Temanku Indigo

Halo kawan semua! Bertemu lagi dengan Yain sang bidadari angkot *hehe. Salam buat kak John yang ganteng (jika dilihat dari tugu monas) *hehe peace bercanda, tapi bohong, *hihi. Salam buat sahabat baikku Agata, Bismi si gadis imut dari Aceh *katanya, Bayu aji sang pendekar *pret, Yandi sang anak kostan, Gina temannya Susil *eh, Andi si tukang *kepo, Hadi yang kayak jelangkung *kadang hilang kadang datang, marli si misterius, Nurul si mamah muda, Dwi si biduan dangdut kata zaenal *haha peace dan semuanya yang namanya tak aku sebut tapi semoga tidak mengurangi rasa persahabatan kita ya.

Oke kali ini aku mau bercerita ketika aku punya teman kuliah yang indigo. *Begindang ceritanya, simak baik-baik ya dan jangan baca sendirian. Okey? *wokeh! Saat jam kuliah, sedang asik mendengarkan dosen berceramah tiba-tiba “Yain! Yain!” ada yang memanggilku dari belakang. Aku pun langsung menoleh, temanku Indri memanggil, dia menunjuk ponselnya. Sebuah isyarat bahwa aku harus periksa ponselku. Aku pun mengambil ponsel dalam tasku, ada pesan BBM dari Indri. Begini bunyinya.

A: Aku
I: Indri

I: *beibz, lu pulang kuliah ada acara gak? Aku mau kerumah lu.
A: gak ada, mau ngapain lu?
I: aku mau ketemu bokap lu, aku pingin lepas ilmuku.
A: oke deh.
I: entar lu yang bonceng aku ya! Aku lagi gak kuat nyetir,
A: ya sudah.

Setelah pulang kuliah kamipun langsung menuju keparkiran motor, Indri mengeluh karena mau ketemu Andre pacarnya, tapi ponselnya lowbat, dan sementara mau menuju kerumahku, aku mengendarai motor dengan santai, dan ketika diperjalanan, Indri banyak bicara. Beginilah sepenggal-penggal kalimatnya (biar cepat).

“Yain, ponselku lowbat, Andre pasti nyariin aku”.
“Kalau misal dia telepon lu, bilang saja kalau aku ada dirumah lu, biar dia datang kerumah”.
“Yain! Andre telepon lu sekarang”.
“Yain! Semakin dekat rumah lu, badanku semakin panas!”.
“Yain! Pundakku berat banget nih!”.
“Yain! Lu jangan berhenti ya! Please jangan berhenti, lu tetap jalan! Harus berhenti depan rumah lu!”.

Aku pun menjawab “kenapa sih dilarang berhenti? Entar kalau ketemu lampu merah gimana? Terus nanti dipersimpangan bakal macet lama In! Masa aku harus jalan terus!? Nabrak *donk!” dia tak menjawabku, langsung mengatakan “Yain! Lewat jalan lain saja! Jangan lewat yang macet!”. Aku menjawab “kalau lewat jalan lain lama in!” Please jangan berhenti ya! Motor harus tetap jalan sampai depan rumah lu!

Akhirnya aku turutin permintaan Indri, aku lewat jalan yang lumayan jauh, tapi aku gak hapal dengan jalan itu. Tetap aku paksakan dari pada nanti jadi gak karuan! Aku akhirnya menelusuri jalan itu, melewati perumahan, pasar dan rel kereta api. Aku selalu bertanya pada Indri arah jalannya, takut nyasar entar malah tambah *berabe. Tiba-tiba ditengah perjalanan Indri bersuara dengan suara yang datar, bulu kudukku langsung berdiri, hawanya sangat dingin tapi dinginnya beda.

Aku periksa jam tanganku, sudah pukul 18.25 sore, dimana jalanan ibukota sedang macet parah karena jam kerja atau pulang kerja, tapi tidak dengan jalan yang kutelusuri, jalanan yang remang-remang dan sepi. Lalu aku beranikan melirik kearah spion untuk mengecek apakah Indri masih baik-baik saja. Saat kulirik, astagfirullah! Seketika aku lemas, jantungku berasa berhenti dan nafasku mulai sesak, badanku panas dingin, dingin yang kurasa tapi berkeringat.

Aku melihat dibelakangku bukan Indri, yang aku bonceng bukan Indri. Ini bukan Indri! Aku panggil-panggil namanya biar dia sadar, tapi dia tak menjawabku, aku ingin berhenti sebentar untuk mengecek kembali keadaannya tapi aku ingat larangannya untuk dilarang berhenti. Aku pun menguatkan diri dan mulai berdoa, aku pun mulai tenang, aku lirik kembali temanku dari kaca spion, ini bukan Indri, yang kulihat adalah seorang nenek-nenek, wajahnya buruk, buruk sekali.

Matanya tajam menatap kedepan dan aneh matanya melotot tidak berkedip sedikitpun, padahal angin saat itu sangat kencang, aku terus memanggil temanku agar dia sadar, aku raba tangannya dibelakangku, tangannya sangat dingin, kaku. Tak lama motorku yang tadinya lumayan kencang, mendadak menjadi lambat! Seperti berat sekali, aku gas motornya tapi tidak ada hasil, kecepatannya semakin pelan. Ya Allah! Kenapa berat sekali! *Argh! Aku teriak karena ketakutan yang luar biasa.

Akhirnya, aku sampai didepan rumahku, saat aku berhenti didepan pintu pagar, aku turun dari motor untuk membukakan pintu gerbang, setelah itu saat balik kemotor, kulihat Indri sudah tidak ada dimotor. Dengan cepat kutengok kanan kiri, mataku menyapu seluruh penjuru jalan dan akhirnya aku melihat Indri. Berlari menjauhi rumah, aku tak tahu dia mau kemana. Dengan refleks aku langsung teriak memanggil papaku, pa! Pa! Keluar pa! Indri lari pa! Indri lari! Pa cepat pa! Alhamdulillah papaku langsung keluar rumah dan mengejar Indri.

Akhirnya Indri bisa dibawa kerumah secara paksa karena Indri teriak-teriak tidak mau dibawa kerumah dan ekspresinya sangat ketakutan ketika melihat papaku. Sesampai dirumah, Indri kesurupan. Papaku mengajak jin itu berbicara. Dari pembicaraan mereka, disimpulkan bahwa jin tersebut diperintahkan kakeknya untuk menjaga Indri, sehingga indri bisa melihat dan berbicara dengan makhluk gaib. Jin itu sangat sakti karena dari kerajaan jin Banten, ada pula harimau putih yang menjaganya

Papaku ingin menghilangkan hal-hal tersebut seperti yang diminta Indri waktu itu, dia sudah tidak tahan lagi karena khodamnya bersifat negatif. Aku langsung periksa ponselku, ada beberapa panggilan dari Andre pacar Indri. teringat bahwa ponsel Indri lowbat, dan kenapa saat dijalan tadi dia tahu kalau Andre meneleponku? Tak lama kemudian akhirnya Indri kembali normal seperti manusia pada umumnya.

Kalau dipikir pikir tadi kenapa Indri larang aku buat berhenti benar juga. Saat sampai rumah saja, dia langsung kabur begitu saja karena jin yang menjaganya tidak mau dikeluarkan dalam tubuh Indri, coba kalau saat aku berhenti diperjalanan, pasti urusannya tambah ribet. Bakalan ngejar-ngejar Indri sampai dapat. Membonceng dia saja sudah *deg-deg, ser apalagi kalau sampai dia menghilang tanpa jejak? Wah bisa berurusan deh sama keluarganya. Oke sekian kisahku.

(Nama dalam cerita ini disamarkan, karena aku belum minta ijin pada mereka untuk membagi kisah ini pada kalian semua). Ini kisah nyata, dan saat Indri di ruqyah oleh papaku, sempat aku rekam dan aku uploud ke youtube. Kalian bisa menontonnya, dengan judul youtube “pengobatan alternatif pak zul” terima kasih.

Facebook : Yain Bidadari Angkot
Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=xu7CFQnK8Ms

loading...
Yain

Fitri Yain Anrola

MALAIKAT BAYANGAN konsultasi mengenai ghaib jarak jauh dengan Pak Dul.informasi lebih lanjut kunjungi Blog : Pemusnah Ilmu Ghaib http://pusat1lmu.blogspot.co.id/2014/10/pemusnah-ilmu-ghaib-pengobatan.html?m=1facebook : Yainwa : 081280410615makasih sudah baca ceritaku

All post by:

Fitri Yain Anrola has write 35 posts