Temanku Seorang Hantu Part 3

Dan mereka pun memasuki mall, ega dan nattasha menaiki lift memasuki lantai paling atas untuk bermain games bersama nattasha. Terlihat semua melirik nattasha dan ega karena wajah nattasha yang mulai berubah pucat.
“Natta kok wajah kamu tambah pucat apakah sudah mulai habis raga kamu?” tanya ega.
“Masa sih aku sudah mulai pucat” ucap nattasha.
“Kamu mau lihat di cermin?”.

“Jangan aku gak bisa bercermin, hantu gak bakal kelihatan di cermin, lihat di antara kakiku apa aku punya bayangan seperti yang lain, gak ada kan” ucap nattasha.
“Oh gitu ya, iya bayangan kamu gak ada sama sekali” ucap ega melihat kaki nattasha.
“Terus apa yang kamu lakukan untuk berubah seperti biasa lagi” tanya ega.
“Bentar aku akan pergi sebentar” ucap nattasha sambil menghilang.

30 menit ega menunggu di kursi tak lama kemudian orang tua ega menyusul.
“Mana teman kamu ega?” tanya ayah menghampiri ega.
“Eh. Dia lagi ke toilet sebentar ayah” ucap ega.

Dan mereka pun turun ke bawah untuk makan, terlihat nattasha dan ega mengobrol hingga lantai bawah, terlihat keakraban nattasha dengan ega, orang tua ega terlihat senang melihat mereka bisa akrab.
“Haha ega nih lucu deh” ucap nattasha tertawa.
“Apaan sih orang bilang gitu saja sudah ketawa” ucap ega.
“Sudah bercanda mulu dari tadi” ucap ibu menegur mereka.
Sini nattasha sama tante” ucap ibu ega.

“Baik tante” jawab nattasha.
“Tanganmu kok masih dingin sekali nattasha” ucap ibu ega memegang tangan nattasha.
“Mungkin ac, tante yang buat tanganku dingin” ucap lembut nattasha dengan senyum tipisnya.
“Kalian duduk disini ayah akan pesan kalian makanan, ega mau apa?”.
“Aku mau chiken saja yah, kamu nattasha apa?” tanya ega.
“Aku sama saja deh sama ega”.
“Iya sama semua saja ayah” ucap ibu ega.

Beberapa menit kemudian makanan pun datang di bawa oleh ayah ega dan nattasha menghampirinya untuk membawakan makanannya.
“Terima kasih ya nak” ucap ayah ega.
“Sama-sama om”.
Mereka pun makan bersama setelah mereka makan orang tua ega menyuruh nattasha menunggu di mobil karena orang tua ega mau membeli bahan dapur, ega dan nattasha pun menunggu di tempat parkiran

loading...

“Ega orang tuamu sangat baik sekali beda dulu dengan orang tuaku” ucap nattasha sambil melihat bintang-bintang di atas.
“Kenapa kamu menamparku nattasha” ucap ega.
“Ada nyamuk di pipimu tadi kamu gak dengar yang aku bicarakan” ucap nattasha lembut.
“Tidak memang apa yang kamu bicarakan natta”.
“Hem, menarik nafas baru bicara. Tadi aku bilang orang tuamu baik sekali beda dengan orang tuaku dulu” ucap nattasha.
“Orang tuaku baik memang dari dulu kenapa dengan orang tuamu dulu?” tanya ega.
“Ayahku dulu suka siksa aku, memukuliku kalau aku salah dengan sabuknya ibuku yang selalu bela aku di depan ayah. Aku sangat sayang dengan ibuku” ucap nattasha menunduk..

Terlihat ibu-ibu membawa bayi melewati nattasha dan ega, bayi itu pun menangis kencang melihat nattasha.
“Kenapa bayi itu menangis melihatmu” tanya ega.
“Mungkin dia melihat wujud asliku kan bayi punya indra ke 6 semasa kecilnya hilang hingga umur 5 tahun”.
“Tak lama mereka mengobrol, orang tua ega pun datang menyuruh mereka masuk mobil dan pulang, saat di perjalanan ibu ega menunjukan foto-foto ega”.

“Ini lihat nattasha ini album foto” ucap ibu ega memberikan album foto.
“Mana tante?” ucap nattasha mengambil album foto dari ibu ega.
Dan saat nattasha melihat beberapa foto, terlihat foto orang bersama ayah ega dengan mengunakan topi tersenyum tiba-tiba nattasha berteriak.
“Argh!” teriak nattasha membuat dalam mobil panik.
“Ada apa nattasha?” tanya ega panik.

