Temanku Seorang Hantu

Terlihat murid baru kemarin, memasuki kelas sebut saja ega, ega mulai duduk di kursinya sambil membaca buku terlihat semua murid sedang mengobrol tentang hal sekolah.
“Hay kamu gak ikutan ngobrol” ucap gadis yang tiba-tiba duduk di samping ega dengan senyum manisnya.
“Sejak kapan kamu disini?” ucap ega meletakan bukunya.
“Sejak dari tadi kamu duduk saja gak lihat-lihat kalau ada orang” ucap gadis itu lembut.

“Kenalin namaku ega kamu?” tanya ega.
“Namaku nattasha, kamu murid baru kan, aku baru lihat kamu disini” ucap nattasha.
“Iya dari kemarin perasaan gak ada kamu deh kemarin?” ucap ega.
“Aku sakit jadi gak datang, aku biasa duduk disini ini kursiku” ucap nattasha menunjukan nama kursinya.
“Oh ada namanya maafnya aku gak tau” ucap ega.
Bell pun berbunyi tandanya pelajaran akan segera di mulai.

Mereka pun belajar nattasha membagikan bukunya untuk di pelajari bersama karena ega murid baru di kelas terlihat ke akraban mereka. Bell pun berbunyi tandanya jam istirahat. Ega pun merapikan bukunya dan menaruhnya di tas terlihat semua murid berjalan ke kantin.
“Aku duluan ya ega” ucap nattasha berjalan melewati pintu.
“Ega pun berjalan ke kantin membeli minuman jus jeruk dan berjalan menuju lapangan futsal melihat kelas lain bertanding bola”.

Terlihat keseruan murid meneriaki para penggemar mereka, ega hanya duduk, melihat sebuah pertandingan futsal sambil meminum segelas es jeruk.
“Dor!” ucap nattasha mengangetkan ega.
“Ya ampun natta! Tumpahkan semua” ucap ega mengelap bajunya yang tertumpah minuman.
“*Hehe maaf, maaf”.
“Gak lucu tahu”.
“Maaf deh nih sapu tangan” ucap nattasha memberikan sapu tangan.

“Kamu suka ngangetin orang ya?” tanya ega.
“Kadang-kadang sih ega” ucap nattasha menarik nafas dan mulai duduk di samping ega.
“Kamu dari mana tadi?” ucap ega.
“Dari jalan-jalan saja”.
“Kamu gak sama teman-teman kamu?” tanya ega.

“Teman-temanku mau sih tapi mereka sudah gak bisa lihat aku sekarang yang bisa lihat aku cuman kamu saja” ucap nattasha sambil memainkan ponselnya.
“Maksudnya?”.
“Hey kamu bicara sama siapa?” ucap gadis yang menegur ega.
“Ini sama nattasha masa kamu gak lihat besar begini dia?”.
“Nattasha? Aku dari tadi lihat dari kejahuan kamu berbicara sendiri tahu” ucap gadis itu berjalan meninggalkan ega.
“Jadi, kamu hantu”ucap ega terbata” mulai ketakutan dan berlari kencang.
“Ega!” teriak nattasha dari kejauhan.

Sial banget kok ada hantu di kelas ini sih, ya ampun kenapa dia ada pantasan saja terlihat pucat wajahnya. “Wah” ega terjatuh di tanah terlihat nattasha di belakangnya dengan kepala di lumuri darah dengan wajah pucatnya.
“Ega jangan pergi aku hanya minta bantuanmu ega”.
“Pergi kamu hantu pergi! Kamu mau apa dariku? Aku gak pernah buat salah sama kamu” ucap ega ketakutan.
“Baik aku akan pergi jika itu mau kamu tapi aku hanya ingin minta tolong saja” ucap nattasha semakin hilang di hadapan ega.

Ega pun pingsan di taman, ega pun di bawah ruang UKS untuk mendapatkan perawatan, tak berapa lama ega pun sadar.
“Kamu gak apa-apa ega? Tadi ibu lihat kamu pingsan di taman” ucap guru khawatir.
“Gak apa-apa kok bu, apa ini hanya mimpi” gumam ega dalam hati.
“Kamu kenapa bisa pingsan?” tanya guru.
“Gak apa-apa kok bu mungkin maagku kambuh, oh iya ibu kenal dengan murid bernama nattasha?”.
“Nattasha dulu murid ibu tapi, sekarang dia sudah tidak ada lagi, dia itu baik, murid paling ria di kelas, paling aktif, baik sesama juga tapi sayang dia meninggal karena kecelakaan mobil dengan ibunya sewaktu di jemput pulang dari sekolah” ucap guru itu menitikan air mata.

“Sudah berapa lama kecelakaannya itu bu?” tanya ega.
“3 tahun yang lalu ega, orang yang menabraknya pergi begitu saja tanpa tanggung jawab, ada apa ega tanya dia?”.
“Gak apa-apa kok bu, aku masuk kelas dulu ya mau pulang bu” ucap ega beranjak dari ranjang dan menuju ke kelas mengambil tas dan pulang.

Kelas terasa sepi, awan mulai gelap mungkin akan turun hujan, aku pun mempercepat langkah menuju gerbang sekolah untuk pulang. Saat aku menoleh, ke belakang terlihat penampakan nattasha dengan wajah sedihnya, aku pun memalingkan wajahku dan menuju ke rumah dengan rasa ketakutan. Malamnya ega hanya duduk di teras rumah melamun kejadian sewaktu di sekolah tadi, bertemu dengan arwah nattasha sebenarnya dia meminta bantuan apa kepadaku, ega penasaran.

loading...

3 hari kemudian ega selalu melihat hantu nattasha dan mulai terbiasa oleh hantu nattasha. Keesokan harinya di sekolah, saat ega ingin duduk di kursi tempat duduknya terlihat hantu nattasha duduk di kursinya, sambil melambaikan tanganya di taburi senyum manisnya.

“Ega pun pindah ke bangku, lain dan tak berani menoleh ke kursi, belakang karena takut terlihat wajahnya”.
“Kamu kenapa lihat ke belakang terus” ucap teman sebangku ega.
“Oh gak apa-apa kok” ucap ega.
Bellpun berbunyi saatnya pelajaran di mulai guru pun memulai pelajarannya.
“Saat ega belajar terlihat hantu nattasha mengganggu ega dengan menghalangi papan tulis, dengan wajah pucatnya penuh canda dan meledek ega.
Bersambung ke temanku seorang hantu part 2.

Gugun

gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

gugun has write 39 posts