Tempat Kerjaku Penuh Misteri

Assalamualaikum pembaca tanpa terkecuali. Selamat pagi, siang, malam kak john. Maaf bagi reader, di cerita sebelumnya bukan niat hati curhat, tapi kisah itu bagian dari cerita kenapa aku berada di tempat ini. Buat yang merasa senasib ya kita jalanin saja, siapa tahu kedepan lebih bahagia *hehe. Cerita ke 61 ini masih di area tempat kerjaku, sebelumnya tempat ini rapih bersih mungkin karena rumah makan kali ya.

Tapi tidak di bagian inti ya kalian tahu sendirilah bagian-bagian itu. Penghuni rumah ini koproh/jorok kalau bukan kami para karyawan yang bersihin mungkin ini bukan tempat layak huni atau pabrik rumahan (jujur banget sih dwi, *hehe). Iyalah, hidup harus jujur itu pedoman dwi *hehe. Kali ini dwi sudah 6 bulan kerja disini, tentunya banyak karyawan baru datang silih berganti (maksudnya?).

Iya silih berganti berarti banyak yang gak betah, *hehe kecuali orang yang benar-benar kepepet seperti saya *hehe. Memang sih setiap lembur dan sepi karyawan/alias karyawan baru di pulangkan jam 5 sore, jadi hanya sisa karyawan senior termasuk aku yang bertahan. Karena menurut bos laki, pekerjaanku bagus dan gesit maka saya di masukan ke karyawan yang serba bisa atau semua pekerjaan aku pegang, kecuali bagian buat adonan. Karena itu khusus bos dan seniorku.

Tidak mudah menjadi karyawan serba bisa, karena belum tentu yang lain bisa membantu di posisiku (inilah hal yang membuatku sebal). Selain membuat iri dan cemburu yang lain (seharusnya aku *dong yang cemburu). Pekerjaanku sudah selesai semua dari bagian membantu citak, rebus, manir dan sekarang packing, padahal citak dan packing bukan tugasku, itulah yang membuatku seharusnya cemburu karena melakukan semuanya membantu mereka hingga selesai.

Jadi otomatis pulang tak tentu, kadang jam 9 bahkan pernah jam 12 malam, gila! Seandainya pemerintah tahu pasti sudah kena razia, gumam karyawan yang lain. Sebelum pulang, saya sering cuci piring di bagian belakang dan baskom yang telah di gunakan. Tapi malam ini tidak ada yang bantuin, akhirnya saya manyun sambil melamun. Tiba-tiba temanku yang jahil kebelakang sambil bilang “itu ada yang temani, makanya kalau nyuci jangan sambil manyun” katanya.

Sontak aku terkejut, karena di ruang belakang bagian citak memang gelap, pantas saja sejak tadi ada yang berdiri di sana. Seperti biasa dia langsung kabur, tapi saya merengek minta tanggung jawab karena dia sudah menakutiku. Akhirnya sambil cengengesan dia duduk di belakang sambil ngoceh-ngoceh sendiri/ngomong sendiri. Aku hanya diam sambil cepat-cepat mencuci. Dan setelah selesai semuanya, baru yang lain kebelakang untuk bersih-bersih tangannya dan bersiap untuk pulang.

Kesesokan harinya, hal yang menyebalkan adalah aku karyawan teladan karena berangkat kerja selalu awal sendiri, sehingga bisa menikmati pemandangan yang kotor sekali. Rumah dan ruangan setiap sebelum pulang dengan letih kami bersihkan, kini menjadi berantakan dan kotor. Tidak jarang saya mengeluh pada senior yang lain dan terutama pada bos laki. Karena cuma dia yang bisa bilang pada istrinya yang super itu, *hehe. Tapi keluhanku tak mempan, malah sepertinya kadang di sengaja sama istrinya (maklum dia cemburu karena status dan rupaku, maaf gak sombong, tapi nyata).

Dia sering mencari-cari kesalahanku dan berusaha menyingkirkanku, karena dia pikir akulah penyebab rumah tangganya berantakan (ini membuatku sedikit risih, padahal niatku hanya mencari rezeki yang halal untuk anakku) dan jika menurutku itu bukan pekerjaanku tentu saja aku akan protes, pikirku. Suatu hari, lagi-lagi banyak pesanan, dan adonan belum selesai sampai akan adzan isya. Tapi saya di bagian rebusan, sehingga tidak di area belakang yang gelap itu.

loading...

Hanya ada bos laki, bu lis dan bude fat di bagian citak. Seharusnya jika maghrib semua istirahat tapi demi target kami di larang berhenti. Untung saja di bagianku ada jeda untuk istirahat, sehingga saya bisa mengecek pekerjaan yang lain. Ketika saya melihat di bagian citak yang gelap itu, saya merasa ada yang tidak beres, seperti ada yang akan terjadi sesuatu, terlebih lagi semua karyawan sudah mulai lelah karena setiap hari lembur, ketika aku meninggalkan mereka ke depan tiba-tiba aku mendengar suara ranting patah.

Dan orang yang di ruangan belakang pada menjerit, sontak aku berlari ke belakang lagi. Dan melihat darah berceceran, tangan bosku terjepit mesin roll dan patah, sehingga akan di amputasi. 2 hari kerja di liburkan karena bos masih di rumah sakit. Temanku yang jahil tiba-tiba datang ke tempat kerja setelah kejadian ini, dia berkata “hati-hati ada yang mau ganggu kalian,usahakan jangan melamun”.

Memang sih kejadian demi kejadian karena keteledoran kami yang sering melamun. Seperti aku yang akan terkena air panas dan semburan api dari kompor menuju wajahku karena dari gas yang tiba-tiba bocor sedang ku ganti. Bahkan karyawan baru perempuan pernah lari dari belakang menuju depan mencariku untuk minta di temani buang air kecil, karena dia melihat sosok putih di pojokan sumur yang dekat dengan ruangan citak. Sekian dan maaf jika ada unsur curhat yang berlebihan. Salam sejahtera, wassalamualaikum.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts