Temanku Kesurupan di Kebun Pisang

assalamualaikum Nama saya fadlan.f ini adalah kisah nyata saya di saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar tepatnya kelas 6 SD. Kisah ini dimulai saat saya dan teman teman saya berkumpul di pos satpam dekat sekolah kami, karena saat itu malam pergantian tahun. Kami semua bersiap untuk menyalakan kembang api, tiba tiba teman saya ingin pergi ke kebun pisang sebelum dia pergi aku sudah bertanya “eh pengen kemana?” tapi gak di tanggepin sama dia yaudah kita tungguin aja siapa tau dia pengen buang air kecil.

Tapi setelah pukul 01.30 pagi kok dia gak balik balik ya akhirnya kita putuskan untuk mencari dan harus ketemu. Setelah kita semua lelah mencarinya tiba tiba ada suara orang teriak teriak kenceng banget teriakannya sampai warga di sekitar tempat itu menghampiri tempat tersebut.

Dan alangkah terkejutnya kita melihat ternyata itu teman kita yang sejak tadi kami cari cari. Lalu kami dan warga sekitar menghampiri nya, lalu seorang warga mengatakan “wah, kalo begini biasanya kesurupan dek”. Dan salah seorang teman wanita kami bicara “wah, gimana nih?”.

Lalu aku bertanya pada seorang warga “apakah ada orang pintar atau dukun gitu disini?” (mohon maaf karena ini kisah nyata pada saat itu saya sedang panik jadi yang ada di pikiran saya ya dukun atau orang pintar). Kemudian pertanyaanku di jawab oleh salah seorang warga “disini gak ada orang pintar atau dukun dek, adanya ustad. Mau saya panggilkan?”, kata ku “baiklah apa saja”.

loading...

Sampai pukul 04.15 terdengar suara adzan dan teman ku semakin menggila. Tak lama kemudian pak ustad pun datang dengan membawa air minum, kemudian air minum itu dibacakan doa. Setelah itu di percikan ke teman kami, setelah 5 menit teman kami sadar tanpa banyak basa basi kami pun mengajaknya solat subuh di masjid terdekat agar pikirannya lebih tenang.

Lalu kami mengantarnya pulang, dan ke esokan harinya kami berkumpul ber enam kembali di pos yang sama seperti tadi malam. Lalu teman kami yang kesurupan menceritakan mengapa dia bisa sampai kesurupan seperti itu, Selesai. (Mohon maaf kalo kurang seram atau mencekam karena ini kisah nyata saya) wassalamualaikum.

Share This: