Temanku Seorang Hantu Part 4

“Bantu aku toni” ucap ayah ega bersembunyi di balik toni.
“Dia harus mati”.
“Ingat balas dendam itu tidak baik nattasha, asal perlu kamu tahu 3 tahun yang lalu”.
“Cepat ubah giginya dan naikan katanya mau bisa menaiki mobil” ucap ayah ega yang mengajarkan toni mengendarai.
“Iya aku akan coba ya, siapa tahu aku bisa jadi supir handal sepertimu” ucap toni senang.

Terlihat semua murid berhamburan keluar pagar, semua pulang tinggal nattasha saja yang belum pulang menunggu ibunya menjemputnya terasa setengah jam menunggu ibunya pun datang menghampirinya dengan motor.
“Ayo pulang nak maaf ibu telatnya” ucap lembut ibu nattasha.
“Iya gak apa-apa kok bu” ucap nattasha lembut.
Saat mau menyeberang terlihat jalanan sepi, tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang dari belakang dan menabrak nattasha dan ibunya.

“Aduh bagaimana ini kita harus menolongnya” ucap toni yang panik.
“Aku sudah bilang jangan naikan kecepatanya”.
“Bagaimana ini kasihan mereka berdua apakah dia akan mati”.
“Tinggalkan saja ayo cepat”.
“Tapi”.
“Sudah ayo cepat” ucap ayah ega menginjak gas.

Terlihat wajah nattasha semakin marah dengan nafas yang tak beraturan, tatapan nattasha semakin tajam ke arah toni dan ayah ega.
“Ternyata kalian pembunuh ibuku, kau akan mati toni” ucap nattasha mengendalikan pecahan kaca dan melemparinya.
Ayah ega pun menghindar dengan biksu mereka terluka karena lemparan nattasha.
“Hentikan nattasha, aku mohon itu ayahku” teriak ega dari belakang.

“Aku tahu dia ayahmu tapi dia pembunuh ibuku dan 2 orang ini harus mati” ucap nattasha menoleh ke belakang.
“Apa bila kau membunuh, apakah semua akan selesai, tidak bakal selesai mungkin ibumu gak akan bahagia disana bila anaknya pendendam” ucap ega.
“Diam saja kamu! Ega” ucap nattasha.
“Kau toni harus mati duluan setelah itu kamu” ucap nattasha mengarahkan pisau ke arah mereka/
“Sebelum aku mati boleh aku berkata sesuatu” ucap toni.
“Boleh silahkan?”
“Ibumu tidak mati dalam kecelakaan itu tapi terlalu memikirkan putri tersayangnya, aku merasa bersalah waktu itu dan merawat ibumu” ucap toni.

Nattasha hanya diam mendengar penjelasan toni itu.
“Ibumu meninggalkan surat sebelum meninggal” ucap toni memberikan surat itu.
Nattasha pun mengambil suratnya dan membacanya terlihat air mata nattasha jatuh di pipinya, setelah membaca surat tersebut.
“*Hizk, hizk, ibu aku sayang ibu” ucap nattasha sambil menangis dan meminta maaf dengan bersujud kepada toni dan semuanya.

Wajah nattasha pun berubah seperti semula dan ega pun menghampirinya.
“Hem, mungkin saatnya aku pergi ega” ucap nattasha.
“Nattasha jangan tinggalkan aku” ucap ega memegang tangan nattasha.
“Aku harus pergi ega karena aku sudah tahu sekarang dan aku sudah tenang sekarang” ucap nattasha sedih.
“Nattasha aku mencintaimu” ucap ega.
“Aku juga mencintaimu ega, pikirkan aku kadang-kadang ya” ucap nattasha dengan senyum tipisnya.
“Iya nattasha” ucap ega sambil senyum.

Nattasha dan ega pun berpelukan bersama, tubuh nattasha pun lama-lama semakin hilang berubah menjadi cahaya warna hijauh kecil-kecil nattasha pun melambaikan tangan ke ega.
“Selamat tinggal ega, jaga diri baik-baik ya temanku” ucap nattasha melambaikan tangannya.

Ega pun tersenyum senang dan semua kembali normal, terlihat ayah ega terluka dan membawanya ke rumah sakit semua, ega pun duduk di ruang tunggu dengan melihat-melihat ponselnya tiba-tiba layar ponsel ega berubah dan ada tulisan terima kasih temanku, ega pun tersenyum melihatnya.

loading...

Selesai, di rilis hari minggu tanggal 1 bulan juli 2016. Pengarang Nak_Gugun maaf kalau ceritanya jelek ya *hehe. Soalnya baru pemula.
facebook: nak gugun
Email: [email protected]

loading...
Nak Gugun

gugun

Facebook: nak gugun Pin bbm: D00B8864

All post by:

gugun has write 26 posts