Tempat Bimbingan Belajar Murah

Hai, namaku Andy. Belakangan ini nilaiku jelek terus. Akhirnya ibuku memutuskan untuk memberikanku bimbingan belajar (les). Karena keluargaku pas-pasan jadi ibuku mencari tempat bimbingan belajar murah. Setelah beberapa hari akhirnya ibuku mendapat tempat bimbingan belajar yang harganya murah banget. Tanpa pikir panjang ibuku langsung setuju aku di tempatkan di bimbingan belajar murah tersebut (sebut saja tempat les***). Awalnya aku malas banget karena pasti nanti gak ada orang yang di kenal dan gak seru belajar terus.

Tapi pikiranku berubah. Awal masuk tempat les*** hawanya dingin banget, tapi aku gak menghiraukan karena mungkin itu wajar. Begitu masuk ada tata usaha di depan dan di sebelah kanannya ada lorong menuju kelas-kelas. Waktu masuk aku di sapa orang-orang dengan senyum tapi tetap terasa hawa dingin/bikin gak enak. Begitu masuk kelas aku langsung di sapa oleh teman-teman disana dan di ajak berteman.

Tapi aku merasakan hal yang janggal di sana seperti hawa ingin membunuh. Aku gak mau tahu dan aku langsung dapat teman. Akhirnya aku betah di situ dan nilaiku lama-lama membaik. Aku jadi semangat buat ke tempat les***. Aku masuk ke kelas bimbingan belajar itu dengan semangat. Tapi ternyata suasana tidak seperti yang aku bayangkan, teman-teman menatapku seperti menginginkan sesuatu, lalu aku tanya temanku yang benama Rafi.

“Hei, kamu kenapa sih? Kok kayak pengen sesuatu dariku?” tanyaku. “Enggak kenapa kok, cuma lapar saja” jawabnya sambil nyengir. Waktu dia bilang lapar, bulu kudukku langsung berdiri, seolah-olah dia bilang ingin memakanku. Aku jadi ragu untuk duduk di sebelahnya. Tapi mau gimana lagi teman-teman sudah memenuhi semua tempat duduk sambil menatapku.

Jantungku berdetak kencang seolah mau pecah. Aku paksakan duduk di sebelahnya. Waktu guru masuk aku terkejut bukan kepalang karena gurunya bukan membawa buku malah membawa pisau daging. Rafi langsung menggenggam tanganku dengan kuat agar tidak kabur. Tapi aku langsung membanting tangannya dan kabur. Tapi sudah terlambat pintu keluar tempat bimbingan belajar sudah tertutup rapat aku terjebak.

“Kau harus membayar terlalu murah untuk bimbingan belajar, dan sekarang kau harus membayar dengan nyawamu” kata seorang tata usaha. Mereka semakin dekat, aku mulai pusing yang ku dengar hanya nafas berat mereka yang lapar. *Tap, tap, tap, ku buka mataku untuk mengintip lalu terdengar *jleb! Akhirnya aku tahu aku sudah berada di alam lain. Untuk para pembaca jangan tergoda dengan tempat bimbingan belajar murah karena nyawa taruhannya. Terima kasih.

loading...
KCH

dtm

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

dtm has write 2.657 posts