Temanku Seorang Hantu Part 2

“Bisa minggir gak kamu” ucap ega.
“Apa ega?” ucap guru di kursinya.
“Enggak kok bu” ucap ega melirik nattasha menyuruh pindah.
“Aku gak mau pindah” ucap nattasha yang masih berdiri di papan tulis.
“Kamu ya!” ucap ega melempar pulpennya ke arah papan tulis.

Lemparan ega mengenai kepala ibu guru yang sedang menerangkan.
“Ega apa-apaan kamu?” ucap guru memegang keningnya.
“Maaf bu aku gak sengaja” ucap ega mengambil pulpennya.
“Sekarang keluar kamu kalau gak konsentrasi jangan ikut pelajaran ibu”.
“Baik bu”.

“Terlihat nattasha menertawakan ega karena di marahi oleh guru, ega pun melanjutkan belajarnya nattasha mulai pergi meninggalkan kelas dengan menembus tembok. Bellpun berbunyi, tandanya jam istirahat. Ega pun keluar kelas, dan menuju ke kantin memesan mie instan, setelah ega makan. Ega pun pergi ke pohon besar yang ada di belakang sekolah terlihat pemandangan indah dari atas pohon, sawah yang begitu hijau dan angin sejuk menyelimuti suasana, sambil menikmati musik.

“Kenapa kamu gak pergi dengan temanmu ega” ucap nattasha yang tiba-tiba muncul duduk di atas pohon dengan memakai baju sekolah.
“Aku masih murid baru dan belum dapat teman nattasha” ucap ega sudah terbiasa lihat wujud nattasha.
“Oh gitu mau gak kita jadi teman” ucap nattasha.
“Jadi teman dunia kita berbeda nattasha lagian kenapa arwahmu belum bisa tenang apa yang membuatmu gentanyangan begini?” tanya ega.

“Aku gentanyangan karena aku ingin balas dendam kepada yang menabrakku itu sampai buat ibuku meninggal” ucap nattasha.
“Oh gitu kasihan ya kamu, aku mau nanya bagaimana caranya kamu bisa tembus tembok”.
“Aku bisa tembus tembok karena aku masih ingat sekolah ini dan ruangannya” ucap nattasha.
“Maksudnya aku belum paham” ucap ega.
“Gini ya hantu itu bisa tembus tembok karena ingatannya masih ada, aku bisa tembus karena aku masih ingat ruangan sekolah ini, coba pintunya di ubah pasti aku gak bisa tembus aku” ucap nattasha menjelaskan.

“Oh gitu, iya aku paham”.
“Boleh kan jadi temanmu soalnya teman hantuku tak ada yang mau berteman denganku” ucap nattasha.
“Iya deh” ucap ega pasrah.
Bell pun berbunyi tandanya masuk kelas.

Ega pun turun dari pohon dan berjalan menuju ke kelas. Sesampainya di kelas terlihat murid-murid masih ada yang mengobrol dan bercanda, ega pun masuk kelas dan duduk mulai mengambil buku yang akan di pelajari nanti, terlihat nattasha di luar pintu tersenyum, ega pun membalas senyumnya. 5 menit kemudian guru pun datang, murid pun duduk semua dan mulai pelajaran. Ega menoleh ke arah jendela terlihat nattasha hanya duduk di atas pohon melihat langit yang biru cerah.

Bell pun berbunyi jam pelajaran selesai, ega pun membereskan buku dan pulpennya ke tas dan mulai berpamitan dengan guru. Terlihat perempuan duduk di taman sendirian, terlihat raut wajahnya yang sedih. Ega pun mendekatinya.
“Hay kamu kenapa kok kelihatan sedih” ucap ega.
“Gak apa-apa kok” ucap perempuan itu.
“Aku boleh duduk gak?” tanya ega.
“Boleh silahkan saja”.

“Namamu siapa?” ucap ega menyalaminya.
“Namaku lita” balas lita.
“Oh lita, aku ega”
“Iya” ucap singkat lita.
“Iya sudah aku duluan ya” ucap ega berdiri dari kursinya dan mulai berjalan meninggalkannya.

Keesokan harinya saat ega menaruh barang di loker terlihat cewek beramai-ramai di loker milik lita. Terlihat lita melihat mereka dan cewek-cewek itu pun pergi dan menertawakan lita. Terlihat lita sedih mendekati lokernya, terlihat loker lita di penuhi dengan foto s*ksi tapi wajahnya di edit dengan wajahnya lita. Terlihat lita merobek-robek foto itu dan menangis.

“Kamu kenapa lita” tanya ega mendekatinya.
“Itu mereka membullyku” ucap lita.
“Memang kamu salah apa?” tanya ega.
“Gara-gara aku hamil dengan guru, mereka jadi membullyku”.
“Apa? Hamil dengan guru siapa”.

“Sama pak heru guru fisika, *hikz, *hikz” ucap lita sedih.
“Kenapa kamu tak beritahu orang tuamu” ucap ega.
“Aku takut dan aku ingin masih sekolah, gak mau putus” ucap nattasha
“Yang sabar ya lita, ya sudah aku masuk kelas dulu”.