Terlintas gadis di depan, mobil dengan menggunakan baju seragam sekolah SMA menyeberang jalan ayah ega pun mengerem langsung karena kaget gadis itu pun tertabrak, semua turun dan mobil dan menghampirinya. Terlihat gadis itu berlumuran darah, terlihat nattasha menangis terus.
“Ada apa nattasha kenapa menangis melihat wanita ini?” tanya ayah ega.
“Apa kau tidak ingat dengan gadis ini?” ucap nattasha dengan nada tinggi.

“Bagaimana saya ingat kan baru bertemu ini” ucap ayah ega yang melihat nattasha terus menangis.
“Bagaimana seorang baj*ngan bisa mengingatnya *hikz, hikz” ucap nattasha dengan marah.
“Apa maksudmu?” ucap ayah ega.
“Oke kalau kamu tidak ingat aku akan buat ingat” ucap nattasha.

Tiba-tiba gadis yang di tabrak tadi terbangun dan berdiri dengan berlumuran darah di kepalanya dengan wajah penuh amarah.
“Ibu ega pun langsung pingsan melihat wujud nattasha”.
“Nattasha, ternyata ayah apa yang ayah lakukan” teriak ega dari belakang.
“Apa kau ingat aku sekarang” ucap nattasha di depan wajah ayah ega dengan tatapan amarah.
“Iya aku ingat aku salah” ucap ayah ega ketakutan.

“Sudah terlambat kau harus tanggung jawab dengan kematian ibuku” ucap nattasha mencekik ayah ega tapi tak bisa ayah ega mengunakan jimat.
“Ayah tidak tahu kalau dia jadi arwah penasaran seperti ini dengan mencari ayah untuk balas dendam” ucap ayah ega gemetaran.
“Terlihat nattasha berdiri di tengah jalan dengan tatapan tajamnya”.

Ayah ega pun mempercepat mobilnya menuju ke rumah tapi nattasha mengikutinya, nattasha pun muncul tiba-tiba dia atas mobil dan menatap ayah ega dengan penuh amarahnya.
“Kau harus tanggung jawab dengan nyawa ibuku” ucap nattasha.
Mobil ayah ega pun tak terkendali dan jatuh ke arah makam yang sangat besar dengan pohon-pohon besar, ayah ega pun turun dari mobil dan berlari menuju ke pondok tua untuk meminta pertolongan.

“Sudah nattasha jangan seperti ini” ucap ega ketakutan.
“Kau tidak mengerti dengan perasaanku ega” ucap nattasha di atas pohon.
“Aku mohon hentikanlah nattasha kembalilah ke alam kamu”.
“Tidak bisa, aku harus membunuh ayahmu yang telah membunuh ibuku, dia harus mati!” ucap nattasha dengan penuh amarahnya.

Angin pun bertiup kencang seperti badai, nattasha terbang memasuki tubuh ibu ega dan mencekik ayah ega.
“Ibu apa yang kamu lakukan lepaskan aku” ucap ayah ega menahan cekikan.
“Kau harus mati, 3 tahun yang lalu kau menabrakku dan ibuku dan pergi begitu saja” ucap ibu ega yang di rasuki nattasha.
“Ibu lepaskan ayah” ucap ega yang menarik ibunya.

Ega pun terlempar karena di pukul oleh nattasha, ayah ega pun semakin tak kuat dengan cekikan tenaga nattasha lebih kuat.
“Hentikan perbuatanmu hantu” ucap teman ega yang tiba-tiba datang.
“Ini tidak ada dengan urusanmu” ucap nattasha dengan nada tinggi.
“Ini urusanku karena membunuh dosa” ucap toni langsung membaca doa.
“Argh! Sakit” teriak nattasha kesakitan mendengarnya.

“Terima kasih toni” ucap ayah ega kaget karena yang jadi biksu adalah temannya.
“Kenapa kau membantunya, dia yang telah menabrak ibuku” ucap nattasha keluar dari tubuh ibu ega, dan ega pun hanya bisa melihat kejadian ini tak bisa berbuat apa-apa.
“Aku berteman dengan arwah yang penasaran mencari pembunuh dari ibunya ternyata ayahku sendiri” ucap ega yang hanya bisa bengong.
Bersambung ke temanku seorang hantu part 4.

Nak Gugun

gugun

Facebook: nak gugun Pin bbm: D00B8864

All post by:

gugun has write 28 posts