernah menyebut-nyebut nama yuli lagi, setelah sebulan kami pun menjemput keysha dan membawanya pulang. Setelah dirumah kebiasaan keysha sudah tidak pernah lagi kami rasakan. Dia sepertinya sudah lupa dengan sosok yuli, kami pun semua lega. Keysha pun sekarang sudah tidak memanggil nama yuli lagi dan bermain bersama teman-teman sebayanya. Dia sendiri yang meminta aku untuk menemaninya ke taman.

Lho keysha mana, perasaan dia tadi ada disana. Oh, itu dia di pinggir-pinggir taman. Aku baru sadar, kalo keysha terlihat seperti menggandeng tangan seseorang. Tapi sosok yang digandengnya itu tidak kelihatan. “Kak dewi, keysha mau ajak yuli kerumah ya. Kata yuli, dia kangen sama aku karena sudah lama gak ketemu.” Keysha, jangan.

Share This: