Terbengkalai

Permisi numpang coret-coret di KCH ya, *hehe. Assalamualaikum semuanya tanpa terkecuali dan makasih banyak buat kak john sudah mengganti judulnya, *hehe. Karena saya bingung untuk judul yang tepat dicerita “ternak walet, malah panen kelelawar“, hihi. Di tulisan ke-79 ini masih ada kaitannya dengan gedung walet itu yang sekarang sudah sangat terbengkalai.

Bukan hanya rumput dan semak-semak yang meninggi, tetapi atap gedung yang menggunakan genting dan kayu pun sudah roboh. Sejak perginya jutaan kelelawar dan ratunya, gedung walet ini tidak berfungsi lagi. Karena apa? Karena sang ratu kelelawar, waktu akan di usir oleh pemilik gedung dengan bantuan orang yang punya ilmu supranatural, dia tidak mau pergi dan mengancam gedung ini tidak akan berfungsi, (kabarnya sih gitu).

Padahal kan dia nyasar sendiri kemari, kok pakai ngancam segala ya? *Hehe. Nah setelah berhasil mengusirnya, dan ternyata benar, gedung ini tidak bermanfaat dan terbengkalai hingga sekarang. Padahal bangunan ini cukup kokoh dan terbilang masih baru dibangun. Cuma tinggal memberi pagar halaman saja, tapi apa boleh dikata. Para burung walet enggan menempati bangunan 1 ini, meski sudah bersih dari kawanan kelelawar. Mungkin karena bau kali ya, *hehe.

Sejak terbengkalainya gedung ini, dwi mendengar banyak cerita horor. Dulu dwi setiap hari, kecuali hari minggu selalu lewat jalan yang ada gedung ini. Karena sekolah dwi jauh dan jalan ini adalah satu-satunya untuk menuju ke sekolahan SMP ku. Jadi otomatis selalu memandang gedung itu saat berangkat dan pulang sekolah. Banyak yang bercerita saat ada petani atau pekerja yang disawah beristirahat digedung ini.

loading...

Mereka pernah diganggu mahkluk halus. Nah kali ini cerita dari om ku (adik dari ibu) yang bernama yono. Dia dapat job untuk membajak sawah dekat area gedung itu. Posisi sawahnya hanya berseberangan jalan dengan gedung walet. Om ku itu kerja sebagai pengendali traktor bajak sawah/edet saat musim tandur (tanam padi baru). Dia tidak sendiri, melainkan membawa asisten/kawan untuk bergantian jika lelah.

Hari itu mereka lembur, karena sawah yang dibajak belum selesai karena lahannya lebar. Jadi sampai malam. Saat mau maghrib om ku berpamitan pada temannya untuk pulang sebentar, karena persediaan air minum mereka sudah habis. Akhirnya diiyakan oleh temannya yang sedang bergantian pegang kendali. Jadi temannya ditinggal sendirian. Tapi temannya ini merasa bahwa om ku sangat lama balik kerumahnya (ya wajarlah agak jauh sih).

Saat dia istirahat dan akan menyeduh kopi panas dipinggir pematang sawah, sambil memandang gedung walet yang terbangkalai itu. Tiba-tiba dia terbelalak melihat sosok kunti, sedang asyik nongkrong santai diatas gedung walet itu. Sambil memandang dan tertawa cekikikan ala khasnya. Sontak teman om ku langsung lari *ngacir meninggalkan traktornya yang masih ditengah sawah. Saat sampai dirumah warga yang dekat dengan jalan, ia bertemu om ku. Lalu mereka berbicara sambil sedikit argumen bercanda.

Om: “heh, koe arep nandi? Lha kok mlayu koyo dikejar kirek” (heh, kamu mau kemana? Kok berlari macam dikejar anjing).
Teman: “asyem, kampr*t opo, koe suwe tenan baline, aku sampek di guyu kunti” (asem, kampr*t apa, kamu lama amat pulangnya, saya sampai diketawain kunti).
Om: “haha lha amet lho, adoh, lha koe weruh cewe iku nandi?” (haha ya maaf, jauh, kamu lihat cewek itu dimana?).
Teman: “kae nangkring nang waletan kosong” (itu nongkrong diwaletan kosong).

Dan masih ngobrol gak jelas. Singkat cerita mereka menuju kesana untuk mengambil edet/traktornya yang ditinggal. Tetapi saat sudah sampai disana, miss kunti sudah hilang entah kemana. Saat om bercerita padaku, kami tertawa terbahak-bahak. Karena om sambil ngedumel/ngomel.

Om: “untung desa ini masih aman dan gak ada yang bisa jalanin mesin edet, coba kalau ada yang bisa, terus hilang tuh edet. *Tekor aku nebus ganti rugi beli edetnya, *haha”. Sekian.

loading...
Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 116 posts