Ega pun memasuki kelas terlihat nattasha sedang duduk di bangkunya dengan menyapa, ega memasuki kelasnya terlihat wajah manisnya nattasha.
“Pagi ega, apa kabar pagi ini?” ucap nattasha.
“Kabar aku baik nattasha” ucap ega manaruh tasnya di kursi.
“Oh iya kamu tumben agak telat”.
“Tadi aku dapat kenalan hantu” ucap ega.

“Hantu dimana perasaan aku di sekolah ini hanya aku hantunya”.
“Bukan hantu nattasha maksudku kamu aku panggil hantu” ucap ega.
“Oh gitu”.
“Aku tadi sama lita kelas 3 juga cuman dia hamil gara-gara guru fisika” ucap ega.
“Hey, hey kamu bicara siapa?” ucap cowok sebelah menegurnya.
“Gak apa-apa kok aku bicara sama ponsel nih” ucap ega menunjukan ponselnya.
“Oh gitu ya sudah lanjutin” ucap cowo itu mulai berbalik kembali.

“Guru fisika, dia hamilin lita astaga kenapa dia gak beritahu orang tuanya” ucap nattasha.
“Katanya sih masih mau sekolah” ucap ega.
“Oh gitu semoga saja dia baik-baik sajalah”.
“Kamu bisa gak wajah kamu berubah seperti biasa saja jangan terlalu pucat begitu” ucap ega.
“Bisa tapi aku harus minum darah segar dari manusia atau hewan nanti aku bisa di lihat oleh manusia”.

“Kamu mau membunuh?” tanya ega.
“Iya tapi aku enggak bunuh manusia kok paling hewan baru aku ambil roh dan raganya, aku di ajari oleh raja hantu” ucap nattasha.
“Ada nanti aku temui kamu di gerbang sekolah ya”.
“Boleh” ucap nattasha senang.

loading...

Malampun tiba ega pun menuju ke sekolah untuk menemui nattasha, ega pun memanggil dari luar gerbang sekolah
“Nattasha! Hantu nattasha jelek dimana kamu, aku mau ajak kamu nih” teriak ega.
“Tak ada orang, dimana nattasha katanya mau tunjukan tubuhnya” ucap ega berbalik.
“Ba, hehe kaget lagi ya” sahut nattasha dari belakang.
“Ya, ampun gak ada berubahnya suka banget ngagetin orang” ucap ega agak kesal.

Terlihat nattasha menggunakan baju yang berbeda tidak mengunakan baju sekolah melainkan menggunakan baju warna pink dengan rambut yang di poni dan membawa tas kecil di punggungnya.
“Wow, kamu kelihatan cantik banget nattasha” ucap ega memandang nattasha
“Biasa saja kok” ucap nattasha dengan senyum tipisnya.

“Ayo kita pergi ke mall sama orang tuaku”.
“Katanya mau ke pasar malam”.
“Enggak jadi pasar malamnya besok saja *hehe”.
“Tapikan katanya pasar malam”.
“Sudah ayo pulang dulu, orang tuaku sudah nunggu nih”.
“Iya sudah deh”.

Mereka pun pulang menaiki sepeda, terlihat suasana jalan sangat ramai dengan anak muda yang nongkrong di pinggir-pinggir jalan dengan teman-temannya ega.
“Sampai kapan kamu akan bergentanyangan gini?” tanya ega yang sedang mengendarai sepeda.
“Sampai aku menemukan siapa yang menabrakku dan ibuku, aku akan balas dendam” sahut nattasha.
“Bukannya balas dendam tidak baik” ucap ega.
“….” (hanya diam)

Sesampainya di rumah, ega pun menaruh sepedanya dan membawa nattasha masuk rumah dengannya.
“Hay ma ini nattasha teman sekolahku” ucap ega memperkenalkan nattasha.
“Salam om tante” ucap nattasha menyalami ibu dan ayah ega.
“Kamu cantiknya nattasha sering-sering main kesini ya dek” ucap ibu ega.
“Iya tante pasti kok” ucap nattasha lembut.

“Ayo kita pergi sekarang” ucap ayah membuka pintu mobil.
Dan mereka pun pergi ke mall terlihat nattasha dan ega asik berbicara di belakang sambil bercandaan.
“Aku seperti kenal mobil ini ega” ucap nattasha melirik mobil.
“Dimana kamu pernah lihat nattasha” ucap ega melepas tangan nattasha.
“Mungkin perasaanku saja” ucap nattasha.

Tak lama mereka sampai di mall, ayah ega mencari parkiran mobil dan melihat sudut yang kosong.
“Huh, akhirnya sampai juga di mall, kamu suka gak nattasha?” ucap ibu ega.
“Suka tante mallnya besar banget” ucap nattasha melihat sekeliling.
“Ayo kita masuk” ucap ayah ega.
Bersambung ke temanku seorang hantu part 3.

Gugun

gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

gugun has write 43 posts