Terkena Gangguan Makhluk Halus

Perkenalkan namaku Toby. Ini tulisan pertamaku, sebenarnya ada banyak kisah mistis yang aku alami. Mulai melihat penampakan makhluk yang tak kasat mata sampai akan di ambil anak sama genderuwo pohon bambu. Tapi kisah yang aku ceritakan saat ini adalah waktu aku masih kecil yang sering sakit-sakitan karena gangguan jin yang entah darimana datangnya.

Di mulai dari dalam kandungan, sewaktu ibuku mengandungku sekitar 3 bulan. Beliau pernah mengalami pendarahan hebat sampai di kira telah keguguran tapi ternyata aku masih menempel di rahim ibu. Di usia kandungan ibuku menginjak 5 bulan, beliau mengunjungi nenek yang tinggal di daerah pedalaman yang waktu itu masih berupa hutan.

Jarak antar rumah nenek ke tetangga terdekat sekitar 500 meter. Hari pertama di rumah nenek, ibuku di rumah saja sampai hari ke lima. Kebetulan bapakku waktu itu tidak ikut tinggal cuma mengantar saja. Hari ke enam ibuku merasa bosan, dan memutuskan jalan-jalan di sore harinya. Sedang menikmati udara sore, beliau melihat sebuah batu besar, hitam, dan berkilau berbentuk kerucut di bawah pohon jambu mete.

Beliau memutuskan bersandar di batu tersebut, kejadian aneh pun terjadi. Batunya terasa panas sedangkan batu-batu yang lain tidak ada yang panas. Karena rasa penasaran ibuku menggoyang batu tersebut ternyata ringan dan hampir terlepas dari tanah. Semakin penasaran ibuku di buatnya, di coba menyongkel batu itu pakai kayu tapi tak mau lepas juga dari tanah padahal kalau di goyang-goyang tampak mudah sekali lepasnya.

Ibuku memutuskan pulang dulu ke rumah nenek ambil linggis. Begitu ibuku sampai di tempat batu itu alangkah terkejutnya beliau. Batunya sudah hilang tanpa bekas. Bahkan congkelan tanah bawah batu itu pun tak ada bekasnya seperti tidak ada orang yang pernah kesitu. Cuma semak belukar. Kejadian itu tidak ibu ceritakan kepada siapapun waktu itu.

Kandungan ibuku menginjak 7 bulan. Saat itu kambing tanteku ada yang mati, dan bapak di minta tolong untuk menguburkan. Ibuku sudah melarang tapi bapak bersikukuh mau menguburkan karena merasa tak enak. Akhirnya ibuku yang mengalah biarkan bapak mengubur kambing tanteku, sebelum berangkat ibu berpesan pada bapak. Kalau mengubur yang benar dan hati-hati demi anakmu yang di perut.

Bapakku cuma bilang iya saja. Selesai mengubur kambing tidak mengalami kejadian aneh. Tapi malam tiba ibu mengalami kejadian aneh. Dia mendengar suara kambing mengembik mengelilingi rumah tapi bapak tak mendengarnya. Dan saat terlelap tidur ibu bermimpi kambing yang di kubur bapaku mengikuti ibuku terus. Paginya ibu tanya ke bapak, bagaimana cara mengubur kambingnya, sudah benar apa belum? Bapak bilang sudah benar. Ibu pun percaya. Selama 3 hari ibuku seperti di hantui kambing itu. Tiap malam selalu mendengar suara kambing mengelilingi rumah.

Hari yang di tunggu telah tiba, yaitu hari kelahiranku. Dengan perjuangan dan taruhan nyawa ibuku melahirkan aku dengan bantuan dukun beranak. Waktu itu masih jarang bidan dan untuk pergi ke klinik atau puskesmas jauh banget. Jadi dukun beranak lah yang membantu kelahiran setiap bayi di kampungku. Saat itu harusnya saat yang bahagia karena hari yang di tunggu seorang ibu hamil.

Tapi kebahagiaan itu menjadi berkurang karena bayi yang di lahirkan cacat fisik. Kaki kanan tidak ada jari kakinya alias rata, kaki kiri ke balik (telapak di atas). Jari tangan kanan antara jari manis dan jari tengah dempet dan seperti jari putus. Jari tangan kiri (jari tengah kepanjangan yang ujung seperti terikat benang, jari manis kependekan tak ada kukunya). Entah apa yang di rasa orang tuaku waktu itu, bahagia atau bersedih.

Tapi mereka masih menyayangi aku sampai saat ini terlebih bapak. Karena dia merasa ini kesalahannya. Kenapa bisa begitu? Ternyata setelah kelahiranku bapak baru mengakui waktu mengubur kambing posisinya salah. Bapak bilang saat mengubur kaki kambing bagian belakang di tarik ke arah kepala, kaki bagian depan di tarik arah belakang dan di ikat pakai tali plastik. Kemudian di masukan ke lubang. Karena dalam kepercayaan kampung kami istri hamil tidak boleh melakukan sesuatu yang aneh, pamali.

Umur 36 hari di kampungku di sebut selapan sehabis selamatan dan pemberian namaku. Aku menangis terus-terusan tanpa sebab yang jelas. Keesokan harinya aku baru bisa tenang dan tak menangis lagi baru menjelang maghrib kejadian aneh terjadi. Saat itu aku tidur pulas di kamar dengan di tutup pakai penutup bayi untuk melindungi dari gigitan nyamuk. Di rumah cuma ada ibu dan seekor kucing di sampingku yang sedang tiduran.

Bapak sedang jagain kakakku main di rumah tetangga, saat itu kakakku baru umur 3 tahun. Aku adalah anak ke dua. Tiba-tiba perut ibu mulas ingin buang hajat. Tapi aku tidak ada yang menjaga kalau di tinggal sendiri apalagi menjelang maghrib, di satu sisi mulas ibuku sudah tak dapat di tahan. Mau manggil bapak kelamaan. Karena aku lelap tidur ibu memutuskan meninggalkan aku untuk buang hajat.

Sebelum pergi beliau berpesan pada kucing di sampingku. Jagain anakku ya, sebentar saja mau buang hajat. Kucing itu pun cuma lihatin saja. Baru ibu mau buang jongkok, tiba-tiba terdengar tangisanku kencang banget beda dari sebelumnya. Belum sempat buang hajat beliau langsung lari semampunya takut terjadi sesuatu. Alangkah terkejutnya ketika lihat keadaanku yang sudah berlumuran darah di wajah dan dadaku.

Dan kucing yang disampingku menggerang dan bulunya tegak semua, ibu teriak, sontak tetangga yang mendengar berdatangan. Kala itu orang mengira aku di makan kucing. Tapi setelah di periksa jari kananku yang dempet (menempel) terlepas dengan sendiri. Awalnya jariku yang jumlahnya 4 jadi 5. Kejadian itu bisa terjadi bagaimana prosesnya tak ada seorang pun yang tahu dan masih misteri. Saksi satu-satunya cuma kucing yang menjaga aku.

Memasuki usia sekolah. Meski aku terlahir cacat tapi aku anak yang cukup pintar buktinya disaat teman-temanku masuk SD sebagian TK dulu. Tapi aku tanpa TK dapat ranking 1 di kelas. Sebelum sekolah sudah hapal pengucapan huruf abjad karena sering mendengar bapak mengajari kakakku belajar membaca. Usiaku sekitar 7 tahun saat itu, yang bikin aneh adalah tiap sebelum lebaran aku pasti sakit, menjelang ujian, setelah liburan sekolah, menjelang masuk sekolah pasti sakit. Tiap sakit paling sebentar 6 hari. Kalau di cek dokter puskesmas tidak terjadi apa-apa alias sehat.

Akhirnya orang tuaku membawaku ke kyai kampung. Menurut terawangan kyai aku sakit-sakitan terus karena di ganggu makhluk halus, mereka suami istri. Setiap hari selalu mengawasiku dari jauh. Kalau aku sendirian mereka akan mendekatiku. Agar makhluk itu tak bisa mendekatiku, aku tak boleh kemana-mana sendirian dan jauh dari orang tuaku, kalau itu di langgar aku pasti sakit.

Pernah suatu hari aku main sendirian dan orang tuaku sudah mengingatkan jangan jauh-jauh. Maklum waktu itu masih kecil dan aku gak percaya sama orang tuaku, menganggap cuma menakutiku. Sehabis main tanpa sepengetahuan orang tuaku, malamnya tiba-tiba badanku panas dan aku sampai mengigau. Aku merasa ada orang mengejarku matanya sambil melotot. Orang tuaku panik dan di bangunkan.

loading...

Begitu buka mata di antara bapak dan ibuku ada sosok kayak raksasa, mata melotot, mata merah, lidahnya merah menjulur keluar sampai di pusar, rambut terurai gimbal, dan bawa gada besi ingin memukulku. Aku teriak jangan pukul, aku gak mau mati. Sambil lari sembunyi bawah meja.

Seingatku aku sakit cuma 2 kali di bawa ke dokter. Yaitu sakit DBD dan Tyfus karena sakitku lebih banyak di sebabkan makhluk halus. Dan sekarang aku sudah bebas dari gangguan makhluk tersebut. Kalau tak salah gangguan itu hilang ketika aku umur 14 tahun. Karena di jaga makhluk halus lain yang baik. Aku tahu karena di beritahu kawanku yang punya indra ke-6. Dia bisa melihat masa lalu seseorang.

KCH

Toby

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Toby has write 2,670 posts